Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AKHLAK

    Posted by starawaji pada Januari 30, 2011

    EFEKTIVITAS  PEMBELAJARAN  AKHLAK SISWA

    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    1. LATAR BELAKANG MASALAH

    Akhlak mempunyai pengaruh besar terhadap individu manusia dan terhadap suatu bangsa. Dalam suatu syair dikatakan: “Sesungguhnya bangsa itu tetap hidup selama bangsa itu berakhlak, jika akhlak mereka lenyap maka hancurlah mereka”[1]

    Nabi Muhammad SAW adalah seorang rasul yang diutus pada saat terjadi kebobrokan akhlak, Allah SWT sengaja mengutus nabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak, sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh ahmad, rasulullah bersabda:

     

    إِنَما بعثت لأتمم صالح الأخلاق

    Artinya :

    Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. [2]

    1

    Ajaran-ajaran akhlak rasulullah adalah ajaran akhlak yang terkandung dalam Al-qur’an, yang didalamnya mengajarkan bagaimana moral individu manusia  terhadap kehidupan sosial dan kehidupan agamanya.[3] Di dalam Al-Quran Allah SWT. menganjurkan kepada manusia untuk mendidik dengan hikmah dan pelajaran yang baik

    ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

    إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

     

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”[4]

    Manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih, dalam keadaan seperti ini manusia akan mudah menerima kebaikan atau keburukan. Karena pada dasarnya manusia mempunyai potensi untuk menerima kebaikan atau keburukan hal ini dijelaskan Allah, sebagai berikut:<more…>

    وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا  فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا  قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا  وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

    ”Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.[5]

    Ayat tersebut mengindikasikan bahwa manusia mempunyai kesempatan sama untuk membentuk akhlaknya, apakah dengan pembiasaan yang baik atau dengan pembiasaan yang buruk. Pembiasaan yang dilakukan sejak dini/sejak kecil akan membawa kegemaran dan kebiasaan tersebut menjadi semacam kebiasaan sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kepribadiannya. Al-Ghazali mengatakan:

    ” Anak adalah amanah orang tuanya, hatinya yang bersih adalah permata berharga nan murni, yang kosong dari setiap tulisan dan gambar. Hati itu siap menerima setiap tulisan dan cenderung pada setiap yang ia inginkan. Oleh karena itu, jika dibiasakan mengerjakan yang baik, lalu tumbuh di atas kebaikan itu maka bahagialah ia didunia dan akhirat, orang tuanya pun mendapat pahala bersama.”[6]

    Akan tetapi dalam perjalanannya, akhlak menjadi hanya sekedar adab atau tatakrama saja. Akhlak kehilangan substansi filosofisnya. Tidak heran jika saat ini, moralitas umat Islam Indonesia mengalami krisis akut. Akibatnya, keshalihan ritual seringkali tidak berkorelasi positif dengan keshalihan sosial. Padahal, akhlak merupakan ujung tombak agama. Inilah saatnya untuk menghidupkan akhlak kembali.

    Dengan banyaknya prilaku yang kurang baik dalam kehidupan bermasyarakat dan juga kehidupan anak-anak didik kita yang semakin tidak terkontrol dan bisa menyebabkan sebuah problematika yang baru dalam kehidupan dan tingkah laku anak didik yang suatu saat akan semakin rusak, banyaknya perilaku yang kurang baik pada jiwa anak membuat penulis ingin melakukan sebuah penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung.

    Berdasarkan penelitian pendahuluan, ternyata dijumpai Efektivitas Pembelajaran Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung.  masih rendah,  hal ini banyak disebabkan kurangnya kedisiplinan dari pada Guru,  kedisiplinan siswa-siswinya, sarana dan prasarana  yang terbatas, dukungan orang tua yang masih rendah,  kondisi lingkungan yang kurang mendukung,  dll.

    Kurangnya dorongan semangat untuk belajar dari siswa  dan siswi  di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung dalam hal belajar Akhlak,  berpengaruh besar terhadap keberhasilan  dalam proses belajar mengajar,  akibatnya para guru dalam melakukan pembelajaran menjadi kurang efektif.  Dampaknya guru-guru menjadi enggan untuk memberikan materi mengajar,  dan hanya memberi tugas-tugas kepada muridnya.  Hal ini dapat melemahkan dari pada sebuah keberhasilan dalam belajar yang tentunya akan mempengaruhi efektivitas belajar di sekolah tersebut.  Akibatnya efektivitas dari pembelajaran Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung kurang bagus,  terutama untuk pembelajaran Akhlak

    Rendahnya moral dari para siswa  dalam kehidupan sehari-sehari adalah akibat dari kurang efektivnya  proses belajar mengajar dalam bidang Pembelajaran Aqidah Akhlak.  Siswa-siswi lostkontrol dalam kehidupanya,  mereka bisa terjebak dalam dunia hitam, yang sekarang dijadikan sebagai trend gaya hidup baru, mereka tidak melihat bagaimana masa depan kehidupannya nanti, sungguh ironis memang ketika sekarang penyalahgunaan obat-obat terlarang semakin marak dinegeri kita, apalagi baru-baru ini pihak kepolosian berhasil membongkar tempat diproduksinya barang haram tersebut.

    Berdasarkan  latar belakang masalah tersebut  di atas,  maka penulis akan  mengadakan  penelitian dan membahas  skripsi  yang berjudul,  “Efektivitas Pembelajaran AKHLAK di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung”, dengan Alasan sebagai berikut :

    1. Karena Pembelajaran Akhlak merupakan dasar dari ajaran –ajaran tentang tatakrama kehidupan manusia yang harus dikuasai oleh seluruh pemeluk agama Islam.
    2. Karena efektivitas dari pembelajaran Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung masih kurang maksimal atau belum tercapai sesuai target yang telah dicanangkan sebelumnya.
    3. Karena kualitas pendidikan yang dihasilkan kurang bagus.
    4. Karena penulis merupakan Kepala Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung.
    5. Karena lokasi penelitian letaknya dekat dengan tempat tinggal penulis.

     

    1. IDENTIFIKASI MASALAH

    Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis dapat mengidentifikasikan  masalah penelitian  sebagai berikut :

    1. Pencapaian target kurikulum.
    2. Daya serap siswa
    3. Presensi guru dan siswa
    4. Prestasi belajar siswa
    5. PEMBATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH

     

    Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka penulis melakukan pembatasan masalah karena mengingat terlalu banyaknya permasalahan yang timbul, dan agar penelitian lebih mendalam dan terfokus, adapun pada penelitian ini hanya akan membahas tentang Efektivitas Pembelajaran Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung

    Dari pembatasan masalah di atas maka penulis merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:

    1. Sejauh mana  efektivitas pembelajaran akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung bisa tercapai ?
    2. Bagaimana pencapaian target kurikulum, Daya serap siswa., Presensi guru dan siswa., dan Prestasi belajar siswa yang dicapai dalam pembelajaran akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung  ?

     

    1. TUJUAN DAN SIGNIFIKANSI (KEBERMAKANAAN) PENELITIAN

     

    Adapun yang menjadi tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah :

    1. untuk mrngetahui efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten terhadap kehidupan sehari-hari para siswa dan siswinya.
    2. Untuk mengetahui pencapaian target kurikulum yang dilakukan  sekolah dalam meningkatkan akhlak anak didik di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten
    3. Ingin membuktikan sejauh mana efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
    4. Ingin membuktikan pencapaian target kurikulum, daya serap, presensi (kehadiran) dari pada guru, presensi dari pada siswa, dan prestasi belajar pendidikan Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.

    Sedangkan signifikansi (kebermaknaan) dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1. Bagi penulis sebagai persyaratan memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S.Pd.I)
    2. Bagi tempat penelitian agar dapat dijadikan sebagai salah satu bahan acuan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten pada khususnya dan di lembaga pendidikan lain pada umumnya.
    3. Bagi STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta agar dapat dijadikan sebagai sample penelitian bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian.
    4. untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
    5. Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi para pendidik dalam menerapkan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.

     

    1. SISTEMATIKA PENULISAN

     

    Skripsi ini dirumuskan menjadi lima bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

    1. BAB I. Merupakan  pendahuluan yang memuat tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan signifikansi (kebermaknaan) penelitian, dan sistematika penulisan
    2. BAB II. Merupakan Landasan teori yang memuat tentang deskripsi teori, kerangka berfikir, dan hipotesis.
    3. BAB III. Merupakan kerangka metodologis yang meliputi Metode penelitian, populasi sampel dan teknik penarikan sampel, instrumentasi penelitian, tekhnik pengumpulan data, tekhnik analisa data, .
    4. BAB IV. Merupakan hasil dari penelitian, yang terdiri dari deskripsi  MTS. Al-Hidayah Teras Bendung, deskripsi karakteristik responden, penyajian analisa data, interpretasi hasil penelitian.
    5. BAB V. Merupakan penutup, yang meliputi tentang kesimpulan dan rekomendasi
    6. Daftar pustaka dan lampiran

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB II

    LANDASAN TEORI PENELITIAN

     

    1. A. Deskripsi Teori
      1. 1.     Efektivitas
        1. Pengertian Efektivitas

    Aktivitas  belajar mengajar yang sekarang ada baik di sekolah dasar maupun di sekolah-sekolah menengah, mereka mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru, yang didasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu. Kurikulum yang sekarang ada sudah jelas berbeda dengan kurikulum zaman dulu, ini disebabkan oleh sistem pendidikan dan kebutuhan akan pengetahuan mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan zaman yang semakin hari semakin berkembang.

    11

    Bahan mata pelajara yang banyak terangkum dalam kurikulum tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia pada hari efektif yang ada pada tahun ajaran tersebut. Namun kadang-kadang semua materi yang ada dikurikum lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Ini sangat ironis sekali dikarenakan semua mata pelajaran dituntut untuk bisa mencapai target tersebut. Untuk itu perlu adanya strategi efektivitas pembelajaran.

    Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu Effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur.[7] Efektivitas menunjukan tingkat tercapainya suatu tujuan, suatu usaha dikatakan efektif jika usaha itu mencapai tujuannya. Secara ideal efektivitas dapat dinyatakan dengan ukuran-ukuran yang agak pasti, misalnya usaha X adalah 60% efektif dalam mencapai tujuan Y.[8]

    Di dalam kamus bahasa Indonesia Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efektif, pengaruh atau akibat, atau efektif juga dapat diartikan dengan memberikan hasil yang memuaskan.[9] Dari uraian diatas dapat dijelaskan kembali bahwa efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang dicapai.

    1. Kriteria Efektivitas Pembelajaran

    Didalam proses belajar mengajar banyak faktor yang mempengaruhi terhadap berhasilnya sebuah pembelajaran, antara lain kurikulum, daya serap, presensi guru, presensi siswa dan prestasi belajar.

     

    1).   Kurikulum

    Kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “cuciculum”semula berarti “a running course, or race cource, especially a chariot race cource” dan dalam bahasa perancis “courier” yang berarti “to run” (berlari). Kemudian istilah itu dipergunakan untuk sejumlah “cource” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.[10]

    Smith memandang bahwa kurikulum sebagai “a sequence of potencial experience of disciplining children and youth in group ways of thinking acting” yaitu penekanannya pada aspek sosial, yakni mendidik anak menjadi anggota masyarakat.[11] Dari uraian diatas telah jelas bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dicapai/diselesaikan oleh peserta didik untuk mendapatkan ijazah (STTB).

    Sebelum abad ke 20 setelah kurikulum belum banyak digunakan dalam kontek pendidikan. Para ahli mencatat bahwa konsep-konsep tentang kurikulum mulai berkembang sejak dipublikannya sebuah buku yang berjudul “The Curriculum” yang ditulis oleh Franklin Bobblilt pada tahun 1918.[12] Yang pada garis besarnya berisi tentang kurikulum sebagai rencana pelajaran atau bahan ajaran, kurikulum sebagai pengalaman belajar dan kurikulum sebagai rencana belajar.

    2).  Daya Serap

    Didalam kamus besar bahasa Indonesia, daya serap diartikan sebagai kemampuan seseorang atau suatu menyerap.[13] Daya serap yang di maksud disini adalah kemampuan siswa untuk menyerap atau menguasai materi/bahan ajar yang di pelajarinya sesuai dengan bahan ajar tersebut yang meliputi:

    a)      Efektivitas kurikulum Pendidikan Agama Islam

    Efektivitas kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat digambarkan yaitu merupakan poroses belajar mengajar yang membahas tentang bahan ajar Pendidikan Agama Islam dengan segenap komponen yang ada termasuk didalamnya metode yang digunakan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan memahami, menghayati dan mengamalkan kehidupan sehari-hari melalui materi Al-Qur’an dan hadits, Aqidah, akhlakul karimah, Fiqh dan Tarikh Islam.

    b)     Daya Serap Terhadap Materi Pelajaran

    Daya serap merupakan sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam Peroses Kegiatan Belajar Mengajar.  Pemahaman ini juga banyak faktor yang mempengaruhinya seperti,  minat siswa terhadap mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, lingkungan yang kondusif, bahkan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang bersahabat dengan siswa.

    c)      Evaluasi Hasil Belajar

    Kegiatan evaluasi atau menilai hasil-hasil dari belajar siswa merupakan tindak lanjut dari semua rangkaian aktivitas pembelajaran. Evaluasi ini bermaksud untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan menyerap materi pelajaran yang telah diberikan  oleh seorang guru dalam melaksanakan tugas belajar di kelas.

    Kegiatan evaluasi ini tentu akan menjadi pedoman baik untuk guru atau siswa, dimana akan terlihat dengan jelas letak kekurangan-kekurangan yang ada, sehingga akan menjadi tolak ukur dan perbaikan untuk masa yang akan datang.

    3).         Presensi Guru dan Murid

    Secara bahasa Presensi berarti kehadiran.[14] Di di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten guru merupakan orang yang membimbing dan memberikan contoh kepada siswanya. Gamblangnya jika guru tidak hadir di sekolah untuk memberikan materi pelajaran, maka secara logis siswa juga tidak hadir disekolah, karena guru telah mencontohkan hal yang tidak baik. Secara matematis guru di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten dalam melakukan atau memberikan materi bahan ajarnya lebih banyak melakukan pertemuan sesuai dengan jadwal atau jika di persenkan sebesar 95.67% tatap muka. Ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan kehadiran pada daftar hadir guru.

    Kemudian siswanyapun secara keseluruhan kehadiran disekolah untuk melakukan pembelajaran 89.33% aktif. Jadi dengan demikian presensi atau kehadiran antara siswa dan guru sangat baik sekali.

    4).            Prestasi Belajar

    Secara bahasa prestasi adalah hasil yang telah di capai (dari yang telah dikerjakan atau dilakukan).[15] Sedangkan belajar itu sendiri adalah suatu peroses aktivitas yang dapat membawa perubahan pada individu,[16] dan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran lainnya ditunjukan dengan tes atau angka nilai yang diberikan guru[17]

    Dengan demikian seseorang telah mengalami peroses aktifitas belajar mengajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun dari segi lainnya. Proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan didalam kelas saja yaitu intraksi antara guru dengan siswa dalam situasi pendidikan atau lembaga sekolah saja, akan tetapi lebih dari itu masyarakat pun merupakan lahan pendidikan yang kadang dilupakan oleh banyak orang.

    Dalam dunia pendidikan belajar merupakan proses terjadinya interaksi antara guru dengan siswa yang memiliki tujuan sebagai target yang harus dicapai dalam proses belajar mengajar.  Menurut Sudirman dkk, bahwa “isi rumusan tujuan dalam pendidikan harus bersifat komprehensif. Artinya mengandung aspek pengetahuan,  sikap dan keterampilan”[18] Ketiga aspek tersebut dalam istilah pendidikan dikenal sebagai Taksonomi Bloom yang meliputi tiga matra yaitu :

    a)     Ranah (matra) Kognitif/intelektual yang terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi,analisis dan evaluasi

    b)     Ranah (matra) Afektif/sikap yang meliputi atas penerimaan respon,organisasi,evaluasi dan memberi sifat (karakter)

    c)     Ranah (matra) Psikomotorik/keterampilan melalui pentahapan imitasi,spekulasi,prosisi,artikulasi dan naturalisasi.[19]

    Dari ketiga matra tersebut diatas dapat ditentukan bahwa keberhasilan/prestasi belajar harus diukur oleh ketiga matra tersebut. Jika ketiga matra tersebut salah satunya belum terukur maka prestasi belajar siswa tersebut masih perlu diuji kembali..

    Dari uraian tersebut diatas telah jelas bahwa prestasi belajar merupakan pengukuran tingkah laku baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun dari segi lainnya.

     

    1. 2.     Pembelajaran
      1. Pengertian pembelajaran

    Pembelajaran berasal dari kata belajar, yang memiliki arti yaitu aktivitas perubahan tingkah laku.[20] Perubahan tingkah laku yang dimaksud itu nyata memiliki arti yang sangat luas yaitu perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti.

    Pada kenyataannya pembelajaran adalah merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dimana saja tanpa ada ruang dan waktu, karena memang pembelajaran biasa dilakukan kapan saja dan dimana saja, walaupun banyak orang beranggapan bahwa pembelajaran hanya dilakukan disekolah atau lembaga tertentu.

    Dari uaraian diatas maka dapat ditarik benang merahnya yaitu pembelajaran merupakan kegiatan perubahan tingkah laku secara kognitif, afektif dan psikomotorik.

     

    b.  Dasar-dasar Tujuan Pembelajaran

    Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat.[21] Adapun dasar-dasar tujuan pembelajaran ialah:

    1).     UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu Alinea keempat yang berbunyi  “Mencerdaskan kehidupan bangsa”

    2).     Berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,  bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[22]

    1. 3.     Akhlak
      1. Pengertian Akhlak

    Pengertian  Akhlak  Secara  Etimologi,  Menurut  pendekatan  etimologi, perkataan  “akhlak”  berasal  dari  bahasa  Arab  jama’  dari  bentuk  mufradnya “Khuluqun” yang menurut  logat  diartikan:  budi  pekerti,  perangai,  tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan “khalkun”  yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti Pencipta dan “Makhluk”   yang berarti yang diciptakan.[23]

    Baik  kata  akhlaq  atau  khuluq  kedua-duanya  dapat  dijumpai  di  dalam  al  Qur’an, sebagai berikut:

     

    y7¯RÎ)ur 4’n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã

    Artinya :

    Dan  sesungguhnya engkau  (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang Agung.” (Q.S. Al-Qalam, 68:4).[24]

     

     

     

     

    Sedangkan menurut pendekatan secara terminologi, berikut ini beberapa pakar mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut:

    1).     Ibn Miskawaih

    Bahwa  akhlak  adalah  keadaan  jiwa  seseorang  yang  mendorongnya  untuk melakukan  perbuatan-perbuatan  tanpa  melalui  pertimbangan  pikiran  lebih dahulu.

    2).     Imam Al-Ghazali

    Akhlak adalah suatu sikap yang mengakar dalam jiwa yang darinya lahir berbagai perbuatan  dengan  mudah  dan  gampang,  tanpa  perlu  kepada  pikiran  dan pertimbanagan. Jika sikap  itu yang darinya  lahir perbuatan yang baik dan  terpuji, baik  dari  segi  akal  dan  syara’, maka  ia  disebut  akhlak  yang  baik. Dan  jika  lahir darinya perbuatan tercela, maka sikap tersebut disebut akhlak yang buruk.[25]

    3).     Prof. Dr. Ahmad Amin

    Sementara  orang  mengetahui  bahwa  yang  disebut  akhlak  ialah  kehendak  yang dibiasakan.  Artinya,  kehendak  itu  bila  membiasakan  sesuatu,  kebiasaan  itu dinamakan akhlak.  Menurutnya  kehendak  ialah  ketentuan  dari  beberapa  keinginan  manusia setelah  imbang, sedang kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya, Masing-masing  dari  kehendak  dan  kebiasaan  ini mempunyai kekuatan,  dan  gabungan  dari  kekuatan  itu menimbulkan  kekuatan  yang  lebih  besar. Kekuatan besar inilah yang bernama akhlak. [26]

     

    Jika  diperhatikan  dengan  seksama,  tampak  bahwa  seluruh  definisi  akhlak sebagaimana  tersebut  diatas  tidak  ada  yang  saling  bertentangan,  melainkan  saling melengkapi, yaitu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang nampak dalam perbuatan lahiriah yang dilakukan dengan mudah,  tanpa memerlukan pemikiran  lagi dan sudah menjadi kebiasaan.

    Jika dikaitkan dengan kata Islami, maka akan berbentuk akhlak Islami, secara sederhana akhlak Islami diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak  yang  bersifat  Islami. Kata  Islam  yang berada  di belakang kata akhlak dalam menempati  posisi  sifat.  Dengan  demikian  akhlak  Islami  adalah  perbuatan  yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebernya berdasarkan pada ajaran  Islam.  Dilihat  dari  segi  sifatnya  yang  universal,  maka  akhlak  Islami  juga bersifat universal.[27]

    Dari  definisi  di  atas  dapat  ditarik  kesimpulan  bahwa  dalam  menjabarkan akhlak  universal diperlukan bantuan pemikiran  akal manusia dan kesempatan social yang  terkandung  dalam  ajaran  etika  dan  moral.  Menghormati  kedua  orang  tua misalnya  adalah  akhlak  yang  bersifat mutlak  dan  universal.  Sedangkan  bagaimana bentuk  dan  cara  menghormati  oarng  tua  itu  dapat  dimanifestasikan  oleh  hasil pemikiran manusia.

    Jadi,  akhlak islam bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun  peradaban manusia  dan mengobati  bagi  penyakit  social  dari  jiwa  dan mental,  serta  tujuan  berakhlak  yang  baik  untuk mendapatkan  kebahagiaan  di  dunia dan akhirat.

    Dengan demikian akhlak Islami itu jauh lebih sempurna dibandingkan dengan akhlak lainnya. Jika aklhak lainnya hanya  berbicara  tentang  hubungan  dengan manusia,  maka akhlak Islami  berbicara  pula  tentang  cara  berhubungan  dengan binatang,  tumbuh-tumbuhan,  air, udara dan lain sebagainya. Dengan  cara  demikian, masing masing makhluk merasakan fungsi dan eksistensinya di dunia ini.

     

    1. Sumber dan Macam-macam  Akhlak

    1).   Sumber Akhlak

    Persoalan  “akhlak”  didalam  Islam  banyak  dibicarakan  dan  dimuat  dalam  al-Hadits  sumber tersebut  merupakan  batasan-batasan  dalam  tindakan  sehari-hari bagi manusia ada yang menjelaskan artibaik dan buruk. Memberi informasi kepada umat, apa yang mestinya harus diperbuat dan bagaimana harus bertindak. Sehingga dengan mudah dapat diketahui, apakah perbuatan itu terpuji atau tercela, benar atau salah.Kita  telah mengetahui  bahwa  akhlak  Islam  adalah merupakan  sistem moral atau  akhlak  yang  berdasarkan  Islam,  yakni  bertititk  tolak  dari  aqidah  yang diwahyukan  Allah  kepada  Nabi  atau  Rasul-Nya  yang  kemudian  agar  disampaikan kepada umatnya. Akhlak  Islam,  karena  merupakan  sistem  akhlak  yang  berdasarkan  kepada kepercayaan kepada Tuhan, maka tentunya sesuai pula dengan dasar dari pada agama itu  sendiri. Dengan  demikian,  dasar  atau  sumber  pokok  daripada  akhlak  adalah  al-Qur’an dan al-Hadits yang merupakan sumber utama dari agama itu sendiri.[28] Pribadi  Nabi Muhammad  adalah  contoh  yang  paling  tepat  untuk  dijadikan teladan  dalam  membentuk  kepribadian.  Begitu  juga  sahabat-sahabat  Beliau  yang selalu berpedoman kepada al-Qur’an dan as-Sunah dalam kesehariannya. Beliau bersabda:

     

     

     

     

    Artinya :

    Dari  Anas  bin  Malik  r.a.  berkata,  bahwa  Nabi  saw  bersabda,”telah  ku tinggalkan  atas  kamu  sekalian  dua  perkara,  yang  apabila  kamu  berpegang kepada keduanya, maka tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan sunnah Rasulnya.[29]

    Dengan demikian  tidak diragukan  lagi bahwa segala perbuatan atau  tindakan manusia apapun bentuknya pada hakekatnya adalah bermaksud mencapai kebahagiaan,  sedangkan  untuk  mencapai  kebahagiaan  menurut  sistem  moral  atau akhlak yang agamis (Islam) dapat dicapai dengan jalan menuruti perintah Allah yakni dengan menjauhi segala larangannya dan mengerjakan segala perintahnya, sebagaimana  yang  tertera dalam pedoman dasar hidup bagi  setiap muslim  yakni  al-Qur’an dan al-Hadits.

     

    2).   Macam-macam Akhlak

    a)         Akhlak Al-Karimah

    Akhlak Al-karimah  atau  akhlak  yang mulia  sangat  amat  banyak jumlahnya,  namun dilihat  dari  segi  hubungan  manusia  dengan  Tuhan  dan  manusia  dengan  manusia, akhlak yang mulia itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

    (1). Akhlak Terhadap Allah

    Akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dia memiliki  sifat-sifat  terpuji demikian Agung  sifat  itu, yang  jangankan manusia, malaikatpun tidak akan menjangkau hakekatnya.

    (2). Akhlak terhadap Diri Sendiri

    Akhlak yang baik terhadap diri sendiri dapat diartikan menghargai, menghormati, menyayangi dan menjaga diri sendiri dengan sebaik-baiknya, karena sadar bahwa dirinya  itu  sebgai ciptaan dan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Contohnya:  Menghindari  minuman  yang  beralkohol,  menjaga  kesucian  jiwa, hidup sederhana serta jujur dan hindarkan perbuatan yang tercela.

    (3). Akhlak terhadap sesama manusia

    Manusia  adalah makhluk  social  yang  kelanjutan  eksistensinya  secara  fungsional dan optimal banyak bergantung pada orang  lain, untuk  itu,  ia perlu bekerjasama dan  saling  tolong-menolong  dengan  orang  lain.  Islam menganjurkan  berakhlak yang baik kepada saudara, Karena  ia berjasa dalam  ikut serta mendewasaan kita, dan merupakan  orang  yang  paling  dekat  dengan  kita. Caranya  dapat  dilakukan dengan memuliakannya, memberikan bantuan, pertolongan dan menghargainya.  Jadi, manusia menyaksikan dan menyadari bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya keutamaan yang  tidak dapat  terbilang dan karunia kenikmatan yang  tidak bisa  dihitung  banyaknya,  semua  itu  perlu  disyukurinya  dengan  berupa  berzikir dengan  hatinya.[30] Sebaiknya  dalm  kehidupannya  senantiasa  berlaku  hidup  sopan  dan santun  menjaga  jiwanya  agar  selalu  bersih,  dapt  tyerhindar  dari  perbuatan  dosa, maksiat,  sebab  jiwa  adalah  yang  terpenting  dan  pertama  yang  harus  dijaga  dan dipelihara dari hal-hal yang dapat mengotori dan merusaknya. Karena manusia adalah makhluk  sosial  maka  ia  perlu  menciptakan  suasana  yang  baik,  satu  dengan  yang lainnya saling berakhlak yang baik.

     

    b)         Akhlak Al-Mazmumah

    Akhlak  Al-mazmumah  (akhlak  yang  tercela)  adalah  sebagai  lawan  atau kebalikan dari akhlak yang baik seagaimana tersebut di atas. Dalam ajaran Islam tetap membicarakan  secara  terperinci  dengan  tujuan  agar  dapat  dipahami  dengan  benar, dan dapat diketahui cara-cara menjauhinya. Berdasarkan  petunjuk  ajaran  Islam  dijumpai  berbagai  macam  akhlak  yang tercela, di antaranya:

    (1).      Berbohong

    Ialah memberikan atau menyampaikan  informasi yang  tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

    (2).      Takabur (sombong)

    Ialah  merasa  atau  mengaku  dirinya  besar,  tinggi,  mulia, melebihi orang  lain. Pendek kata merasa dirinya lebih hebat.

    (3).      Dengki

    Ialah rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain.

    (4).      Bakhil atau kikir

    Ialah  sukar  baginya  mengurangi  sebagian  dari  apa  yang  dimilikinya  itu  untuk orang lain.

     

    Sebagaimana diuraikan di atas maka akhlak dalam wujud pengamalannya di bedakan  menjadi  dua:  akhlak  terpuji  dan  akhlak  yang  tercela.  Jika  sesuai  dengan perintah Allah dan rasulnya yang kemudian melahirkan perbuatan yang baik, maka itulah yang dinamakan akhlak yang terpuji, sedangkan jika ia sesuai dengan apa yang dilarang oleh Allah dan  rasulnya dan melahirkan perbuatan-perbuatan yang buruk, maka itulah yang dinamakan akhlak yang tercela.

     

    1. Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlak.

    Sangat banyak manfatnya yang di rasakan setelah mempelajari ilmu akhlak salah satunya kita bisa membedakan apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara berakhlak yang baik dalam tingkah laku atau perbuatan untuk menghadapi kehidupan, serta cara berinteraksi dalam bermasyarakat seperti menghadapi usia dibawah kita, sesama, lebih tua, akan lebih hati-hati. Bukan hanya itu, banyak juga wawasan yang didapat dalam ilmu akhlak ini bisa lebih mengetahi bagaimana orang yang berakhlak baik dan bagaimana yang berakhlak buruk, serta paham akan cara-cara bagaimana menjadi seseorang yang berakhlak baik[31].

    Dengan berakhlak baik maka kita bisa dapat menghargai dan juga pastinya dihargai oleh masyarakat umum, maka sangat bermanfaat ilmu akhlak ini bila kita bisa memperbaiki lebih baik mungkin banyak kekurangan-kekurangan dalam berakhlak baik, dan kita bisa lebih paham bagai mana akhlak yang di terima oleh Allah SWT, maka dari pelajaran akhlak ini bukan hanya dalam perbuatan tetapi keikhlasan hati tulus ini salah satu yang utama dalam mempelajari ilmu akhlak yang baik.

     

    1. B. Kerangka Berfikir

    Berdasarkan deskripsi teori yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dipahami dengan jelas betapa pentingnya pendidikan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan begitu semua bisa tercerahkan serta bisa memberi pencerahan kepada generasi penerus bangsa sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena pendidikan tidak hanya menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual saja, tapi juga generasi yang mempunyai akhlakul karimah serta santun dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Pendidikan akhlak merupakan sebuah pelatihan terhadap tingkah laku, sikap, dan moral yang berlandaskan pada Al-qur`an dan sunah nabi yang diajarkan terhadap anak-anak agar terbentuk kepribadian muslim yang sempurna. Sedangkan lembaga pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan Al-qur’an dan Sunah nabi yang dilakukan oleh orang dewasa yang berakhlakul kharimah kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia berkpribadian muslim. Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada anak didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan umat manusia yang berwibawa serta mempersiapkan anak didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya. MTS. Al-Hidayah Teras Bendung merupakan salah satu insitusi yang menyelenggarakan pendidikan dasar tentang kehidupan berakhlakul kharimah yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi anak-anak didiknya untuk menjadi bagian dari Sumber Daya Manusia yang mempunyai kepribadian muslim yang sejati dengan akhlak yang tinggi sehingga unggul di segala bidang, khususnya dalam pembentukan kepribadian muslim yang sempurna.

     

    1. C. Hipotesis

    Hipotesis adalah kesimpulan yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul” (Arikunto, 2006:71) Karena Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif, maka tidak wajib untuk membuat Hipotesis Penelitian, karena penelitian ini bukan menguji Hipotesis.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB III

    KERANGKA METODOLOGIS

     

    1. METODE PENELITIAN

    Metode  penelitian  adalah  suatu  cara  sebagai  usaha  untuk  menemukan, mengembangkan  dan  menguji  kebenaran  suatu  pengetahuan  dalam  upaya memecahkan  suatu  pengetahuan  dalam  upaya  memecahkan  suatu  permasalahan dengan menggunakan metode ilmiah. Dengan metode penelitian pekerjaan penelitian akan  lebih  terarah, sebab metode penelitian bermaksud memberikan kemudahan dan kejelasan  tentang apa dan bagaimana peneliti melakukan penelitian. Oleh karena  itu dalam  bab  tiga  ini  akan  diuraikan  mengenai  berbagai  hal  yang  termasuk  dalam metode penelitian.

    32

    Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif  kualitatif, yaitu mengadakan penelitian yang terjadi sekarang dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai situasi yang sedang berlangsung. Hal ini merupakan salah satu jenis metode yang menitik beratkan pada penalaran yang berdasarkan realitas sosial secara objektif dan  melalui   paradigma   fenomenologis,   artinya  metode   ini   digunakan   atas   tiga   pertimbangan: pertama, untuk mempermudah pemahaman realitas ganda. Kedua, menyajikan secara hakiki antara peneliti dan realitas. Ketiga, metode ini lebih peka dan menyesuaikan diri pada bentuk nilai yang dihadapi. (Moleong, 2001:5)

    Untuk lebih akurat dan tepat dalam penulisan penelitian ini, penulis juga melakukan survei secara langsung baik dengan cara mencari penjelasan informasi data dengan wawancara secara langsung dengan dewan guru maupun dengan mengamatinya.

     

    1. POPULASI, SAMPEL, DAN TEKNIK PENARIKAN SAMPEL

    Populasi adalah sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian.[32] Sampel adalah bagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti.[33]. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII (Delapan) yang berjumlah 48 siswa yang sebagiannya akan diteliti dengan menggunakan pendekatan proporsional sampling, yaitu suatu sampling proporsi atau perimbangan unsur atau kategori-kategori dalam populasi diperlihatkan dan diwakili oleh sampel.

    Adapun mengenai penentuan besarnya sampel, maka penulis berpedoman pada pendapat Winarno Surakhmad, yaitu : “… bila populasi cukup homogen terhadap populasi dibawah 100 dapat dipergunakan sampel sebesar 50 % dan diatas seratus sebesar 15 %. Untuk jaminan ada baiknya sampel selalu ditambah sedikit lagi dari jumlah matematik tadi.[34]

    Populasi pada penelitian ini sebanyak 48 siswa, dan bertolak pada pendapat diatas maka sampel yang akan diambil adalah 50 % dari 48, yaitu 50 % x 48 = 24. Jadi sampel pada penelitian ini berjumlah 24 siswa. Dengan menggunakan teknik sampel Random atau sistem acak.

     

    1. INSTRUMENTASI PENELITIAN

    Instrumen penelitian adalah alat pada waktu peneliti menggunakan  suatu metode  untuk  mengumpulkan  data.  (Suharsimi  Arikunto,  1996:  136). Dalam  penelitian  ini yang dilaksanakan  di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten, dalam proses  pengambilan  dan  pengumpulan  data  diperoleh dengan  melakukan  observasi  dengan  wawancara  terstruktur  dan menyebarkan kuesioner/angket yang berhubungan dengan respons emosional pada responden yang diteliti.

     

    1. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

    Untuk pengumpulan data-datanya, instrumen yang dilakukan adalah sebagai berikut :

    1. Observasi.

    Penulis melakukan observasi terhadap kegiatan belajar mengajar, kegiatan siswa pada waktu masuk dan pulang sekolah, kegiatan siswa pada waktu istirahat, upacara bendera, dan ketika siswa berada di luar sekolah.

    1. Angket  (Kuesioner)

    Penulis mengadakan penelitian dengan membuat angket yang berjumlah sebanyak 20 pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda 5 opsi dan tiap-tiap opsi penulis memberikan skor sebagai berikut  untuk jawaban :

    A, diberi nilai 5

    B, diberi nilai 4

    C, diberi nilai 3

    D, diberi nilai 2

    E, diberi nilai 1

    1. Wawancara

    Penulis melakukan wawancara kepada kepala sekolah, para guru, para pengurus yayasan, orang tua murid, sebagian siswa, dan masyarakat disekitarnya

    1. Dokumentasi.

    Penulis memerlukan dokumen sebagai berikut: Buku kurikulum, Absensi guru, Absensi siswa, Data siswa, Data guru, Buku lakgar atau buku nilai.

    1. tes

    yaitu penulis membuat tes tertulis (soal) sesuai dengan materi untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan efektivitas pembelajaran akhlak

     

     

     

     

    1. TEKNIK ANALISA DATA

    Setelah data-data terkumpul, maka penulis menganalisa dengan menggunakan analisis Deskriptif Kualitatif, artinya data-data yang terkumpul di pilah-pilah dan dikelompokan, sedangkan angka-angka yang ada dijumlahkan, diprosentase dan dikualitaskan.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN

    1. DESKRIPSI MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG
      1. Sejarah Singkat

    MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten  berdiri tahun 1995. Latar belakang berdirinya MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten dilandasi oleh usulan para tokoh masyarakat dan warga Kragilan, dengan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya sebuah sekolah untuk menimpa ilmu Agama menjadi dorongan tersendiri, mengingat sekolah lain di kragian tidak bisa menampung anak-anak warga kragilan, sehingga mereka  harus keluar dari desa mereka untuk bersekolah. Atas dasar itu masyarakat kragilan mengusulkan untuk di bentuknya sebuah madrasah. Dan akhirnya MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten dibangun dengan bantuan dari pemerintah dan masyarakat sekitar yang bergotong royong serta bahu membahu dalam mendirikan MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten  demi masa depan anak cucu mereka kelak.

     

     

     

    37

     

    1. Struktur Organisasi

    Struktur organisasi di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten, sama halnya pada lembaga pendidikan yang lainnya terdiri dari beberapa bagian, dan setiap bagian tersebut memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Berikut adalah struktur organisasi MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten:

     

    TABEL 1

    BAGAN STRUKTUR ORGANISASI MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    1. Data Guru

    Berikut adalah data tentang keadaan guru MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten.

     

    TABEL 2

    DAFTAR NAMA GURU DAN TATA USAHA

    MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN

    NO NAMA GURU TTL PENDIDIKAN TERAKHIR TUGAS MENGAJAR
    1 M. Khudamarrokhman, S.Pd Serang,  15/03/1976 S1 KEPSEK
    2 Sanuri Serang, 08/08/1962 SLTA Fiqih
    3 Ahmad Baihaqi, A.Ma Serang, 16/10/1979 D2 B. Arab
    4 H. Sugiman, S.Pd Bantul, 29/12/1954 S1 BK
    5 Syarif, S.Pd Tasikm, 03/02/1962 S1 B.Indonesia
    6 Koswara, S.Pd Tasikm, 10/09/1963 S1 PKn
    7 Sueb, S.Pd Serang,  14/10/1962 S1 IPS
    8 Edi, A.Ma Serang, 18/02/1987 D2 Penjas
    9 Eli, A.Ma Serang,  20/03/1987 D2 Qur`an Hadist
    10 Husen Sidad Serang, 20/05/1974 SLTA Nahu Shorof
    11 Sulaeman, M.Pd Serang,  28/04/1972 S2 IPA
    12 Suri`ah Serang, 14/02/1978 SLTA B. Inggris
    13 Fathonah, A.Ma Serang, 10/08/1985 D2 SBK
    14 Ela Sulastri, A.Ma Serang, 06/04/1983 D2 B. Indonesia
    15 Juhrotul Uyun, A.Ma Serang, 15/11/1984 D2 TIK
    16 Napisah, A.Ma Serang, 15/03/1984 D2 IPS
    17 Heli Sumyati, A.Ma Serang, 12/11/1984 D2 SKI
    18 Neneng Titi Mulyati Serang SLTA
    19 Masdin Serang SLTA Penjaga
    20 Jahuri Serang SLTA Penjaga

     

     

    1. Data Siswa

    Berikut adalah data keadaan siswa MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten

     

    TABEL 3

    DAFTAR KEADAAN SISWA DAN SISWI

    MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN

    No. Kelas JUMLAH Siswa Jumlah
    Laki-laki Perempuan
    1 VII 25 36 61
    2 VIII 13 35 48
    3 XI 13 33 46
    Jumlah 51 104 155

     

     

     

    1. Sarana dan Prasarana

    Dalam kegiatan proses belajar mengajar, MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten menggunakan fasilitas gedung pribadi yang ditunjang dengan beberapa sarana dan prasarana yang mendukung.

    1. Perlengkapan Sekolah atau Fasilitas atau sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten

    1).    R. Kepala Sekolah            = 1Ruang

    2).    Ruang Kelas                     = 4 Ruang

    3).    Ruang Guru                      = 1 Ruang

    4).    WC/MCK                         = 1 Ruang

    5).    Meja Kantor                      = 35Buah

    6).    Meja Siswa                       = 310 Buah

    7).    Kursi Kantor                     = 35 Buah

    8).    Kursi Siswa                       = 310 Buah

    9).    Lemari Kelas                     = 3 Buah

    10).    Rak Kantor                     = 4 Buah

    11).    Perpustakaan                   = 1 Ruang

    12).    Ruang OSIS                   =  1Ruang

    13).    Kantin                             =  1 Ruang

    14).    Tempat Olah Raga          = 3 Tempat

    15).    Mushola                          = 1 Ruang

    1. Kondisi tanah dan bangunan yang dimiliki oleh MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten

    1).       Status kepemilikan Tanah                                   =  Hak milik

    2).       Luas Tanah                                                         = 400 M2

    3).       Luas Bangunan                                                   = 280 M2

    4).       Luas Tanah Yang Masih Belum Digunakan       = 120 M2

     

    1. Kegiatan  Belajar Mengajar

    Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar  (KBM) di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten dilaksanakan pada siang hari yang dimulai pada pukul 07 :00 WIB sampai dengan pukul 12 : 00 WIB. Sedangkan untuk istirahat pada pukul 09 : 30 WIB  sampai dengan 10 : 00 WIB.

    Selain menjalankan kegiatan kurikuler, MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten juga melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler sebagai pembekalan kepada para siswa untuk lebih mampu menghadapi persaingan positif di dunia pendidikan dan agar dapat berdampingan dengan sekolah lain yang mungkin lebih maju. Kegiatan ekstra kurikuler tersebut adalah :Pramuka, Drum Band, Olahraga, Ibadah, dan Kosidah. Kegiatan ekstra kurikuler ini di laksanakan di luar jam pelajaran.

     

     

    1. Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah
      1. Visi

    ‘’ Menjadi Madrasah yang terpercaya di masyarakat untuk mencerdaskan bangsa dalam rangka mensukseskan wajib belajar sembilan tahun’’

    1. Misi

    1).           Menyiapkan generasi yang berkepribadian islami, unggul dalam prestasi, memiliki potensi dibidang IMTAQ dan IPTEK serta mampu untuk menjawab tantangan zaman.

    2).           Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, sktif, kreatif, inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.

    3).           Membangun citra madrasah yang baik dan bermutu sebagai mitra terpercaya di masyarakat.

    1. Tujuan

    1).             Siswa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta memiliki akhlakul kharimah.

    2).             Siswa cerdas intelektual, emosional dan spiritual serta sehat jasmani dan rohani.

    3).             Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

    4).             Siswa berprestasi baik dibidang akademik maupun di bidang non akademik.

    5).             Siswa kreatif, trampil, bekerja dan belajar sepanjang masa untuk dapat mengembangkan diri secara terus menerus.

     

    1. DESKRIPSI KARAKTERISTIK RESPONDEN

    MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten yang terletak di daerah kragilan kabupaten Serang  memiliki tempat yang begitu strategis untuk sebuah lembaga pendidikan Agama dengan jumlah siswa yang sangat banyak. Dengan para siswa yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda-beda dengan anak yang lainnya, dan mereka hidup dengan kesederhanaan, tapi banyak juga yang hidup dengan kemegahan, faktor ekonomi dari masing-masing siswa tidak membuat mereka rendah diri dalam belajar, mereka tetap semangat untuk belajar. Mereka berkumpul dalam sebuah lembaga pendidikan Agama yang menjadikan mereka berlomba-lomba dalam meraih cita-cita menjadi muslim yang sejati.

     

    1. Penyajian Analisa Data
      1. Penyajian Data
        1. Pencapaian Target Kurikulum

    Pencapaian target kurikulum di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten menunjukan  adanya kemajuan yang positif, semua itu dapat kita lihat pada tabel yang penulis sajikan.  Pencapaian target kurikulum di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten yang  membahas tentang :

    1).    Akhlak terpuji

    2).    Adab bertetangga

    3).    Adab terhadap orang tua

    4).    Prilaku Hidup

    5).    Sopan Santun

    Berikut adalah tabel data tentang pencapaian target kurikulum pelajaran MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten

    TABEL  4

    PENCAPAIAN TARGET KURIKULUM

    No Pokok Bahasan Tercapai (%) Belum Tercapai (%) Prosentase (%)
    1 Akhlak terpuji 80 20 100
    2 Adab bertetangga 85 15 100
    3 Adab terhadap orang tua 80 20 100
    4 Prilaku Hidup 82 18 100
    5 Sopan Santun 80 20 100
    Jumlah 407 93 500
    Rata-rata 81.4 18.6 100

     

     

    Dari tabel diatas dapat kita peroleh bahwa terget kurikulum secara menyeluruh dari semua indikator yang telah diajukan kepada siswa menunjukan bahwa siswa dan siswi memahami tentang Akhlak terpuji  sebesar 80 %, untuk pengetahuan tentang Adab bertetangga, para siswa mampu menorehkan nilai sebesar 85 %, Adab terhadap orang tua sebesar 80%, Prilaku Hidup  sebesar 82 %, Sopan Santun sebesar 80 %, Jadi  rata-rata nilainya mencapai 81.4 %. Jadi angka ini menujukan bahwa pencapaian target kurikulum sudah dikatakan baik dan hanya 18.6 % saja yang belum bisa memenuhi sasaran yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.

    1. Daya Serap

    Dari beberapa materi pokok dan indikator yang dijelaskan oleh para guru kepada seluruh siswa di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten pada pembelajaran Akhlak tahun 2009/2010 menunjukan bahwa daya serap siswa terhadap mata pelajaran Akhlak dikategorikan baik, hal tersebut dikarenakan adanya para guru yang selalu gigih dan bersemangat dalam memberikan ilmunya, serta adanya dukungan dari pihak kepala sekolah serta ditunjang dengan kelengkapan-kelengkapan buku pelajaran Akhlak. Besarnya daya serap siswa terhadapa mata pelajaran Akhlak dapat dilihat pada tabel berikut :

     

     

    TABEL 5

    DAYA SERAP SISWA TERHADAP PELAJARAN AKHLAK

    No Pokok Bahasan Tercapai (%) Belum Tercapai (%) Prosentase (%)
    1 Akhlak terpuji 85 15 100
    2 Adab bertetangga 82 18 100
    3 Adab terhadap orang tua 83 17 100
    4 Prilaku Hidup 80 20 100
    5 Sopan Santun 82 18 100
    Jumlah 412 88 500
    Rata-rata 82.4 17.6 100

     

    Dari tabel diatas menunjukan bahwa materi yang diserap siswa pada pokok pembahasan diatas menujukan bahwa Akhlak terpuji 85 %, untuk pengetahuan tentang Adab bertetangga, para siswa mampu menorehkan nilai sebesar 82 %, Adab terhadap orang tua  sebesar 83%, Prilaku Hidup  sebesar 80 %, Sopan Santun sebesar 82 %, jadi nilai rata-rata untuk daya serap siswa adalah sebesar 82.4 %, sisanya sebesar 17.6 % belum mampu untuk menyerap apa yang sudah para guru ajarkan.

    1. Presensi Guru

    Presensi guru MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten  dibilang sangat baik karena mereka semua selalu menjunjung tinggi kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, walaupun ada beberapa sebagian guru yang tidak bisa hadir yang dikarenakan adanya keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, sebagai contoh anaknya sakit, dan lain sebagainya. Berikut adalah tabel tentang data kehadiran para guru selama kurun waktu 6 bulan terakhir :

    TABEL 6

    PRESENSI GURU DALAM PELAJARAN AKHLAK

    No. Bulan dan Tahun Hadir (%) Absen (%) Prosentase (%)
    1 September 2009 95 5 100
    2 Oktober 2009 98 2 100
    3 Nopember 2009 95 5 100
    4 Desember 2009 92 8 100
    5 Januari  2010 94 6 100
    6 Februari 2010 100 0 100
    Jumlah 574 26 600
    Rata-rata 95.67 4.33 100

     

    Tabel ini menunjukan bahwa kehadiran guru MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sangat baik dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh, yaitu 95.67 % guru aktif melakukan tatap muka dengan para siswa. Data ini diambil dari daftar hadir guru yang ada pada papan statistik sekolah. Dengan hasil seperti ini, siswa diharapkan akan lebih banyak memberoleh ilmu dari guru yang mengajarkannya, sehingga bisa mendongkrak prestasi belajarnya.

     

     

     

    1. Presensi Siswa

    Kehadiran siswa dalam mengikuti setiap pertemuan proses belajar mengajar di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten  sudah dibilang sangat baik, namun perlu adanya peningkatan absensi yang baik, mengingat siswa adalah aset yang sangat berharga untuk meraih cita-citanya dimasa yang akan datang. Karena itu wali kelas hendaknya selalu memantau siswanya , begitu pula dengan guru piket yang selalu mengapdet para siswa yang tidak hadir dalam sekolah. Bila dalam jangka waktu lebih dari 3 hari secara berturut-turut, maka wali murid akan diberikan surat pemberitahuan dengan tujuan  untuk mengetahui kondisi anak tersebut, apakah sakit atau ada hal lain yang mungkin dari pihak sekolah bisa membantunya, berikut adalah tabel tentang kehadiran siswa dan siswi MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten

    TABEL7

    PRESENSI SISWA DALAM PELAJARAN AKHLAK

    No. Bulan dan Tahun Hadir (%) Absen (%) Prosentase (%)
    1 September 2009 93 7 100
    2 Oktober 2009 93 7 100
    3 Nopember 2009 96 4 100
    4 Desember 2009 89 11 100
    5 Januari  2010 85 15 100
    6 Februari 2010 80 20 100
    Jumlah 536 64 600
    Rata-rata 89.33 10.67 100

     

    Kehadiran siswa pada kurun waktu 6 bulan terakhir menunjukan 89.33 %  yang berarti aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar dan 10.67 % yang tidak aktif dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hal tersebut disebabkan siswa ada yang sakit, ada acara keluarga, dan lain sebagainya.

    1. Prestasi Belajar

    Prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Akhlak sudah baik, namun perlu adaya peningkatan lagi  agar semangat belajarnya bertambah giat. Prestasi diluar mata pelajaran yaitu kegiatan ekstrakurikulernya sudah menunjukan peningkatan terutama dalam hal kegiatan Olah Raga, Drum Band, Ibadah, dan Kosidah. berikut adalah tabel tentang prestasi siswa dan siswi MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten.

    TABEL 8

    PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP PELAJARAN AKHLAK

    Nomor Responden Nilai Nomor Responden Nilai
    1 83 13 81
    2 85 14 82
    3 81 15 75
    4 75 16 83
    5 80 17 80
    6 85 18 85
    7 75 19 85
    8 80 20 80
    9 75 21 75
    10 80 22 75
    11 75 23 82
    12 81 24 81
    Jumlah 955 Jumlah 964
    Jumlah 955+964 1919
    Rata-rata 79,96

     

    Tabel diatas menunjukan bahwa prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Aqidah Akhlak sangat baik, yaitu mencapai nilai rata-rata 7.96.

    1. Analisa Data

    Berikut adalah hasil analisa  yang diperoleh

    1. Pencapaian target kurikulum Pembelajaran Akhlak adalah sebesar 81.4 % tercapai dan sisanya sekitar 18.6 % belum tercapai.
    2. Daya serap siswa dalam mengikuti proses Pembelajaran Akhlak  adalah sebesar 82.6 % , sedangkan 17.6 % belum mampu untuk menyerap mata pelajaran  Akhlak
    3. Kehadiran guru dibilang sangat baik karena hanya 4.33 % saja guru yang tidak hadir, sisanya 95.67 % aktif melakukan tatap muka dengan siswa
    4. Kehadiran siswa cukup baik karena 89.33 % aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar Akhlak, sedangkan 10.67 % mangkir atau tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar Aqidah Akhlak.
    5. Hasil prestasi belajar siswa yang dicapai adalah 79.96, ini merupakan hasil yang sangat baik. Prestasi atau hasil belajar merupakan dambaan semua orang baik guru atau siswa itu sendiri, bahkan orang tuapun mengharapkan hal itu.

     

    TABEL 10

    ANALISA DATA TENTANG EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK

    No. Indikator Efektivitas Pembelajaran Aqidah Akhlak Nilai
    1 Pencapaian Target Kurikulum 81.4
    2 Daya Serap 82.6
    3 Presensi Guru 95.67
    4 Presensi Siswa 89.33
    5 Prestasi hasil Belajar 79.96
    Jumlah 428.96
    Nilai Efektivitas Pembelajaran Akhlak 85.80

     

    1. Interpretasi Hasil Penelitian

    Dari gambaran diatas terdapat gambaran tentang KBM pelajaran Akhlak  di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sangat baik, dikarenakan KBM sudah bisa berjalan seperti yang diharapkan dan juga banyaknya siswa yang sudah memahami akan pentingnya pelajaran Akhlak, dimana berdasarkan informasi dari para guru bahwa para siswa mampu untuk menjawab pelajaran Akhlak dan itupun menurutnya tidak begitu sulit, maka dari hasil penelitian diatas,  dengan Nilai Efektivitas Pembelajaran Akhlak yang mencapai 85.80, penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sudah sangat baik atau efektivitas pembelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sangat baik. Dan berikut adalah nilai kategori yang dijadikan sebagai acuan :

    TABEL 11

    TABEL KATEGORI KETERANGAN NILAI PEMBELAJARAN AKHLAK

    No. Nilai Efektivitas Kategori
    1 90 % – 100 % Istimewa
    2 80 % – 89 % Sangat Baik
    3 70 % -79 % Baik
    4 60 % – 69 % Cukup
    5 < 59 % kurang

     

    Proses efektivitas pembelajaran Akhlak yang penulis teliti di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten secara keseluruhan sudah mencapai hasil yang sangat baik, walaupun masih banyak kendala yang harus diselesaikan. Adapun sarana yang ada masih bisa dimanfaatkan dengan baik

     

     

     

     

     

     

     

    BAB V

    PENUTUP

    1. Kesimpulan

    Dari hasil analisa data penelitian tentang efektivitas pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

    1. Efektivitas pembelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten, termasuk dalam kategori sangat baik, terbukti dari tugas-tugas yang diberikan untuk mata pelajaran Akhlak dapat dikerjakan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dan mereka sebagian besar dapat mengerjakan tugas dengan baik.
    2. Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akhlak diperoleh nilai rata-rata 79.96 hal tersebut menunjukan bahwa kemampuan belajar siswa sangat baik
    3. Berdasarkan analisa teradapat gambaran tentang KBM pelajaran Akhlak  di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten yang baik, dikarenakan KBM yang sudah berjalan seperti yang diharapkan dan juga banyaknya siswa yang memahami akan pelajaran Akhlak
    4. Dari data diatas penulis menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sudah Sangat Baik.

     

    54

     

     

    1. Rekomendasi

    Sesuai dengan hasil penelitian ini, maka penulis perlu untuk menyampikan adanya rekomendasi atau saran-saran sebagai berikut :

    1. Kegiatan siswa disekolah waktunya sangat terbatas, agar siswa memiliki wawasan yang luas, maka perlu adanya pendisiplinan diri untuk banyak belajar dirumah atau diluar waktu sekolah.
    2. Perlunya peningkatan kualitas guru agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat tercapainya tujuan pembelajaran.
    3. Hendaknya para siswa mampu dan mengenal serta memahami strategi pembelajaran  yang diterapkannya.
    4. Keterbatasan sarana dan prasarana serta alat pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah bukanlah sebagai penghalang dalam kegiatan pembelajaran.
    5. Kepala sekolah hendaknya selalu melakukan koordinasi, musyawarah, untuk mencapai mufakat yang menguntungkan semua pihak bila ada kebijakan-kebijakan maka musyawarah adalah jalan terbaik.
    6. Pihak sekolah harus lebih giat  lagi untuk melengkapi sarana dan prasaran seperti buku mata pelajaran, agar siswa lebih aktif  dan kreatif dalam belajar.

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Abuddin Nata,Prof. Dr. H., Akhlak Tasawuf, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), Cet ke-5

     

    Al-Abrasyi,     M. Athiyah, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1979

     

    Al-Syaibany, Omar M. Al-Toumi, Syaibany, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1979

     

    Al-Qardhawi, M.Yusup, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna, terj.

     

    Bustami A. Gani dan Zainal Abidin Ahmad, Jakarta : Bulan Bintang, 1980

     

    An-Nahlawi, Abdurrahman, Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan dalam Keluarga, di Sekolah dan di Masyarakat, (Terjemah Drs.Herry Noer Ali), Bandung : CV. Diponegoro, 1989

     

    Anshari, Endang Saifuddin, Pokok-pokok Pemikiran Tentang Islam, Jakarta : Usaha Interprise, 1976

     

    Arifin, H.M.Prof. M.Ed., Ilmu Pendidikan Agama Islam, Bumi Aksara : 1991

     

    Bukhari, Imam, Hadist Shahih Bukhari, Beirut : Daar al-Fikr,  tth.

     

    Darajat, Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 2000, Cet. Ke-4

     

    ____________, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta : Bumi Aksara,1995

     

    Depag RI, Al-Qur`an dan Terjemahannya, Jakarta : Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-Qur`an, 1979

     

    Depag RI, Al-Qur`an dan Terjemahannya, Semarang : Toha Putra, 1989

     

    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta :  Balai Pustaka, 1995, Cet. Ke-2

     

    Fattah, Nur Amin H.Drs.M.M., dan Alinurdin, M.Pd.I., Khulasoh Ulumul Hadist, Jakarta : Lembaga Pendidikan Pelita Umat, 2004

    Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : Bumi Aksara, 2007, Cet. Ke-6

     

    Ihsan, Hamdani, et al., Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Pustaka Setia, 1998

     

    Khalaf, Abdul Wahab, Ilmu Ushul Al-Fiqh, Beirut : Daar Al-Fikr, 1978

     

    Langgulung, Hasan Prof. Dr., Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, Bandung : Al-Ma`arif, 1980

     

    Marimba, Ahmad D., Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Al-Ma`arif, 1974, Cet. Ke-3

    MPR-RI 1993, Ketetapan-ketetapan MPR-RI 1993, Beserta Susunan Kabinet Pembangunan, Semarang : Aneka Ilmu, 1993

     

    Mujib, Abdul, dan Muhaimin, Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalnya, Bandung : Trigenda Karya, 1993

     

    Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003

    Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511

     

    Nata, Abuddin, Filsafat Pendidikan Islam I, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1997

     

    NK, Rustiah, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, Jakarta : Bumi Aksara, 1989

     

    Purwanto, Ngalik, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktek, Bandung : Rosdakarya, 1998

     

    Rifa`i, H.Moh.,Ilmu Fiqih Islam Lengkap, Semarang : Karya Toha Putra, 1978

     

    Sa`adulah, M.Ag, Pengembangan Kurikulum, Jakarta : Lembaga Pendidikan Pelita Umat, 2004

     

    Sudirman, et al., Ilmu Pendidikan, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1992

     

    Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung : Pustaka Setia, 2005,  Cet. Ke-3

     

     

     

     

     

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

     

    Penulis dilahirkan pada tanggal 15 April 1987 di Serang. Anak ke 1 dari 3 bersaudara dari pasangan Bapak Embay Bukhari dengan Ibu Rumsiah,

    Adapun jenjang pendidikan yang telah ditempuh antara lain : Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teras Bendung 4 di Kragilan Serang lulus pada tahun 1999, kemudian melanjutkan kemadrasah tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan kemudian lulus pada tahun 2002, selanjutnya melanjutkan ke SMA Al-Furqon, lulus tahun 2005, kemudian melanjutkan kesalah satu perguruan tinggi di Serang, tapi Drop Out karena faktor waktu yang terbentur dengan aktivitas pekerjaan sang penulis, Penulis juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi disekolah, dan terakhir penulis melanjutkan kuliah di sekolah tinggi Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (STAISA) Jakarta, jurusan Tarbiyah

    Demikian riwayat hidup ini di buat dengan sebenarnya, agar menjadi maklum adanya

     

     

     

     

     

     

     

    KATA PENGANTAR

     

    Assalamu`alaikum Wr.Wb.

    Al-Hamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala limpahan Rahmat, dan Hidayahnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir sarjana ini. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Rosulallah terakhir yang diutus dengan membawa syari`ah yang mudah, penuh rahmat, dan membawa keselamatan dalam kehidupan  dunia akhirat.

    Skripsi ini berjudul “EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AKHLAK  DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH  TERAS  BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN ” yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam  (S.Pd.I) di sekolah tinggi Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (STAISA) Jakarta pada fakultas tarbiyah

    Ketika penulis menyusun skripsi ini, tidak dapat terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik berupa moril maupun materil, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya  kepada :

    1. Ibu Dra. Hj. Siti Ma`rifah, SH. MM. sebagai  Rektor STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta yang telah memberikan pembinaan kepada Dosen dan Mahasiswa.
    2. Bapak Drs. H. Moh. Ya`kub, MMPd sebagai pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam mengerjakan tugas akhir, pemberi semangat, serta meluangkan waktunya untuk memberikan penjelasan dikala penulis tidak mengerti
    3. Bapak Drs. Ramanto, M.Pd.  sebagai  pembimbing II yang baik dan sabar serta selalu memberikan bimbingan, dorongan dan semangat kepada penulis.
    4. Bapak Dody Lesmana S.Ag dan Ibu  Mala S.Pd. I selaku koordinator  STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta kampus Cilegon.
    5. Bapak/Ibu seluruh Dosen STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta terima kasih atas batuannya kepada penulis.
    6. Saudaraku, adik-adiku yang tercinta. Terima kasih atas doa, dan dukungan serta bantuannya yang telah memberikan semangat sampai tugas akhir ini dapat terselesaikan.
    7. Buat temen-temen kampus STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta, dan rekan-rekan kerja  yang telah memberikan saran dan kritik serta bantuannya kepada penulis.

    Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dorongan serta doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari keterbatasan dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan, untuk itu kepada para pembaca diharapkan dapat memberikan kritik yang kontruktif  untuk kesempurnaan skripsi ini, namun demikian segala sesuatu yang berkaitan dengan skripsi ini merupakan tanggung jawab penulis. Kritik dan saran bisa klik di https://starawaji.wordpress.com/

    Penulis menyadari bahwa dalam tugas akhir ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna, hal ini di sebabkan karena keterbatasan pengalaman serta pengetahuan penulis, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun penulis sangat harapkan demi kesempurnaan tugas akhir ini untuk dikemudian hari. Semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pihak lain umumnya yang membacanya.

    Cilegon, Maret 2010

     

    Penulis

    Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

     

     

     

     

    ABSTRAK

     

    Kurotul Ainiah, Nomor Pokok 200711744 : EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG      KRAGILAN SERANG BANTEN. Efektivitas adalah pengaruh yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam setiap tindakan yang dilakukan, berkaitan dengan terlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanya partisipasi aktif dari anggota. Dalam penelitian ini  yang menjadi masalah, bagaimana efektivitas pembelajaran akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten ?

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten, dan untuk mengetahui pencapaian target kurikulum, daya serap, presensi guru, presensi siswa, dan prestasi belajar akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.

    Penelitian ini bertolak dari motivasi belajar meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dari proses belajar siswa Penelitian ini menggunakan metode populasi dan sampel, teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisa data. Dengan demikian analisa penelitian ini disamping menganalisa konsep, juga menganalisis realitas yang terjadi dilapangan dengan menggunakan prinsip logika deduktif dan induktif. Hasil penelitian disusun dalam bentuk skripsi.

    Kesimpulan dari penelitian ini bahwa efektivitas pembelajaran akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten masuk dalam kategori sangat efektif.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL  ………………………………………………………………………..                        i

    LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING  ………………………………………                        ii

    LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN   ……………………………………                       iii

    ABSTRAK ………………………………………………………………………………………             iv

    PERSEMBAHAN  ……………………………………………………………………………             vi

    MOTTO  …………………………………………………………………………………………              vii

    KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………             viii

    DAFTAR ISI  …………………………………………………………………………………..             x

     

    BAB  I  PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang  Masalah  ………………………………………………             1
    2. Identifikasi Masalah  …………………………………………………….             6
    3. Pembatasan dan Perumusan Masalah ……………………………..              7
    4. Tujuan Dan Signifikansi Penelitian  ……………………………….              7
    5. Sistematika Penulisan …………………………………………………… 9

     

    BAB  II  LANDASAN TEORI PENELITIAN

    1. Deskripsi teori
      1. 1.     Efektivitas
        1. Pengertian Efektivitas  ………………………………………            11
        2. Kriteria Efektivitas Pembelajaran ……………………….            12
        3. 2.     Pembelajaran
          1. Pengertian Pembelajaran  ………………………………….. 18
          2. Dasar-dasar Tujuan Pembelajaran  ……………………… 19

     

    1. 3.     Akhlak
      1. Pengertian Akhlak  ………………………………..                        20
      2. Sumber-sumber Dan Macam-macam Akhlak  ……..            23
      3. Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlak  …………………….            28
      4. Kerangka Berfikir  ………………………………………………………..            29
      5. Hipotesis  ……………………………………………………………………             31

    BAB  III  KERANGKA METODOLOGIS

    1. Metode Penelitian………………………………………………………….            32
    2. Populasi, Sampel, dan Penarikan Sampel…………………………. 33
    3. Instrumentasi Penelitian………………………………………………….            34
    4. Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………..            34
    5. Teknik Analisa Data ………………………………………………………            36

     

    BAB  IV  HASIL PENELITIAN

    1. Deskripsi MTs Al-Hidayah Teras Bendung  …………………….             37
    2. Deskripsi Karakteristik Responden ………………………………..              44
    3. Penyajian Analisa Data …………………………………………………             44
    4. Interpretasi Hasil Penelitian  ………………………………………….             52

     

    BAB V PENUTUP

    1. Kesimpulan  ………………………………………………………………..             54
    2. Rekomendasi  ………………………………………………………………             55

    DAFTAR PUSTAKA  …………………………………………………….             56

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP ……………………………………………..                        58

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

     

     

     


    [1] Umar baradza, Bimbingan Akhlak Bagi Putra-putri Anda-2, (Surabaya: Pustaka Progressip, 1992)., hal. 1

    [2] Jalaludin Al-Syuyuti, Al-Shaghir, ( Beirut, Dar Al-ikri, tanpa tahun), jilid 1, h. 103

    [3] A.Qodri A.Azizy, Pendidikan Agama Untuk Membangun Etika Sosial, (Semarang: Aneka Ilmu, 2003), hal. 81

    [4] H.A Hafidz Dasuki. dkk, Al-Quran dan terjemahnya Departemen Agama RI, (Demak: PT. Tanjung Mas Inti Semarang, 1992), hal. 421

    [5] H.A Hafidz Dasuki, dkk Op.Cit. hal. 1064

    [6] Muhammad Rabbi Muhammad Jauhari,  Akhlaquna, terjemahan. Dadang Sobar Ali, (Bandung : Pustaka Setia, 2006), hal. 109

     

    [7] S. Wojowasito dkk, Kamus Lengkap (Inggris-Indonesia, Indonesia Inggris),Bandung,  HASTA, 1980), h. 49.

    [8] Hasan Shadily, Ensiklopedia Indonesia, (V.2 PT Ikhtiar Baru Van Houve: Jakarta), h.883

    [9] DEPDIKBUD, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1999), h. 371

    [10] Sa`dullah, M.Ag, Pengembangan Kurikulum, (Lembaga Pendidikan Pelita Umat), h. 1

    [11] Ibid, h. 2

    [12] Ibid, h.2

    [13] DEPDIKBUD Op cit, h. 318

    [14] Ibid, h. 1088

    [15] Rustiyah NK, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta: Bina Aksara, 1989), h. 141

    [16] Ibid, h. 787

    [17] Ibid, h. 787

    [18] Drs. Sudirman dkk, Ilmu Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992), h. 18

    [19] Ibid, h. 18

    [20] Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktek, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998), h. 11

    [21] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 79

    [22] Dirjen Pendidikan Islam, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang   Pendidikan, (Jakarta: Depag RI 1993), H. 8

    [23] Zahruddin AR. Pengantar  Ilmu Akhlak,  (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), Cet ke-1, h. 1

    [24], Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemah (Jakarta: CV. Toha Putra Semarang, 1989), h. 960

    [25] Prof. Dr. H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, ( PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2,  h. 29

    [26] Zahruddin AR. Pengantar  Ilmu Akhlak,  (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), Cet ke-1, h. 4-5

    [27] Prof. Dr. H. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), Cet ke-5, h. 147

    [28] Mustofa, H. A. Akhlak Tasawuf, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1997), Cet ke-2, h. 149

    [29] Mustofa, H. A. Op.cit ,h.149-150

     

    [30]Prof. Dr. H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf,  ( PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2,h.49-57

    [31] An-Nawawy, Riyadhus-Shalihin. (Beirut 1887). h.176

    [32] Depdikbud ,Kamus besar Bahasa Indonesia. (Jakarta : Balai Pustaka, 1995), h. 364

    [33] Ibid, h. 418

    [34] Winanrno Surakhmad Penelitian Ilmiah, (Bandung : Tarsito, 1998), h. 100.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: