Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi pada Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie pada Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan pada Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan pada PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga pada pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi pada METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman pada Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal pada Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH pada Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo pada Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rating

  • TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN

    Posted by starawaji pada Mei 31, 2009

     

    Di tinjau dari segi hukum perkawinan, bahwa anak yang dilahirkan dalam keluarga adalah milik dan kepunyaan orang tua, orang tua yang terdiri dari seorang ayah dan seorang ibu adalah manusia dewasa yang sudah dibebani tanggung jawab kepada keluarga.

    Dengan demikian, bila dilihat dari segi kewajibannya, orang tua bertanggung jawab sebagai keluarga dan kedudukan sebagai pribadi yang memiliki kewajiban untuk menjalankan segala ketentuan yang menuntut kepada dirinya.dalam hubungan dengan anak, orang tua sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Yaljin Midaq, memiliki tanggung jawab sebagai berikut :

    1. Pendidik (orang yang memberikan dan membekali pengetahuan sikap dan keterampilan)

    2. Pemimpin keluarga yang mengatur anggota

    3. Memberikan teladan

    4. Penanggung jawab dalam dalam sesuatu yang beerhubungan dengan masalah keluarga1

     

    Dengan demikian, sangat logis bahwa tanggung jawab pendidikan terletak dikedua tangan orang tua dan tidak bisa dipikulkan kepada orang lain, karena anak mereka adalah darah dagingnya sendiri. Tanggung jawab ini sangat perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anaknya.

    Dr. H. Aminuddin Rasyad menyebutkan beberapa hal tentang tanggung jawab pendidikan orang tua terhadap anaknya.

    1. Memelihara dan membesarkannya, tanggung jawab ini merupakan dorongan alami untuk dilaksankan, karena anak memerlukan makan, minum, dan perawatan, agar ia bisa hidup terus berkelanjutan.

    2. Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniah maupun secara rohaniah dari gangguan berbagai penyakitat atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakannya.

    3. Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilannya yang bisa berguna untuk masa depannya kelak sehingga bila ia sudah dewasa nanti ia mampu untuk berdiri sendiri dan membantu orang lain (hablun minan nas) danmelaksanakan kekhalifahannya.

    4. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan Agama sesuai dengan ketentuan Allah sebagai tujuan akhir hidup muslim. Tanggung jawab ini dikategorikan juga kepada tanggung jawab kepada Allah.2

     

    Kesadaran dan tanggung jawab mendidik dan membina anak secara terus menerus perlu dikembangkan kepada sikap orang tua, sehingga pendidikan tidak lagi berdasarkan kebiasaan yang dilihat oleh orang tua, tapi telah didasari oleh teori-teori pendidikan modern, sesuai perkembangan zaman.

     

    1 Yaljin Midaq, ter. Salim Bazemol, potret rumah tangga islami, (solo : CV. Pustaka, 1995), cet. Ke-9, h. 61

    2 Aminuddin Rasyad,”pembinaan dan tanggung jawab pendidikan pada orang tua, sekolah, dan masyarakat beserta kelembagaannya”, Modul 1-6 : Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta : DirjenBinbaga Islam Dan Universitas Terbuka, 1994/1995), h.258.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: