Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Prinsip pemberian hukuman terhadap anak didik

    Posted by starawaji pada Juni 14, 2009

    PRINSIP-PRINSIP PEMBERIAN HUKUMAN TERHADAP ANAK

    1. Prinsip psikologis

    Pendekatan psikologis adalah hal yang utama harus dilakukan oleh setiap pendidik dalam menjalankan tugas kependidikannya. Sehubungan dengan hal tersebut, M. Atiyah al-abrasy mengatakan : “seorang juru didik harus ingat bahwa ada perbedaan antara seorang anak dengan anak yang lainnya, baik dari tabi`at maupun kesenangan, pembawaan maupun akhlaknya, dan ia harus mengenal setiap muridnyadari dekat agar ia dapat melayani setiap murid dengan pelayanan yang sesuai

    Pendekatan psikologis ini sangat penting ketika seorang pendidik hendak memberikan hukuman terhadap anak didiknya yang melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan tertentu. Karena sesungguhnya setiap anak didik itu merupaka masalah yang berdiri sendiri, harus dinilai secara khusus pula, maka mungkin suatu hukum cocok buat seorang anak, tapi tidak cocok buat anak yan lainnya.

    1. Prinsip Keadilan

    Keadilan dalam terminology Islam adalah lawan dari zhalim, tidak hanya dalam pengertian negatifnya, yaitu menafikan kezhaliman dan kesewenangan, melainkan juga dalam pengertian positifnya yang tercermin dalam kedaulatan sikap moderat Islam yang universal, yaitu sikap yang tidak memihak pada satu phak tertentu dan tidak pula memisahkan dirinya.1

    Secara spesifik, yang dimaksud dengan prinsip keadilan dalam pemberian hukuman terhadap anak adalah prinsip untuk menyesuaikan antara bentuk pelanggaran serta siapa yang melakukannya. Artinya hukuman yang diberikan kepada anak didik harus disesuaikan dengan macam dan besar kecilnya, serta siapa yang melakukan pelanggaran. Jika ada dua orang anak yang melakukan pelanggaran yang sama, tidaklah serta merta diberikan hukuman yang sama. Sebab bila jenis kelamin, usia, ataupun, motifasi terhadap pelanggaran tersebut berbeda, maka kemungkinan hukuman yang diberikan juga berbeda2

    1. Prinsip Kasih Sayang

    Hukuman dalam konsep pendidikan bukanlah bertujuan untuk menyakiti, menyiksa ataupun saran bagi guru untuk menumpahkan kekesalannya kepada anak didik. Penerapan hukuman dalam perspektif pendidikan Islam haruslah sarat dengan kasih sayang3. Oleh karena itu pemberian hukuman harus tetap dalam jaminan cinta kasih. Sebab pemberian hukuman kepada anak didik adalah demi kebaikan, demi kepentingan anak, dan demi masa depa anak itu sendiri. Maka dari itu, setelah hukuman dilaksanakan, janganlah hubungan cinta kasih sayang menjadi putus antara pendidik dengan anak didik.

    1. Prinsip Berorientasi Kepada Tujuan

    Yang dimaksud dengan prinsip berorientasi kepada tujuan adalah bahwa hukuman dalam penerapannya harus selalu memperhatikan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya. “hukuman tidak boleh diberikan dengan tidak mempedulikan tujuan-tujuan yang hendak dicapai4. Dalam hal ini kita harus ingat bahwa hukuman itu hanya merupakan alat, bukan tujuan. Oleh karena itu hukuman tidak boleh dilaksanakan demi hukum itu sendiri

    Penerapan hukuman dalam pendidikan Islam mempunyai tujuan atau maksud yang jelas yaitu “……sebagai tuntunan dan perbaikan, bukan sebagai hardikan atau balas dendam.”5. tujuan itulah yang harus diperhatikan ketika anak didik akan dihulum, juga jangan sekali-kali hukuman itu dilaksanakan hanya sekedar menyakiti anak didik semata-mata. Oleh karena yang demikian itu bertolak belakang dengan prinsip yang berorientasi kepada tujuan.

    1. Prinsip keharusan atau keterpaksaan.

    Dalam konsep pendidikan Islam, hukuman tidaklah berada dalam hirarki awal yang harus dilaksanakan pendidik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Masih banyak alat-alat pendidikan yang lain yang bisa ditempuh oleh pendidik dalam mencapai tujuan pendidikan tesebut.

    Menurut pendapat ibnu sina yang menyatakan”… hukuman itu dilaksanakan jika keadaan memaksa, dan pukulan tidak digunakan kecuali setelah diberikan peringatan, ancaman, dan mediator (perantara) untuk memberi nasehat, dengan maksud merangsang pengaruh yang diharapkan dalam jiwa anak itu “. Semua ini mengisyaratkan bahwa hukuman baru dapat dilaksanakan jika dalam kondisi terpaksa dan mengharuskan untuk dilakukan6

     

     

     

    Mohammad Atiyah Al-Abrasy, dasar pokok pendidikan Islam, (Jakarta : pt. bulan bintang, 1970), cet ke-1, . 156

    1 Muhammad `imarah, perang terminologi Islam versus Barat, (Jakarta :Robbani Press, 1998), h. 147

    2 Amier Daien Indrakusumah, pengantar ilmu pendidikan,(Surabaya : usaha nasional, t.th.) h.157

    3 Asma Hasan Fahmi, sejarah dan filsafat pendidikan Islam, (Jakarta : PT. Bulan Bandung, 1979) cet. Ke-1, h. 140

    4 Abdur Rahman Shalih Abdullah, landasan dan tujuan pendidikan menurut Al-quran serta implementasinya, cet. Ke-1, h.241

    5 Mohammad Atiyah Al-Abrasy, dasar pokok pendidikan Islam, (Jakarta : pt. bulan bintang, 1970), cet ke-1, . 160

    6 Mohammad Atiyah Al-Abrasy, dasar pokok pendidikan Islam, (Jakarta : pt. bulan bintang, 1970), cet ke-1, . 156

     

    Satu Tanggapan to “Prinsip pemberian hukuman terhadap anak didik”

    1. ahmad saidi said

      terima kasih atas infonya

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: