Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Pemerintah Terbitkan SKB 3Menteri Tentang PendidikanAgama

    Posted by starawaji pada November 25, 2009

    Guna
    menghindari kesalahpahaman
    penyelenggaraan pendidikan agama
    dan keagamaan direncanakan
    Menteri Dalam Negeri Gamawan
    Fauzi, Menteri Agama Suryadharma
    Ali dan Menteri Pendidikan Nasional
    Muhammad Nuh akan
    mengeluarkan surat keputusan
    bersama SKB) tentang pendidikan
    agama dan keagamaan.
    SKB 3 menteri ini juga menjadi
    penting agar penyelenggaraan
    pendidikan agama dan keagamaan
    bisa memenuhi standar yang
    diharapkan, demikian dikemukakan
    Dirjen Pendidikan Islam Mohammad
    Ali pada acara sambung rasa
    dengan wartawan koordinatoriat
    Departemen Agama di Lembang,
    Bandung, akhir pekan lalu terkait
    dengan sosialisasi program 100 hari
    Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
    Mohammad Ali mengatakan,
    pihaknya kerap didatangi para bupati
    dan anggota DPRD dari berbagai
    daerah terkait penyelenggaraan
    pendidikan agama dan keagamaan.
    “Ada niat kuat dari berbagai daerah
    untuk membantu, namun mereka
    ragu lantaran acuan aturannya
    belum jelas,” ungkap Guru Besar
    UPI Bandung ini
    Padahal, katanya, kepala daerah
    punya tanggung jawab yang sama
    untuk memajukan anak didik di
    daerahnya masing-masing. Anak
    didik yang ada di madrasah dan
    pondok pesantren itu kan anak-anak
    mereka juga. Namun karena
    aturannya masih dirasakan belum
    kuat, maka mereka merasa takut
    didatangi Komisi Pemberantasan
    Korupsi (KPK), ujarnya seraya
    menambahkan sebelum 100 hari,
    SKB itu sudah harus ada dan segera
    diberlakukan.
    Dia mengharapkan dengan adanya
    SKB 3 menteri tersebut, para kepala
    daerah memperoleh kejelasan
    tentang penyelenggaraan pendidikan
    keagamaan di daerah masing-
    masing dan tidak sungkan-sungkan
    untuk memajukan pendidikan
    mereka. Selama ini sudah ada
    bantuan dari Pemda ke anak didik
    madrasah dan pesantren, tapi
    sifatnya masih berupa bantuan
    sosial yang jumlahnya sangat kecil
    dan insidentil, tandasnya.
    Ia menjelaskan, pihaknya dalam
    program 100 hari ini juga sudah
    harus menyiapkan aturan dan
    syarat pendirian madrasah diniyah
    dan pondok pesantren, termasuk
    persyaratan ujian nasionalnya.
    Dengan cara itu, diharapkan ke
    depan kualitas pendidikan
    keagamaan di madrasah dan
    pondok pesantren akan semakin
    terangkat, ucapnya.
    Acara sambung rasa wartawan
    Depag yang berlangsung 20-22
    November 2009 juga diwarnai
    peninjauan ke Madrasah Aliyah
    Negeri 2 Bandung yang diterima
    Kepala MAN 2, Wawan Sofyan
    didampingi para guru di Aliyah ini.
    Diakui Wawan, masih ada anggapan
    keliru masyarakat tentang
    madrasah, bahwa siswanya hanya
    belajar agama
    “Padahal Madrasah Aliyah sama
    dengan SMA mengajarkan ilmu
    pengetahuan dan teknologi (iptek)
    selain mempelajari ilmu keagamaan,
    sehingga para siswanya dapat
    memperoleh keterampilan yang
    dilandasi keimanan serta ketaqwaan
    kepada Allah SWT,” kata Wawan.
    Sementara pada kunjungan di
    kampus Universitas Islam Nusantara
    Bandung, disambut oleh Rektor
    Uninus Drs Didin Wahidin MPd,
    Ketua Badan Pengurus Yayasan
    Uninus, Letjen (purn) Achmad
    Roestandi, SH, dan Direktur
    Program Pascasarjana Prof Dr
    Achmad Sanusi.
    “Uninus saat ini sedang merayakan
    milad (ulang tahun) ke 50,
    diselenggarakan pelbagai kegiatan,”
    kata Achmad Roestandi yang
    pernah menjadi anggota Mahkamah

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: