Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Inilah Pidato Lengkap SBY Soal Kasus Century dan KPK-Polri

    Posted by starawaji pada November 24, 2009

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
    Senin malam (23/11), menyampaikan
    pidato tentang proses hukum
    pimpinan Komisi Pemberantasan
    Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad
    Rianto dan Chadra Hamzah serta
    tentang kasus Bank Century, berikut
    pidato selengkapnya.
    Bismillahirrahmanirrahim,
    Assalamu`alaikum Warahmatullahi
    Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi
    kita semua. Saudara-saudara se-
    bangsa dan se-tanah air yang saya
    cintai dan saya banggakan. Dengan
    terlebih dahulu memanjatkan puji dan
    syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan
    Yang Maha Kuasa, serta dengan
    memohon ridho-Nya pada malam
    hari ini saya ingin menyampaikan
    penjelasan kepada seluruh rakyat
    Indonesia menyangkut dua isu
    penting yang berkaitan dengan
    penegakan hukum dan keadilan di
    negeri kita.
    Isu penting yang saya maksud adalah
    pertama kasus Bank Century dan
    kedua kasus saudara Chandra M
    Hamzah dan saudara Bibit Samad
    Riyanto yang keduanya telah menjadi
    perhatian masyarakat yang amat
    mengemuka. Kedua isu ini juga telah
    mendominasi pemberitaan di hampir
    semua media massa disertai dengan
    percakapan publik yang menyertainya
    bahkan disertai pula dengan berbagai
    desas-desus atau rumor yang tidak
    mengandungi kebenaran. Oleh karena
    itu selaku Kepala Negara dan Kepala
    Pemerintahan malam ini saya
    pandang perlu untuk menjelaskan
    duduk persoalan serta sikap
    pandangan dan solusi yang perlu
    ditempuh terhadap kedua
    permasalahan tersebut.
    Dalam waktu 2 minggu terakhir ini
    saya sengaja menahan diri untuk tidak
    mengeluarkan pernyataan
    menyangkut Bank Century dan kasus
    saudara Chandra M Hamzah dan
    saudara Bibit Samad Riyanto dengan
    alasan, Kesatu menyangkut kasus
    Bank Century selama ini saya masih
    menunggu hasil Pemeriksaan
    Investigasi yang dilakukan oleh Badan
    Pemeriksa Keuangan (BPK) yang
    dilakukan atas permintaan DPR RI.
    Saya sungguh menghormati proses
    itu dan saya tidak ingin mengeluarkan
    pernyataan yang mendahului apalagi
    ditafsirkan sebagai upaya
    mempengaruhi proses audit
    investigatif yang dilakukan BPK.
    Tadi sore saya telah bertemu dengan
    Ketua dan anggota BPK yang
    menyampaikan laporan hasil
    pemeriksaan investigasi atas Bank
    Century. Dengan demikian malam ini
    tepat bagi saya untuk menyampaikan
    sikap dan pandangan saya berkaitan
    dengan kasus Bank Century tersebut.
    Kedua menyangkut kasus hukum
    saudara Chandra M Hamzah dan
    saudara Bibit Samad Riyanto malam
    ini saya pandang tepat pula untuk
    menyampaikan sikap pandangan dan
    solusi paling tepat terhadap
    permasalahan itu. Mengapa? Saudara-
    saudara masih ingat pada tanggal 2
    November 2009 yang lalu dengan
    mencermati dinamika di lingkungan
    masyarakat luas yang antara lain
    berupa silang pendapat kecurigaan
    dan ketidak-percayaan atas proses
    penegakan hukum yang dilakukan
    oleh Polri dan Kejaksaan Agung saya
    telah membentuk sebuah Tim
    Independen yaitu Tim Independen
    Verifikasi Fakta dan Proses Hukum
    saudara Chandra M.Hamzah dan
    saudara Bibit Samad Riyanto.
    Tim Independen ini yang sering
    disebut Tim-8 bekerja selama 2
    minggu siang dan malam dan
    akhirnya pada tanggal 17 November
    2009 yang lalu secara resmi telah
    menyerahkan hasil kerja dan
    rekomendasinya kepada saya. Setelah
    selama 5 hari ini jajaran pemerintah
    termasuk pihak Polri dan Kejaksaan
    Agung saya instruksi kan untuk
    merespons hasil kerja dan
    rekomendasi Tim-8 maka malam hari
    ini secara resmi saya akan
    menyampaikan kepada rakyat
    Indonesia apa yang sepatutnya kita
    laksanakan ke depan.
    Saudara-saudara, sebelum saya
    masuk ke dalam inti permasalahan
    tentang bagaimana sebaiknya kasus
    Bank Century dan kasus saudara
    Chandra M. Hamzah dan saudara Bibit
    Samad Riyanto ini kita selesaikan
    dengan baik saya ingin
    menyampaikan kepada segenap
    masyarakat luas bahwa cara-cara
    penyelesaian terhadap kasus hukum
    yang memiliki perhatian publik luas
    seperti ini mestilah tetap berada dalam
    koridor konstitusi hukum dan
    perundang-undangan yang berlaku
    seraya dengan sungguh-sungguh
    memperhatikan dan mendengarkan
    aspirasi dan pendapat umum.
    Solusi dan opsi yang kita tempuh juga
    harus bebas dari kepentingan pribadi
    kelompok maupun golongan tetap
    jernih dan rasional serta bebas dari
    tekanan pihak manapun yang tidak
    semestinya.
    Dan di atas segalanya kita harus tetap
    bertumpu kepada dan menegakkan
    kebenaran dan keadilan.
    Rakyat Indonesia yang saya cintai,
    sekarang saya akan menjelaskan yang
    pertama dulu yaitu sikap dan
    pandangan saya tentang kasus Bank
    Century. Yang pertama-tama harus
    kita pahami adalah pada saat dilakukan
    tindakan terhadap Bank Century
    tersebut situasi perekonomian global
    dan nasional berada dalam keadaan
    krisis. Hampir di seluruh dunia terjadi
    goncangan keuangan dan tidak sedikit
    pula krisis di dunia perbankan.
    Banyak negara melakukan tindakan
    untuk menyelamatkan perbankan dan
    perekonomian mereka. Pada bulan
    November 2008 yang lalu apa yang
    dilakukan oleh pemerintah dan BI
    mestilah dikaitkan dengan situasi dan
    konteks demikian sehingga tidak
    dianggap keadaannya normal-normal
    saja. Kita punya pengalaman sangat
    pahit dan buruk 10-11 tahun lalu ketika
    Indonesia mengalami rangkaian krisis
    yang menghancurkan perekonomian
    kita.
    Dengan demikian kebijakan yang
    ditempuh untuk melakukan tindakan
    terhadap Bank Century yang di
    antaranya adalah tindakan hukum
    terhadap para pengelola Bank Century
    serta penyaluran dana penyertaan
    modal sementara sesungguhnya
    bertujuan untuk mencegah terjadinya
    krisis perbankan bahkan
    perekonomian. Meskipun ketika
    berlangsungnya proses pengambilan
    keputusan yang dilakukan oleh pihak-
    pihak yang memiliki kewenangan dan
    tugas untuk itu saya sedang
    mengemban tugas di luar negeri tetapi
    saya memahami situasi yang ada di
    tanah air beserta rangkaian upaya
    untuk menyelamatkan perbankan dan
    perekonomian kita.
    Tetapi kini yang menjadi perhatian
    DPR RI dan berbagai kalangan
    masyarakat adalah Pertama sejauh
    mana proses pengambilan keputusan
    dan tindakan penyaluran dana
    penyertaan modal sementara kepada
    Bank Century yang berjumlah Rp 6,7
    triliun itu dinilai tepat atau ? proper??
    Kedua apakah ada pihak-pihak tertentu
    dengan kepentingannya sendiri dan
    bukan kepentingan negara meminta
    atau mengarahkan pihak pengambil
    keputusan dalam hal ini Menkeu
    dengan jajarannya dan BI yang
    memang keduanya memiliki
    kewenangan untuk itu?
    Ketiga apakah penyertaan modal
    sementara yang berjumlah Rp 6,7
    triliun itu ada yang ?bocor? atau tidak
    sesuai dengan peruntukannya?
    Bahkan berkembang pula desas-desus
    rumor atau tegasnya fitnah yang
    mengatakan bahwa sebagian dana itu
    dirancang untuk dialirkan ke dana
    kampanye Partai Demokrat dan
    Capres SBY, fitnah yang sungguh
    kejam dan sangat menyakitkan.
    Keempat sejauh mana para pengelola
    Bank Century yang melakukan
    tindakan pidana diproses secara
    hukum termasuk bagaimana akhirnya
    dana penyertaan modal sementara itu
    dapat kembali ke negara?
    Saudara-saudara Saya sungguh
    memahami munculnya sejumlah
    pertanyaan kritis itu yang tentunya
    memerlukan penjelasan dan klarifikasi
    dari pihak-pihak terkait. Saya pun
    memiliki kepedulian dan rasa ingin
    tahu sebagaimana yang dialami oleh
    masyarakat kita. Saya juga ingin
    keempat pertanyaan kritis
    menyangkut kasus Bank Century
    yang saya sebutkan tadi juga
    mendapatkan jawaban yang tegas
    dan benar.
    Dengan telah saya terimanya hasil
    pemeriksaan investigasi BPK atas
    kasus Bank Century sore tadi
    pemerintah akan segera mempelajari
    dan pada saatnya nanti saya akan
    meminta saudari Menteri Keuangan
    dengan jajarannya bersama-sama
    dengan pihak BI untuk memberikan
    penjelasan dan klarifikasinya. Saya
    sungguh ingin keterbukaan dan
    akuntabilitas dapat kita tegakkan
    bersama. Saya juga ingin semua
    desas-desus kebohongan dan fitnah
    dapat disingkirkan dengan cara
    menghadirkan fakta dan kebenaran
    yang sesungguhnya.
    Terhadap pemikiran dan usulan
    sejumlah anggota DPR RI untuk
    menggunakan Hak Angket terhadap
    Bank Century saya menyambut
    dengan baik agar perkara ini
    mendapatkan kejelasan serta sekaligus
    untuk mengetahui apakah ada
    tindakan-tindakan yang keliru dan
    tidak tepat. Bersamaan dengan
    penggunaan Hak Angket oleh DPR RI
    tersebut saya juga akan melakukan
    sejumlah langkah tindakan internal
    pemerintah berangkat dari hasil dan
    temuan Pemeriksaan Investigasi BPK
    tersebut.
    Dan yang tidak kalah pentingnya
    adalah percepatan proses hukum bagi
    para pengelola Bank Century dan
    segera dapat dikembalikannya dana
    penyertaan modal yang berjumlah Rp
    6,7 triliun itu kepada negara. Saya
    telah menginstruksikan Jaksa Agung
    dan Kapolri untuk melaksanakan tugas
    penting ini.
    Saudara-saudara, pada bagian kedua
    ini saya akan menyampaikan sikap
    pendapat dan langkah tindakan apa
    yang perlu dilakukan menyangkut
    kasus hukum saudara. Chandra M.
    Hamzah dan saudara. Bibit Samad
    Riyanto. Sejak awal proses hukum
    terhadap 2 pimpinan KPK non-aktif ini
    telah menimbulkan kontroversi pro
    dan kontra di kalangan masyarakat.
    Kecurigaan terhadap kemungkinan
    direkayasanya kasus ini oleh para
    penegak hukum juga tinggi.
    Dua hari yang lalu saya juga
    mempelajari hasil survei oleh
    Lembaga Survey yang kredibel yang
    baru saja dilakukan yang
    menunjukkan bahwa masyarakat kita
    memang benar-benar terbelah. Di
    samping saya telah mengkaji laporan
    dan rekomendasi Tim-8 saya juga
    melakukan komunikasi dengan dua
    pimpinan Lembaga Tinggi Negara di
    wilayah “justice system” yaitu saudara
    Ketua Mahkamah Agung dan saudara
    Ketua Mahkamah Konstitusi.
    Saya juga melakukan komunikasi
    dengan segenap pimpinan KPK dan
    tentu saja saya pun telah
    mengundang Kapolri dan Jaksa Agung
    untuk mencari solusi terbaik atas
    kasus ini. Di luar itu, saya juga patut
    berterima kasih kepada para pakar
    hukum yang lima hari terakhir ini
    sejak Tim-8 menyampaikan
    rekomendasinya juga memberikan
    sumbangan pemikiran kepada saya.
    Dalam kaitan ini sesungguhnya jika
    kita ingin mengakhiri silang pendapat
    mengenai apakah saudara Chandra M.
    Hamzah dan saudara Bibit Samad
    Riyanto salah atau tidak salah maka
    forum atau majelis yang tepat adalah
    pengadilan. Semula saya memiliki
    pendirian seperti ini. Dengan catatan
    proses penyidikan dan penuntutan
    mendapatkan kepercayaan publik
    yang kuat. Dan tentu saja proses
    penyidikan dan penuntutan itu “fair”
    objektif dan disertai bukti-bukti yang
    kuat.
    Dalam perkembangannya justru yang
    muncul adalah ketidakpercayaan yang
    besar kepada pihak Polri dan
    Kejaksaan Agung sehingga telah
    masuk ke ranah sosial dan bahkan
    ranah kehidupan masyarakat yang
    lebih besar. Oleh karena itu faktor
    yang saya pertimbangkan bukan
    hanya proses penegakan hukum itu
    sendiri tapi juga faktor-faktor lain
    seperti pendapat umum keutuhan
    masyarakat kita azas manfaat serta
    kemungkinan berbedanya secara
    hakiki antara hukum dengan keadilan.
    Sebelum memilih opsi atau konstruksi
    penyelesaian kasus ini di luar
    pertimbangan faktor-faktor non-
    hukum tadi saya juga menilai ada
    sejumlah permasalahan di ketiga
    Lembaga Penegak Hukum itu yaitu di
    Polri Kejaksaan Agung dan KPK.
    Permasalahan seperti ini tentu tidak
    boleh kita biarkan dan harus kita
    koreksi kita tertibkan dan kita perbaiki.
    Oleh karena itu solusi dan opsi lain
    yang lebih baik yang dapat ditempuh
    adalah pihak kepolisian dan kejaksaan
    tidak membawa kasus ini ke
    pengadilan dengan tetap
    mempertimbangkan azas keadilan
    namun perlu segera dilakukan
    tindakan-tindakan korektif dan
    perbaikan terhadap ketiga lembaga
    penting itu yaitu Polri Kejaksaan
    Agung dan KPK.
    Solusi seperti ini saya nilai lebih
    banyak manfaatnya dibanding
    mudharatnya. Tentu saja cara yang
    ditempuh tetaplah mengacu kepada
    ketentuan perundang-undangan dan
    tatanan hukum yang berlaku. Saya
    tidak boleh dan tidak akan memasuki
    wilayah ini karena penghentian
    penyidikan berada di wilayah
    Lembaga Penyidik (Polri) penghentian
    tuntutan merupakan kewenangan
    Lembaga Penuntut (Kejaksaan) serta
    pengenyampingan perkara melalui
    pelaksanaan asas oportunitas
    merupakan kewenangan Jaksa Agung.
    Tetapi sesuai dengan kewenangan
    saya saya menginstruksikan kepada
    Kapolri dan Jaksa Agung untuk
    melakukan penertiban pembenahan
    dan perbaikan di institusinya masing-
    masing berkaitan dengan kasus ini.
    Demikian pula saya sungguh berharap
    KPK juga melakukan hal yang sama di
    institusinya.
    Rakyat Indonesia yang saya cintai dan
    saya banggakan. Jika pada akhirnya
    insya Allah kasus Sdr. Chandra M.
    Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto
    ini dapat kita selesaikan tugas kita
    masih belum rampung. Justru
    kejadian ini membawa hikmah dan
    juga pelajaran sejarah bahwa
    reformasi nasional kita memang
    belum selesai utamanya reformasi di
    bidang hukum.
    Kita semua para pencari keadilan juga
    merasakannya. Bahkan kalangan
    internasional, yang sering “fair” dan
    objektif dalam memberikan penilaian
    terhadap negeri kita, juga menilai
    bahwa sektor-sektor hukum kita
    masih memiliki banyak kekurangan
    dan permasalahan. Sementara itu
    prestasi Indonesia di bidang
    demokrasi penghormatan kepada
    HAM dan kebebasan pers mulai diakui
    oleh dunia. Demikian juga
    pembangunan kembali perekonomian
    pasca krisis 1998 juga dinilai cukup
    berhasil.
    Sementara itu, dunia juga
    menyambut baik peran internasional
    Indonesia pada tahun-tahun terakhir
    ini yang dinilai positif dan konstruktif.
    Oleh karena itu, sebagaimana yang
    telah saya sampaikan kepada seluruh
    rakyat Indonesia bahwa lima tahun
    mendatang penegakan hukum dan
    pemberantasan korupsi tetap menjadi
    prioritas pemerintah.
    Bahkan dalam program 100 hari, saya
    telah menetapkan gerakan
    Pemberantasan Mafia Hukum sebagai
    prioritas utama. Kita sungguh serius.
    Agar masyarakat bisa hidup lebih
    tentram, agar keadaan menjadi lebih
    aman dan tertib, agar perekonomian
    kita terus berkembang, dan agar citra
    Indonesia di mata dunia bertambah
    baik, maka reformasi di bidang
    hukum harus benar-benar sukses,
    dan korupsi harus berhasil kita
    berantas.
    Khusus untuk menyukseskan gerakan
    Pemberantasan Mafia Hukum, saya
    sedang mempersiapkan untuk
    membentuk Satuan Tugas/ di bawah
    Unit Kerja Presiden, yang selama dua
    tahun ke depan akan saya tugasi
    untuk melakukan upaya
    Pemberantasan Mafia Hukum. Saya
    sungguh mengharapkan dukungan
    dan kerja sama dari semua Lembaga
    Penegak Hukum, dari LSM dan Media
    Massa, serta dari masyarakat luas.
    Laporkan kepada Satgas
    Pemberantasan Mafia Hukum jika ada
    yang menjadi korban dari praktik-
    praktik Mafia Hukum itu, seperti
    pemerasan, jual-beli kasus, intimidasi
    dan sejenisnya.
    Dalam kaitan ini, saya menyambut
    baik rekomendasi Tim-8 dan juga
    suara-suara dari masyarakat luas agar
    tidak ada kasus-kasus hukum,
    utamanya pemberantasan korupsi,
    yang dipetieskan di KPK, atau juga di
    Polri dan Kejaksaan Agung. Kalau tidak
    cukup bukti hentikan, tetapi kalau
    cukup bukti mesti dilanjutkan Hal ini
    untuk menghindari kesan adanya
    diskriminasi dan tebang pilih dalam
    pemberantasan korupsi. Apalagi kalau
    pemeti-esan ini berkaitan dengan
    praktik-praktik Mafia Hukum tadi.
    Akhirnya, saudara-saudara, marilah
    kita terus melangkah ke depan, dan
    bekerja lebih gigih lagi untuk
    menyukseskan pembangunan
    bangsa. Kepada jajaran Polri,
    Kejaksaan Agung, KPK dan Lembaga-
    Lembaga penegak hukum dan
    pemberantas korupsi lainnya, teruslah
    berbenah diri untuk meningkatkan
    integritas dan kinerjanya. Bangun
    kerja sama dan sinergi yang lebih
    baik, dan hentikan disharmoni yang
    tidak semestinya terjadi.
    Kepada masyarakat luas di seluruh
    tanah air marilah kita lebih bersatu lagi,
    dan cegah perpecahan di antara kita.
    Bersatu kita teguh, bercerai kita
    runtuh. Semoga Allah SWT, Tuhan
    Yang Maha Kuasa, senantiasa
    membimbing perjalanan bangsa kita
    ke arah yang benar.
    Wassalamu`alaikum warahmatullahi
    wabarakatuh.

    Satu Tanggapan to “Inilah Pidato Lengkap SBY Soal Kasus Century dan KPK-Polri”

    1. Akhirnya pidato tanggapan presiden yang selama berhari-hari di tunggu-tunggu oleh masyarakat pun terealisasi juga. Pidato tersebut memang sangat krusial sebab menyangkut sikap presiden terhadap dua kasus yang saat ini terus menggelinding bak bola salju.

      Berbagai tanggapan pun dari banyak pengamat pun menyeruak. Banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap piadto SBY sebab terkesan ngambang dan tidak menampakan sebuah solusi yang nyata. Namun, bagaimana pun itulah keputusan yang diambil oleh SBY. Mudah-mudahan saja itu adalah keputusan terbaik bagi siapa pun.
      Cara Membuat Blog

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: