Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Cerpen

    1.

    <div style="BORDER-RIGHT: rgb(153,153,153) 3px solid;
    BORDER-TOP: rgb(153,153,153) 3px solid; OVERFLOW: auto;
    BORDER-LEFT: rgb(153,153,153) 3px solid; WIDTH: 500px;
    BORDER-BOTTOM: rgb(153,153,153) 3px solid; HEIGHT:150px">https://starawaji.wordpress.com/2011/02/12/isi-hatiku/</div>

    MURAHNYA NYAWA MANUSIA DALAM GELAPNYA MALAM

    (ditulis oleh star awaji)

     

    Sore yang cerah sekelompok anak muda berkumpul dalam sebuah teras rumah, dengan ciri khasnya masing-masing mereka menampilkan sebuah gaya nan apik, tapi menjijikan mata kita, dengan atribut yang serba hitam, dengan sepatu yang kotor dan dekil, celana jins yang sudah dimodif pendek dan ketat dengan tampilan rambut yang sangat kusam dan tak terurus, ini menjadi trend anak-anak muda sekarang, enggak tahu sebenarnya dia anak orang mampu atau bukan atau anak yang kurang kasih sayang orang tua atau bukan, yang pasti mereka berkumpul bersama-sama dalam trotoar jalanan kota. Malampun menjelang, dengan terdengar suara adzan yang begitu indah, tapi mereka tetap asyik dalam jalanan trotoar kota, dengan gitar di tangan mereka mengalunkan lagu- lagu klasik yang mereka anggap sebagai lagu nasionalisme dari kehidupan mereka. Sorepun berlalu dengan begitu cepatnya, banyak dari sebagian mereka membawa sebuah sepeda motor yang kalau kita lihat itu sangat berbentuk bukan layaknya motor dengan berbabagai fungsinya, malam semakin larut dan jalan kota pun semakin ramai oleh orang-orang yang tidak tahu waktu (malam itu untuk tidur). Mereka berjalan mengelilingi lintasan kota dalam gelapnya malam sambil bernyayi-nyanyi dan berjoged-joged di temani rauman suara derungan motor-motor bebek yang berkeliaran di sekitarnya. Malam semakin larut dan semakin larut dipojok sudut jalan sebuah gang ada seorang kakek yang sedang duduk termenung dan mengantuk dengan radio kotak disampingnya, ia mendengarkan suara siaran radio dari stasiun daerah, terdengar dari bilik warungnya alunan suara music dangdut, para pemuda pun datang menghampiri bapak yang sedang asyik mendengarkan alaunan suara music dangdut dari radio kotaknya. Pemuda itupun kemudian bertananya “Pak ada minuman yang biasa”, sang bapak yang sudah tua dan mengantuk itupun menjawab, “ia nak tentu saja ada”, campur ya pak dengan porsi seperti biasa, sahut pemuda tadi. Dengan cekatan sang bapak tua itupun meracik sebuah minuman yang anak pesan, setelah selesai minuman itupun diserahka kepada anak pemuda tadi, dipnggiran jalan trotoar sang teman sudah menunggu kedatangan minuman yang mereka pesan. Dalam suasana yang meriah dan sangat ramai, jalanan itu pun penuh dengan sepeda motor, malam itu, atau bahkan setiap malam itu mereka selalu mengadu nyali mereka untuk mencoba lintasan jalan kota yang semakin malam semakin sepi, dan kebebasan mereka pun semakin sempurna. Dari ujung Barat ada sekitar 3 motor yang saling susul, mereka adu kecepatan dalam lintasan jalan kota, padahal malam itu sebenarnya masih ada kendaraan yang hilir mudik melintasi jalan itu, kebanyakan mobil-mobil antar jemput karyawan yang melintas pada saat itu, keramaian semakin menjadi ketika para bikers tersebut mulai meraum-raumkan motornya, dan semua orang bersorak-sorak. Di samping jalan segerombolan anak pemuda mulai melakukan pesta (teman saya bilang “meating”), dengan beberapa gelas plastic(bekas gelas minuman ) mereka mulai menuangkan racikan sang bapak tua tadi, mereka satu per satu mulai menenggaknya, dan mereka pun terlihat pada mabuk, sambil melihat atraksi sepeda motor yang melintas didepan matanya. Tak lama kemudian 4 sepeda motor melaju dengan kencang sekali, layaknya Rosi (sang idola mereka) mereka meliuk-liuk dijalanan kota tak pandang apakah itu ada lampu merah atau tidak, diperempatan yang ketiga datang sebuah bus jemputan karyawan melintas, tak ayal lagi keempat orang itu pun menghantam badan samping bus, dan mereka pun terbanting keaspal dan saling bergelantingan, terlihat dari mulut, telinga, dan hidungnya keluar darah segar yang mengalir membanjiri aspal dijalanan kota, kepala mereka semua pada bergerak (kaya iklan minuman di tv “brrrr….brrrr…..brrrr”) sambil mengeluarkan cairan warna merah. Tak lama kemudian mereka pun terdiam tak bergerak, sepertinya mereka sudah tak bernyawa. Empat jiwa melayang dengan sia-sia, massa Allah. seolah-olah nyawa ini dapat dibeli, mereka mempermainkannya dengan begitu saja. Setelah berlangsung kejadian kecelakaan tersebut, selang beberapa menit, anak-anak pemuda yang sedang mabuk dipinggiran jalan pada muntah, mereka semua mengigau dan tak tahu maksud, kemudian anak-anak pemuda tadi satu per satu mulai jatuh ketanah, dan pingsan tak sadarkan diri, sampai pagi rombongan anak-anak tadi belum juga sadar, terlihat dari mulut mereka masih mengeluarkan cairan bekas racikan minuman yang semalam mereka minim, pagi yang begitu cerah, kebiasaan masyarakat kota diwaktu libur di pagi hari mereka melakukan olah raga kecil-kecilan sambil berlari dan berjalan santai untuk meregangkan otot-otot persendian setelah hampir seminggu mereka bekaerja, masyarakat yang melihat sekelompok anak pemuda yang masih tertidur dengan cairan di mulutnya langsung melaporkannya kekepolisian setempat, kabar ada kabar mereka sudah meninggal karena over dosis, tenyata minuman yang mereka pesan dari bapak tua yang kelihatan ngantuk tadi salah racik, pak tua itu salah memasukan campuran yang lain, sehingga efeknya sangat terasa bagi saraf manusia, disamping itu ternyata mereka juga mengkonsumsi sebuah ogat yang dilarang peredarannya oleh badan POM. Mereka semua tewas sangat mengenaskan, tanpa adanya kalimat Allah yang mereka bawa, naudzubillah. Masa Allah dalam satu malam ada sekitar empat di tambah satu rombolan anak muda yang tewas dengan sia-sia, begitu murahnya harga nyawa manusia menurut mereka, sehingga mereka mempermainkannya. Ya Allah aku selalu berlindung kepadamu jauhilah berbuatan-perbuatan yang merugikan ini dan penuh dosa ini, berikanlah hambamu selalu jalan yang telah engkau rido`I, dan selalu diberi petunjuk agar hambamu ini selalu dalam naunganMu, Amieen……….!!!

     

     

     

     

    KEMANA ANAK-ANAK MEREKA (ditulis oleh star awaji)

     

    Sore itu saya turun dari sebuah bus , saya lihat dikejauhan belum nampak sebuah sepeda motor yang biasa digunakan untuk menjemput saya pulang kerumah. Setiap pulang saya selalu dijemput ole adik saya, biasanya sebelum saya sampai diperempatan, saya kirim SMS konfirmasi dulu keadik saya, kalau hari ini saya pulang sore, dan minta untuk dijemput sekarang. Kadang motor saya pakai sendiri untuk berangkat kerja, itupun kalau saya ada perlu setelah pulang kerja, tapi itupun sangat jarang, kecuali pada saat bulan puasa Ramadhan, selalu saya bawa karena tidak enak dengan adik saya yang harus buka puasa di jalan. Adikku selalu setia untuk menjemput saya, walaupun sedang turun hujan yang sangat deras, ia selalu datang. Disamping untuk menjemput saya motor ini juga digunakan untuk sekolah adik saya, walaupun itu berisiko, tapi untuk menhemat pengeluaran biaya sekolah yang semakin mahal, jadi orang tua tidak perlu untuk mengeluarkan uang transport untuk sekolah, tapi hanya memberikan uang jajan saja, karena untuk uang bensin saya yang membayarnya.

    Setelah beberapa menit saya menunggu, akhirnya dia datang juga, kemudian saya lihat monitor bensin sudah mendekati angka nominal, saat saya pegang stangnya lecet (bekas ada gesekan), mungkin bekas jatuh dalam benak saya berfikir, tapi saya tidak bertanya pada adik saya tentang itu semua, kemudian saya pun berangkat untuk mengisi bensin yang sudah hampir kosong denagn meninggalkan adik saya diperempatan tadi. Dalam perjalanan saya merasa kesal dan mencoba melampaskan kekesalan saya dengan memutar gas sampai penuh, motorpun semakin melesat kencang,tapi dalam benak saya berpikir, apa artinya semua ini ?. malahan ini akan memperparah keadaan, bagaimana kalau seandainya terjadi kecelakaan? Dan lain sebaginya. Akhirnya saya saar dan menurunkan putaran gas, tak lama saya sudah sampai di POM Bensin, saya langsung menuju mushola yang berada di ujung POM, kemudian saya berwudhu danmenunaikan shalat maghrib. Setelah saya shalat saya langsung berdoa kepada Allah untuk selalu memberi petunjuk, dan selalu melindungi saya dan kedua orang tua saya, serta saudara-saudara saya dari berbagai mara bahaya, setelah selesai saya langsung mengisi bensin, kemudian saya langsung menghampiri adik saya. Dalam perjalan saya bertanya kepada adik saya, “ini motor kenapa lagi?” (maklum ia sering jatuh dari motor), ia pun menjawab, “ tadi ketika sedang berhenti, saya lupa untuk menurunkan standar, jadi motornya roboh” ya… udah, makanya segala sesuatu itu perlu diperhatikan dan diingat, jangan ceroboh, sambung saya. Ia kak, katanya. Malam itu saya mampir ke WarNet dulu, kurang lebih 1 jam 15 menit saya berada dalam warnet. Sebenarnya saya pengen merubah tampilan background facebok saya, tapi tidak bisa dirubah, karena fasilitas dalam warnet ini tidak ada program aplikasi FireFox. Ya…, jadi gagal untuk merubah tampilan facebook saya, disamping itu saya juga bantuin teman saya untuk merubah tampilan poto profilenya. Tentunya saya dikasih paswordnya dulu sama dia. Setelah semuanya selesai, saya pun pulang, dalam perjalanan Handphone saya bordering. Sayapun angkat, tapi terputus.kemudian berdering kembali, kemudia saya angkat, ini nomor baru dalam fikirku, “assalamualaikum…!!!, wa`alaikum ssalam, jawabku, ia pun bertanya,” kamu lagi dimana? Jam segini belum pulang. Apakah kamu baik-baik saja?, ia aku dan adikku baik-baik saja, dan sekarang kami lagi ada didalam perjalanan untuk pulang, sebentar lagi saya sampai di rumah. Ya..!! udah kalau tidak apa-apa, wasalamualaikum, wa`alaikum salam, jawabku. Ternyat dari suaranya, dia adalah anak dari kakanya ayah saya, mungkin ini ada kaitannya dngan keterlambatan saya pulang, ibu sepertinya gelisah dengan keadaan anaknya yang belum juga sampai kerumah, biasanya kalau menjemput itu tidak lebih dari satu jam, tapi ini melebihi dari satu jam. Ya.. karena tadi saya mampir dulu kewarnet dan tidak bilang sama ibu, kalau saya bakalan pulang dengan telat. Sebenarnya di rumah ada dua Handphone, satu handphone punya saya sendiri yang s4ngaja saya tinggalin di rumah, da satu lagi punya adik saya, tapi semuanya tidak ada pulsanya, jadi kemungkinan ibu saya minta tolong kepada keponakannya untuk mencari kabar tentang saya dan adik saya.

    Maafkan saya ibu, saya telah membuatmu cemas dan gelisah, sampai-sampai ibu harus menunggu didepan jalan yang jaraknya hampir seratus meter dar rumah. Maafkanlah anakmu ini yang telah berbuat dosa, dan membuat ibu khawatir. Begitu besar jasa-jasamu ibu, dari kandungan, melahirkan, batita, balita,masa sekolah, masa remaja, bahkan saya sampai dewasa, engkau selalu perhatian dan selalu memberikan kasih sayang, sampai-sampai engkau rela mengorbankan segalanya untukku (anakmu), saya sangat bangga masih mempunyai seorang ibu, dia adalah segalanya dalam hidupku, yang selalu sabar untuk membina diriku sehingga saya seperti ini, tapi saya sedih melihat orang-oran tua (ibu) yang ada dip anti jompo dan di jalan-jalan, tanpa ada yang peduli. Dimanakah sebenarnya anak-anak mereka?, tidakkah kita sadar betapa besar perjuangan seorang ibuuntuk anaknya, tapi apa balasan yang anak berikan kepadanya?. Kita tahu bahwa jasa-jasa seorang ibu tak akan pernah terbalaskan, tapi kenapa tidak untuk kita sedikit memberikan kebahagiaan kepada mereka. Ada hadist yang menyatakan “syurga itu berada di telapak kaki ibu”, jadi betapa sentralnya seorang ibu, sampai-sampai urusan syurga ada pada diri seorang Ibu.

    Wa`allahu a`lam.

     

     

     

    SUATU MALAM DI PANDEGLANG (ditulis oleh star awaji)

     

    Saya dan teman-teman saya akhirnya sampai disuatu tempat, seelah kami berjalan sekitar 2 jam dari kota serang dengan mengendarai sepeda motor, awalnya saya dan teman saya agak ragu untuk main ketempat ini, karena pada saat perjalanan sangat mengerikan, disekelilingnya dipenuhi pohon-pohon yang rindang yang membuat jalan semakin gelap gulita, memang ini pengalaman yang sangat luar biasa, setibanya kami ditempat tujuan, kami semua merasa bahagia dan senang karena kami telah melewati hal-hal yang sangat menakutkan. Kami sengaja datang ketempat ini untuk melakukan suatu diskusi tentang acara wisuda anak mesin 1 STM Negeri SERANG Lulusan tahun 2002. Tempat ini mempunya banyak fasilitas, diantaranya mushola, kamar ganti, kantin, tempat memancing, saung, pemandian khusus dan umum. Tempat ini merupakan tempat rekreasi faforit dikabupaten pandeglang. Dengan suasana yang sangat masih alami, terlihat pohon-pohon masih tegak berdiri, air mengalir dengan jernih dan sangat deras membuat suasana tempat ini mejadi sejuk. Pokoke buener-buene fresh.

    Malam itu sampai ditempat tujuan sekitar pukul 11:48. Kami langsung mencari penjaga tempat itu untuk memesan tempat, kamipun akhirnya bertemu dengannya, kemudian dibawa disebuah saung dan disitu kami akhirnya berkumpul, selang beberapa menit teman dari teman saya datang, ia merupaka warga sekitar sini, sekaligus sebagai penanggung jawab terhadap keberadaan kami di sini. Malam yang semakin gelap, dengan alunan rintik-rintik hujan gerimis dibarengi dengan aliran air sungai yang gemericik membuat suasana malam itu tidak sepi, apalagi diiriingi dengan lantunan petikan gitar yang teman saya mainkan. Malam semakin larut tapi tujuan utama untuk melakukan diskusi belum juga terlaksana, setelah salah seorang dari teman menegur dan akhirnya kami mulai berdiskusi, singkat cerita. Akhirnya sepakat untuk melakukan reuni angkatan 2002 khusus anak mesin 1 dilaksanakan di suatu tempat di daerah Bandung.seiring waktu malam yang semakin gelap dengan angin yang berhembus membuat tubuh ini semakin menggigil, perutpun terasa lapar, saat itu juga kami memesan untuk hidangan makan malam, yang pastinya hidangan khas tempat ini, sambil menunggu makanan siap untuk disajikan, kami semua mencoba menikmati malam, diantara mereka ada yang main poker, main gitar, kemudian ada juga yang asyik melihat koleksi-koleksi photo di laptop yang kebetulan teman saya membawanya. Yah…!!!, mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Tak lama makanan pun datang, terlihat ikan bakar dengan sambal yang begitu menggoda, akhirnya kami semua makan bersama dengan lahapnya. Setelah makan perutpun kenyang dan membuat mata ini mulai mengantuk tak lama kami semua tertidur. Tak terasa pagipun menjelang, kamipun sempatkan untuk shalat subuh berjama`ah. Pagi semakin terang dan orang-orang sekitar pada mulai datang ketempat ini, semakin siang mereka semakin ramai, mereka datang kesini untuk mandi dan mencuci pakaian, kami pun coba untuk jalan-jalan untuk melihat-lihat sekitar. Ternyata alam yang sangat indah, pemandangan yang luar biasa diwaktu pagi, air mengalir dengan jernih, ikan-ikan terlihat berenang dengan bahagianya, suasana alam yang rindang, pohon-pohon tumbuh tersebar dimana-mana membuat udara begitu segar, dengan udara yang sejuk, kami menikmati pagi yang indah. Ini benar-benar suasana yang alami, saya membayangkan bagaimana kalau kondisi seperti ini terus dipertahankan, karena alam ini merupakan bagian dari kehidupan manusia dan kitapun tahu bahwa hutan merupakan paru-paru bagi kehidupan kita, seandainya hutan kita habis, maka udara disekeliling kita akan teras panas, dan hidup kita tidak akan nyaman, maka peliharalah alam kita dengan menam pohon, hindari penebangan pohon agar alam ini tetap terjaga dari kehancuran.

    Sebelum saya berangkat ketempat ini, saya dan teman saya berkumpul disebuah tempat kost tempat teman saya menginap, ketika saya sedang menunggu teman saya yang lain datang, saya melihat mobil truk tak henti-hentinya lewat dari arah pandeglang dengan muatan penuh membawa kayu batangan, saya berpikir kalau memang ini terus-terus terjadi, maka hutan yang ada di pandeglang dan sekitarnya akan habis, dan hidup kita akan semakin tidak nyaman disamping udara yang panas, musibah banjir,dan tanah longsor akan mengancam kehidupan kita. Maka mulai sekarang, mari kita peduli terhadap lingkungan, jangan biarkan anak cucu kita menderita, jadilah anda yang pertama yang peduli terhadap linngkungan disekitar anda, karena perbuatan anda akan membawa nilai positif bagi kehidupan anda, serta anak cucu anda. Thanks.

     

     

    HARTA DAN WANITA (ditulis oleh star awaji)

     

    Sebuah rumah berdiri megah, dikelilingi dengan taman bunga-bunga, dengan berbagai asesoris yang terlihat begitu mempesona yang terletak disetiap sudut rumah, disamping rumah, sebuah kolam renang yang cukup lebar menghampar menghiasi taman rumah, sebuah pagar yang terbuat dari besi tua berjejer mengelilingi kawasan rumah. Dua orang satpam berdiri dengan tegak dibelakang pagar depan pintu post, kamera-kamera pengintai terselinap disudut-sudut halaman rumah. Bangunan yang terletak jauh dari hiruk pikuk keramaian orang-orang, sekilas terlihat begitu indah dan mempesona. Memang, siapa yang tak ingin hidup di rumah itu, sudah kebayang rasanya, semua orang tidak mungkin untuk menolak untuk tinggal dalam rumah itu.

    Sang pemilik rumah adalah seorang jutawan kaya yang bekerja disebuah instansi pemerintah, dia mempunyai seorang istri yang lumayan cantik, dia selalu berangkat kerja setiap hari, bahkan ia sampai pulang sampai larut malam, katanya sih ada kerjaan di kantor yang belum selesai jadi ia harus lembur. Hari saptu dan minggu merupakan hari libur kerja, tapi ia selalu saja masuk ketempat kerja, katanya ada meeting, yah…., begitulah kehidupsn orang kaya seperti dia, padahal kekayaan mereka tidak akan habis dimakan sampai tujuh turunan (kalau membawanya dengan benar), tapi ia selalu saja sibuk untuk mencari uang, bahkan ia suka mengambil uang yang bukan haknya (korupsi), uang yang didapat dengan cara yang tidak halal tidak akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan, contohnya mereka yang tiap malam berada di sebuah club malam, mereka bukan orang miskin,tapi mereka orang-orang yang banyak uang, mereka sengaja mencari kesenangan karena hidup mereka tidak bahagia, karena sesungguhnya harta yang mereka dapatkan didapat dengan jalan yang tidak diridho`I oleh Allah, sehingga harta-harta mereka yang begitu banyak itu tidak bermanfaat dan hanya dihambur-hamburkan dalam berbagai party di club malam yang penuh dengan aroma dosa, didalam club mereka hanya mabuk dan mabuk sambil ditemani wanita penghibur yang akan menghancurkan hidupnya, selembar demi selembar uang melayang menghiasi wajah penghibur, sampai dompet mereka benar-benar terkuras, padahal ia bilang pada sang istri bahwa ia masih ada kerjaan yang belum selesai dan ada meeting dengan klien, tapi apa yang sebenarnya terjadi, ia main perempuan sambil mabuk, sampai pada suatu masalah ia terjebak dalam suatu masalah dengan teman perempuan mainannya, sehingga terjadi berantem yang sangat hebat, suatu ketika sang teman wanita itu mengeluarkan pisau dan menusukannya tepat dibagian jantungnya hingga tewas. Begitulah harta dan wanita kalau kita membawa kejalan yang kurang baik, maka akibatnya akan seperti kejadian diatas, jadi kalau anda ingin selamat dengan harta didunia kemudian selamat diakhirat, maka jagalah harta anada, karena sesungguhnya harta merupakan sebuah titipan dari Allah, dan suatu saat Allah akan mengambilnya. Wa`allhu a ` lam.

     

     

     

     

    CERITA PEMILU (ditulis oleh star awaji)

    hari rabu tanggal 8 april, hampir semua orang yang masuk dalam anggota KKPS sibuk untuk melakukan acara persiapan kegiatan pesta demokrasi Indonesia yang kedua setelah tahun 2004. Kelihatan sekali disetiap TPS masing-masing mulai untuk mempersiapkan segala sesuatunya, bagi kami yang ada disekitar daerah yang agak kepelosok desa mulai mencari perlengkapan pendukung yang diperlukan dalam mensukseskan pesta demokrasi tersebut, dari pagi kami berangkat menuju sebuah kebon yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami, kami coba bicara pada seorang pemilik kebun untuk meminta sedikit pohon bambu untuk dijadikan bahan tiang dalam mendirikan tenda, tapi menolak dia meminta kami harus membayar atau membelinya, dalam hati saya berpikir, kalau uang saya gunakan untuk membeli bambu ini mana cukup untuk keperluan yang lain, sedangkan jatah untuk kegiatan tersebut tidak begitu banyak, sebelumnya sih saya berharap kalau bapak tadi yang punya kebun akan memberikan bambunya tanpa adanya bayaran, ya… istilahnya ngasih gitu, tapi yah apa boleh buat beliau tidak memberikannya, akhirnya kami semua mencari ide yang lain, saat itu suasana hujan rintik-rintik yang membuat kita semua males keluar untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan, dalam pikiran saya, sekarang hujan dari tadi pagi sampai siang ini belum juga reda, bagaimana kalau sampai sore hari hujan tidak reda, atau bahkan hujan akan kembali turun besok, melihat surat suara yang begitu besar, saya khawatir kalau sampai-sampai besok benar-benar hujan turun, pasti semuanya bakalan repot. Melihat kondisi seperti itu saya coba kasih saran kepada ketua KKPS untuk melakukan penyontrengan disebuah ruangan, mereka setuju untuk melakukan penyontrengan disebuah ruangan, tapi dalam benak mereka bertanya apakah ada di kampung ini yang mempunyai ruangan atau aula yang bisa digunakan untuk kegiatan pesta terbesar demokrsi di Indonesia ini. Maklumlah kami berada di kampung yang tidak mempunyai fasilitas gedung, kami bukan hidup di kota yang mempunyai segalanya. Kebetulan saya ingat, ketika dulu ada acara peilihan lurah setempat, mereka dulu menggunakan sebuah halaman sekolah, ingat tentang sekolah, saya coba usul kepada ketua, bagaimana kalau ruang kelas saja yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyontrengan, ya menghindari hujan sebenarnya, ternyata mereka langsung tertarik untuk menggunakan ruang kelas tersebut, segala sesuatu yang kita harapkan itu tidak mudah untuk dilalui, buktinya setelah kami semua mendatangi sekolah tersebut, pihak kepala sekolah melarang untuk menggunakan ruanganan kelas mereka dijadikan sebagai tempat atau acara pemungutan suara, dengan berbagai macam alasan, tapi saya coba untuk bicara kepada pihak sekolah, Bu (karena kepala sekolahnya perempuan) kegiatan ini adalah permintaan dari pemerintah untuk melakukan pemungutan suara, otomatis ini adalah untuk kepentingan Negara, sedangkan sekolah merupakan bangunan yang dimiliki oleh Negara, jadi sama-sama ini merupakan kepentingan Negara, bagaimana seandainya besok hujan dan kita hanya punya tenda yang sederhana, otomatis kita akan terganggu bahkan kemungkinan surat suara akan rusak terkena air, setelah panjang lebar kami memaparkannya, akhirnya pihak sekolah mau memberikan fasilitas ruangan sekolahnya untuk pemungutan suara, walaupun sebelumnya kami harus meminta surat rekomendasi dari kecamatan setempat, baru beliau mau mengijinkannya. Siang itu juga kami satu team mulai membereskan ruangan dan melay-out bagian-bagiaan yang akan digunakan, mulai dari meja dan kursi siswa, terus fasilitas-fasilitas yang akan di pergunakan besok. Ternyata sekolah tersebut mempunyai skat ruang antara kelas yang satu dengan kelas yang lain, ini menjadi keuntungan bagi team karena lebih mudah dalam mengatur lay-out nya, hampir semua peralatan yang kita butuhkan termasuk kursi dan meja kita gunakan langsung dari meja dan kursi siswa, jadi tidak begitu sulit dalam menentukan lay-out dan pemakain alat-alat yang digunakan, jadi sekitar jam 16:00 semua sudah beres termasuk alat pengeras suara dan pemasangan cara-cara penyontrengan pada dinding-dinding ruang kelas pada pemilu kali ini. Sekitar 17:45 kotak suara datang, kotak suara didistribusikan dari kecamatan langsung ketiap-tiap KKPS. Malamnya kami satu team mulai melakukan prepare terhadap semua berita acara yang ada, mulai dari pengisian data-data dan penandatangan ketua dan anggota KKPS dalam lembar berita acara (bukan penulisan hasil perolehan suara tapi hanya penulisan data tentang KKPS saja), malam itu juga banyak yang datang menghampiri kami, baik dari PPS maupun dari calon saksi dari masing-masing partai politik, tidak ketinggalan juga bapak dari kepolisian yang datang untuk mengamankan lancarnya proses demokrasi ini, sekitar jam 00:10 terdengar suara derungan motor, tidak lama setelah suara motor berhenti, terdengar“assalamualaikun….” kami pun menjawabnya”,”wa-alaikum salam”,”, saat itu kami lagi benar-benar capek sekali, disamping kerjaan untuk pengisian data berita acara (bukan penulisan hasil perolehan suara tapi hanya penulisan data tentang KKPS saja) belum selesai dan sangat kelelahan, eh ternyata yang datang adalah bapak lurah, beliau sengaja datang untuk memastikan apakah di TPS ini sudah siap untuk melakukan kegiatan pemungutan suara pemilihan calon legeslatif, kemudian beliau bilang “wah tempat yang bagus, tidak memerlukan adanya tenda”, jadi kalau turun hujan ditempat ini tidak akan terganggu, kemudian beliau memasukan tangannya kedalam saku celana dan mengambil uang puluhan ribu dua lembar, ini, katanya buat beli kopi sama makanan kecil-kecilan. Setelah itu teman kami keluar untuk mencari makanan, tapi tidak lama kemudian beliau pergi, maklum udah larut malam, mau istirahat. Akhirnya kami hanya sampai jam 01:35, dan kami semua harus menjaga tempat tersebut disamping linmas, selanjutnya kami semua mencari tempat untuk tidur disekolahan tersebut (sekolahannya agak jauh dari pemukiman masyarakat dan sepi), namanya juga bukan tempat tidur walaupun kami semua sudah coba untuk pejamkan mata, tapi susah untuk tidur, ya kami semua hanya coba tidur saja dengan memejamkan mata ala kadarnya agar besok, yang sebenarnya inti dari semuannya ini tidak terganggu, bagi saya ini sesuatu yang sangat berisiko, karena saya belum juga bisa tidur, walaupun saya sudah sempat ganti-ganti tempat tidur (maksudnya alas yang digunakan untuk tidur), pertama saya bebaring dikursi yang panjang, kemudian saya pindah diatas meja tempat untuk bilik suara, diatas meja itu ada lampu neon yang ukurannya 40 watt, walaupun susah saya sempat tertidur sebelum akhirnya saya pulang kerumah sekitar pukul 04:25. Tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, sayapun bersiap-siap dan mengambil wudhu dirumah dan langsung berangkat ke Masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjama`ah, selesai shalat saya pun berdo`a kepada Allah agar saya diberikan kemudahan dalam menyelesaikan urusan ini dan selalu diberikan perlindungan oleh-Nya, banyak surat di Al-qur`an dan hadis yang menyatakan bahwa shalat subuh berjama`ah itu banyak manfaatnya bagi manusia. Saya pun pulang dan merebahkan tubuh ditempat tidur sebentar kemudian saya bangun lagi dan mandi, selesai mandi saya pun sarapan agar kondisi saya tetap terjaga atau tetap fit. Sekitar jam 06:00 saya pun berangkat ketempat pemungutan suara, disana teman-teman kami sudah siap dengan kemeja batiknya dan celana hitam panjang, ternyata para saksi pun sudah ada yang datang bahkan calon pemilih pun sudah ada yang datang, jam 07:00 kami semua masuk keruangan baik dari saksi maupun masyarakat yang datang, ketua membuka acara tersebut dengan mengucap sumpah anggota KPPS, dilanjutkan dengan

    pembukaan kotak suara dan penghitungan ulang jumlah suara yang masuk dari kecamatan. Setelah semua beres proses demokrasipun dimulai, pada pemilih pertama adalah seorang nenek yang sudah tua renta bahkan ia sempat dibantu untuk berjalan menuju ketempat bilik suara, begitulah demokrasi, nenek yang sudah tua pun berharap akan adanya perubahan yang baik di negeri ini,walaupun sebenarnya kita tidak tahu apakah nenek ini menyontreng dengan sah atau tidak, semakin lama semakin banyak pengunjung yang datang untuk melakukan pemilihan calon-calon legeslatif yang ia percaya bisa merubah negeri ini, yang paling pusing ketika seorang ibu bawa anak bayinya yang masih kecil dan menangis tidak henti-henti, akhirnya ketua KPPS memutuskan untuk mendahulukan ibu-ibu yang bawa anak kecil dan orang yang kondisinya kurang begitu sehat, sekitar jam 11: 45 hampir semua orang sudah melakukan penyontrengan, kecuali mereka yang berhalangan masih ada di tempat/daerah lain. Akhirnya jam 12:00 ketua KPPS menutup kegiatan pemungutan suara, dan kami pun beristirahat sejenak untuk makan siang dan shalat duhur. Sekitar jam 13:00 kami mulai untuk membuka kotak suara, yang pertama dari DPR pusat kemudian DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten, dan mulai melakukan penghitungan suara. Sungguh sangat disayangkan sekali kenapa komisi pemilihan pemilu untuk tahun 2009 ini mengunakan pulpen kecil warna merah, sehingga pada saat proses penghitungan sangat kesulitan dalam mencari centengannya, apalagi kalau pemilih penyentengnya dengan tanda titik, sudah dipastikan tidak bisa kelihatan oleh anggota KPPS jika dibandingkan dengan kertas suara yang sangat lebar, mata ini sepertinya lelah bener harus melihat kesana kemari untuk mencari centrengan tersebut, ibaratnya mencari jarum dalam tumpukan jerami, ini benar-benar sangat disayangkan, bisa merugika suara yang sah jadi tidak sah, yak arena tidak kelihatan, saya berharap kedepan tidak seperti ini, karena ini bisa menghambat dalam proses penghitungan suara, kami saja yang di sini selesai melakukan penghitungan sekitar jam 21:00 dengan jiwa pemilih sebanyak 453 orang. Sekitar pukul 01;00 kami selesai dalam proses penulisan berita acara dan langsung mennyerahkannya ke PPS setempat, setelah semua beres kami semua pun pulang, dan sekitar jam 01:45 sayapun tidur. Ternyata besoknya masih ada kerjaan lagi, yaitu membereskan ruang kelas sekolah bekas tempat dilangsungkannya pemungutan suara. Jadi kalo dipikir-pikir dengan honor 200 ribu saya rugi banget, karena harus kerja siang malam yang hampir mencapai 3 hari. Kalau ditempat saya bekerja ini bisa didapat hanya dengan satu hari lembur saja dengan berangkat jam 6 pagi kemudian pulang jam 10 malam. Tapi sesungguhnya bukan itu yang sebenarnya saya maksudkan/harapkan, saya ini warga Indonesia yang ada di Indonesia harus rela mengorbankan diri kita walaupun dengan bayaran sedikit bahkan tanpa bayaran. Ingat para pejuang dulu yang berjuang tanpa pamrih, jadi kita sebagai warga Negara yang baik harus mendukung kegiatan pemerintah, tapi yang bersifat positif dalam memajukan negeri ini agar kita benar-benar menikmati hidup yang sesungguhnya. Amie..n !!!

     

    4 Tanggapan to “Cerpen”

    1. ozora said

      Like this Lah😀

    2. starawaji said

      thanks bget udh komentar. sbnarnya aq pgen lbih byk nulis ttg cerpen. tp byk kndla. ya mdh2 suatu saat bs trwujud.

    3. haikal sanfarell said

      keindahan bahasanya masih kurang mas…

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: