Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • isi hatiku

    Posted by starawaji pada Februari 12, 2011

    Ya Allah…. Mengapa hari ini begitu menyakitkan sekali. Berawal dari anak yang sakit saat hamba tak punya uang untuk berobat anak-anak, suami yang tiba-tiba marah setelah pulang sehabis menjemput ibu mertuaku dan sekarang aku harus meneteskan air mata karna mendengar celotehan anakku yang menanyakan aku sayang atau tidak kepadanya. Miris sekali hati ini mendengarnya…andai ia sudah mengerti mungkin tak kan pernah terlontar kata-kata menyakitkan itu.                                                               Aku memang sering memarahi ia tapi itu kulakukan karma ia selalu membuatku kesal sehinnga aku lepas control dan memarahinya, aku sadar itu tidak baik untuk perkembangan kejiwaannya tapi aku bingung harus berbuat apa dalam menghadapinya. Belum lagi suamiku yang terlalu keras mendidik anak kami yang bernama “Haafidz” tak jarang suamiku sering memukulnya apabila haafidz melakukan kesalahan, maafkan kami Ya Allah yang tak dapat mendidik anak kami dengan benar, maafkan kami juga Ya Allah yang tak mampu menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kami, berikanlah kami petunjuk Mu Ya Allah…..hamba hanya manusia yang hina yang mengaharapkan belas kasih dan ridho Mu Ya Allah…

    Aminah

    Entah sejak kapan perasaan marah ini muncul dan berkecambuk dalam dada yang sempit ini, mungkin semenjak aku tidak mengikuti liko lagi tapi itu pun bukan keinginanku. Aku ingin sekali ikut liko lagi tapi aku minder karma ibu-ibu yang satu liko denganku mereka semua orang yang berada sedangkan aku? Aku hanya istri seorang guru lulusan SMA yang sedang mengejar cita-citanya menjadi sarjana. Pada suatu ketika ada yang mengajak aku untuk liko ditempat suamiku mengajar tapi aku menolaknya itu pun dikarnakan aku minder karna aku satu liko dengan guru-guru, aku merasa tidak pantas karna aku bukan dari golongan mereka.

    Aku jadi teringat akan masa lalu saat aku belum menikah dengan suamiku, aku dikenalkan dengan dunia islam dan mengajar oleh seseorang yang menurutku ia begitu istimewa, ia yang membesarkan hatiku saat hancur karma orang tuaku yang lebih menyayangi kakakku sendiri. Ia sudah ku anggap orang tuaku sendiri ia adalah umiku, ibuku sri rejeki dahulu kami begitu dekat sekali tetapi sekarang tidak lagi aku tak tahu mengapa? Tapi semuanya aku pasrahkan kepada-NYA, aku yakin dengan bergulirnya waktu kebenaran pasti terungkap. Allah tidak mungkin diam melihat yang benar selalu dipersalahkan dan divonis bersalah.

     

    Terkadang aku sedih dan benci bila ada orang dekat dengan umi

    Tapi aku rasa itu manusiawi karna sejak aku berumur 9 bulan aku tidak

    Mendapatkan kasih saying dari orang tua, aku dibesarkan oleh nenekku

    Yang sekarang sudah mennggal dunia… itu pun aku sesali karna aku

    Belum sempat mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa selama

    Ini aku sangat sayang sekali…padanya.

     

    Untuk suamiku tersayang maafkan aku yang selama ini selalu

    Membuatmu susah, kesal, marah dan menyakiti hatimu…tapi itu tidak

    Pernah terlintas dalam hati dan pikiran untuk menyakiti hatimu abi…

    Andai hati ini sebening kaca aku ingin kau melihat dan merasakan betapa cinta dan sayangnya aku padamu tanpa melebihi kadar cinta aku kepada robku. Teruntuk anak-anakku yang soleh dan sholehah yakinkan dalam hatimu bahwa umi sangat sayang pada kalian tanpa melebihi sayang umi kepada Nabi kita Muhammad SAW. Jadilah anak yang berbakti kepada agama, orang tua, dan bangsa.

     

    Teruntuk umi sri rejeki yang baik neng sangat berharap sekali hubungan kita dapat sedekat dan seindah dulu…..

    Untuk nenekku yang tersayang mudah-mudahan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.untuk diriku sendiri semoga menjadi cucu, anak,ibu,dan istri yang sholehah, menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya serta yang lebih utama menjadi hamba Allah yang beriman dan bertakwa serta senantiasa berjalan dijalan yang benar dan lurus yang Engkau ridhoi Ya ALLAH……

     

     

    DOA YANG TERKABUL

     

     

    Selesai sholat tahajud kupanjatkan doa semoga apa yang aku dan suamiku cita-citakan dikabulkan oleh ALLAH SWT. tak terasa waktu cepat berlalu kulihat dijam dinding rumahku menunjkkan pukul.04.30 WIB, aku bergegas mempersiapkan perlengkapan sholat suamiku tercinta dan langsung kubangunkan suamiku.

    Bi…. Bangun waktunya sholat subuh, kita sholat berjamaah dengan anak-anak yuk!…. lalu suamiku bergegas mengambil air wudlu.

    Mi… anak-anak sudah dibangunkan?“belum bi nanti umi bangunkan. Kusentuh wajah malaikat-malaikat kecil yang selalu menyejukkan hati disaat syaitan mengglayoti hatiku dengan amarah,“bang,dede cepat bangun kita sholat berjamaah yuk…? Supaya kita disayang sama ALLAH… mereka lalu ku antar untuk mengambil air wudlu dan ku ajarkan bagaimana cara berwudlu dengan baik dan benar, selesai sholat subuh kami mengajarkan anak-anak mengaji agar mereka terbiasa mengerjakannya sampai mereka dewasa nanti…

     

    Aku sibuk menyiapkan sarapan pagi dan suamiku sibuk memakai seragam dinasnya, suamiku adalah seorang guru swasta yang penghasilannya dibawah UMR meski tidak sesuai dengan pekerjaannya yang berat dan penuh tanggung jawab namun suamiku tetap bersemangat mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara dengan memberikan ilmu yang ia miliki walaupun tak seberapa… bi … hati-hati dijalan ya… itu yang selalu aku katakana pada suamiku lalu kuraih tangan suamiku tercinta sebagai rasa sayangku…

     

     

     

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: