Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Sekilas tentang Al quran

    Posted by starawaji pada November 17, 2009

    Al-Qur’an adalah kitab suci umat
    Islam. Bagi Muslim, Al-Quran
    merupakan firman Allah yang
    diwahyukan kepada Nabi
    Muhammad SAW melalui malaikat
    Jibril dengan lafal dan maknanya. Al-
    Qur’an merupakan mukjizat Nabi
    Muhammad SAW yang sangat
    berharga bagi umat Islam hingga
    saat ini. Di dalamnya terkandung
    petunjuk dan pedoman bagi umat
    manusia dalam mencapai
    kebahagiaan hidup baik di dunia
    maupun akhirat.
    Bagian-bagian Al-Qur’an
    Al-Qur’an mempunyai 114 surat,
    dengan surat terpanjang terdiri atas
    286 ayat, yaitu Al Baqarah, dan
    terpendek terdiri dari 3 ayat, yaitu
    Al-‘Ashr, Al-Kautsar, dan An-Nashr.
    Sebagian ulama menyatakan jumlah
    ayat di Al-Qur’an adalah 6.236,
    sebagian lagi menyatakan 6.666.
    Perbedaan jumlah ayat ini
    disebabkan karena perbedaan
    pandangan tentang kalimat
    Basmalah pada setiap awal surat
    (kecuali At-Taubah), kemudian
    tentang kata-kata pembuka surat
    yang terdiri dari susunan huruf-
    huruf seperti Yaa Siin, Alif Lam Miim,
    Ha Mim dll. Ada yang
    memasukkannya sebagai ayat, ada
    yang tidak mengikutsertakannya
    sebagai ayat.
    Untuk memudahkan pembacaan
    dan penghafalan, para ulama
    membagi Al-Qur’an dalam 30 juz
    yang sama panjang, dan dalam 60
    hizb (biasanya ditulis di bagian
    pinggir Al-Qur’an).
    Masing-masing hizb dibagi lagi
    menjadi empat dengan tanda-tanda
    ar-rub’ (seperempat), an-nisf
    (seperdua), dan as-salasah (tiga
    perempat).
    Selanjutnya Al-Qur’an dibagi pula
    dalam 554 ruku’, yaitu bagian yang
    terdiri atas beberapa ayat. Setiap
    satu ruku’ ditandai dengan huruf ‘ain
    di sebelah pinggirnya. Surat yang
    panjang berisi beberapa ruku’,
    sedang surat yang pendek hanya
    berisi satu ruku’.
    Nisf Al-Qur’an (tanda pertengahan
    Al-Qur’an), terdapat pada surat Al-
    Kahfi ayat 19 pada lafal walyatalattaf
    yang artinya: “hendaklah ia berlaku
    lemah lembut”.
    Sejarah Turunnya Al-
    Qur’an
    Al-Quran diturunkan kepada Nabi
    Muhammad SAW melalui berbagai
    cara, antara lain:
    1. Malaikat Jibril memasukkan wahyu
    itu ke dalam hati Nabi Muhammad
    SAW tanpa memperlihatkan wujud
    aslinya. Nabi SAW tiba-tiba saja
    merasakan wahyu itu telah berada
    di dalam hatinya.
    2. Malaikat Jibril menampakkan dirinya
    sebagai manusia laki-laki dan
    mengucapkan kata-kata di hadapan
    Nabi SAW.
    3. Wahyu turun kepada Nabi SAW
    seperti bunyi gemerincing lonceng.
    Menurut Nabi SAW, cara inilah yang
    paling berat dirasakan, sampai-
    sampai Nabi SAW mencucurkan
    keringat meskipun wahyu itu turun
    di musim dingin yang sangat
    dingin.
    4. Malaikat Jibril turun membawa
    wahyu dengan menampakkan
    wujudnya yang asli.
    Setiap kali mendapat wahyu, Nabi
    SAW lalu menghafalkannya. Beliau
    dapat mengulangi wahyu yang
    diterima tepat seperti apa yang telah
    disampaikan Jibril kepadanya.
    Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol
    oleh Malaikat Jibril.
    Al-Qur’an diturunkan dalam 2
    periode, yang pertama Periode
    Mekah, yaitu saat Nabi SAW
    bermukim di Mekah (610-622 M)
    sampai Nabi SAW melakukan hijrah.
    Ayat-ayat yang diturunkan pada
    masa itu disebut ayat-ayat
    Makkiyah, yang berjumlah 4.726
    ayat, meliputi 89 surat.
    Kedua adalah Periode Madinah,
    yaitu masa setelah Nabi SAW hijrah
    ke Madinah (622-632 M). Ayat-ayat
    yang turun dalam periode ini
    dinamakan ayat-ayat Madaniyyah,
    meliputi 1.510 ayat dan mencakup
    25 surat.
    Ciri-ciri Ayat-ayat Makkiyah dan
    Madaniyyah
    Ayat Al-Qur’an yang pertama
    diterima Nabi Muhammad SAW
    adalah 5 ayat pertama surat
    Al-‘Alaq, ketika ia sedang berkhalwat
    di Gua Hira, sebuah gua yang
    terletak di pegunungan sekitar kota
    Mekah, pada tanggal 17 Ramadhan
    (6 Agustus 610). Kala itu usia Nabi
    SAW 40 tahun.
    Kodifikasi Al-Qur’an
    Kodifikasi atau pengumpulan Al-
    Qur’an sudah dimulai sejak zaman
    Rasulullah SAW, bahkan sejak Al-
    Qur’an diturunkan. Setiap kali
    menerima wahyu, Nabi SAW
    membacakannya di hadapan para
    sahabat karena ia memang
    diperintahkan untuk mengajarkan
    Al-Qur’an kepada mereka.
    Disamping menyuruh mereka untuk
    menghafalkan ayat-ayat yang
    diajarkannya, Nabi SAW juga
    memerintahkan para sahabat untuk
    menuliskannya di atas pelepah-
    pelepah kurma, lempengan-
    lempengan batu, dan kepingan-
    kepingan tulang.
    Setelah ayat-ayat yang diturunkan
    cukup satu surat, Nabi SAW
    memberi nama surat tsb untuk
    membedakannya dari yang lain.
    Nabi SAW juga memberi petunjuk
    tentang penempatan surat di dalam
    Al-Qur’an. Penyusunan ayat-ayat
    dan penempatannya di dalam
    susunan Al-Qur’an juga dilakukan
    berdasarkan petunjuk Nabi SAW.
    Cara pengumpulan Al-Qur’an yang
    dilakukan di masa Nabi SAW tsb
    berlangsung sampai Al-Qur’an
    sempurna diturunkan dalam masa
    kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22
    hari.
    Untuk menjaga kemurnian Al-
    Qur’an, setiap tahun Jibril datang
    kepada Nabi SAW untuk memeriksa
    bacaannya. Malaikat Jibril
    mengontrol bacaan Nabi SAW
    dengan cara menyuruhnya
    mengulangi bacaan ayat-ayat yang
    telah diwahyukan. Kemudian Nabi
    SAW sendiri juga melakukan hal
    yang sama dengan mengontrol
    bacaan sahabat-sahabatnya. Dengan
    demikian terpeliharalah Al-Qur’an
    dari kesalahan dan kekeliruan.
    Para Hafidz dan Juru Tulis
    Al-Qur’an
    Pada masa Rasulullah SAW sudah
    banyak sahabat yang menjadi hafidz
    (penghafal Al-Qur’an), baik hafal
    sebagian saja atau seluruhnya. Di
    antara yang menghafal seluruh
    isinya adalah Abu Bakar as-Siddiq,
    Umar bin Khattab, Usman bin Affan,
    Ali bin Abi Thalib, Talhah, Sa’ad,
    Huzaifah, Abu Hurairah, Abdullah
    bin Mas’ud, Abdullah bin Umar bin
    Khatab, Abdullah bin Abbas, Amr
    bin As, Mu’awiyah bin Abu Sofyan,
    Abdullah bin Zubair, Aisyah binti
    Abu Bakar, Hafsah binti Umar,
    Ummu Salamah, Ubay bin Ka’b,
    Mu’az bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Abu
    Darba, dan Anas bin Malik.
    Adapun sahabat-sahabat yang
    menjadi juru tulis wahyu antara lain
    adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar
    bin Khattab, Usman bin Affan, Ali
    bin Abi Thalib, Amir bin Fuhairah,
    Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’b,
    Mu’awiyah bin Abu Sofyan, Zubair
    bin Awwam, Khalid bin Walid, dan
    Amr bin As.
    Tulisan ayat-ayat Al-Qur’an yang
    ditulis oleh mereka disimpan di
    rumah Rasulullah, mereka juga
    menulis untuk disimpan sendiri.
    Saat itu tulisan-tulisan tsb belum
    terkumpul dalam satu mushaf
    seperti yang dijumpai sekarang.
    Pengumpulan Al-Qur’an menjadi
    satu mushaf baru dilakukan pada
    masa kekhalifahan Umar bin
    Khattab, setelah Rasulullah SAW
    wafat.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: