Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi pada Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie pada Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan pada Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan pada PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga pada pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi pada METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman pada Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH pada Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo pada Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rating

  • perkembangan kasus prita yang berujung perdamaian

    Posted by starawaji pada Desember 11, 2009

    Direktur Rumah Sakit Omni
    International, Bina Ratna menyatakan
    manajemen siap meminta maaf
    kepada Prita Mulyasari, terdakwa
    pencemaran nama baik rumah sakit
    yang beralamat di Serpong, Kota
    Tangerang Selatan, Banten itu. “Saya
    orang pertama yang akan menjabat
    tangan Prita untuk minta maaf,” ujar
    Ratna di Tangerang, Jumat (11/12).
    Ia mengatakan, pihak Omni beritikad
    baik untuk tidak ingin memperpanjang
    masalah ini. Ratna mengaku, kasus ini
    merupakan pelajaran bagi RS Omni,
    pihaknya akan mengambil hikmah
    dan membuka pintu damai dengan
    Prita. “Meski sudah ada draf
    perdamaian dari Depkes yang kami
    setujui, tetapi draf itu masih menjadi
    bahan pertimbangan Ibu Prita. Karena
    itu, Omni lebih dulu mengambil sikap
    untuk menghentikan kasus ini agar
    kedua belah pihak bisa berdamai,”
    jelas Ratna.
    Ratna menjelaskan, pintu perdamaian
    sesunguhnya sudah lama dibuka oleh
    manajemen RS Omni dengan Prita
    lewat beberapa kali pertemuan yang
    difasilitasi Pemerintah Kota Tangerang
    Selatan. Termasuk, proses
    perdamaian yang juga difasilitasi
    Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dan
    Pengadilan Tinggi (PT) Banten.
    Terkait dengan proses sidang yang
    masih berlanjut, prinsipnya Omni
    menghargai proses hukum. “Kami
    berharap upaya yang kami lakukan ini
    dapat menjadi pertimbangan majelis
    hakim dalam sidang nanti,” ujar Ratna.
    Prita Mulyasari didakwa karena
    mencemarkan nama baik RS Omni
    melalui surat elektronik yang disebar
    luaskan kepada sejumlah rekannya.
    PT. Banten akhirnya memutuskan
    Prita harus membayar ganti rugi
    sebesar RP 204 juta kepada RS Omni.
    (Ant)

    Satu Tanggapan to “perkembangan kasus prita yang berujung perdamaian”

    1. Akhirnya people power juga yg menang ya Pak..

      Salam kreatifitas..!!

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: