Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Profesional kerja

    Posted by starawaji pada Mei 25, 2009

    Malam sudah begitu larut, lapangan parkir dari sebuah perkantoran terlihat lengang dan sepi. Saya dan teman saya datang dan masuk hendak mengambil uang cash di sebuah ATM. Saya masuk keruangan ATM, sedang teman saya menunggu diluar sambil menduduki sepeda motornya.
    Setelah saya mengambil uang tunai dan bersiap-siap untuk pergi meninggalkan lokasi parkir tersebut, akan tetapi seorang pemuda datang menghampiri kami berdua. Ia meminta uang jasa parkir, saya pun kesal dan sedikit mengelak. Untuk apa ia meminta uang parkir padahal temen saya dari tadi menunggui motornya, dan lapangan parkirnya juga sepi, saya pikir tidak ada jasa yang diberikan oleh orang itu kepada kami.
    Tentu saja saya tidak ingin ribut dan mencari gara-gara karena uang seribu perak, meskipun begitu saya tetap saja penasaran dengan kejadian ini, apasih yang membuat dia merasa berhak untuk memungut uang parkir? Sambil tersenyum dan menyerahkan uang ketangannya, saya bertanya, ”sudah malam begini dan sepi, mengapa saya masih juga ditagih uang parkir?, kemudian ia menjawab, ”kalau tidak dapat uang parkir, saya tidak makan….!”
    Memang saat ini banyak sekali orang yang menganggur, apakah benar pengangguran sepenuhnya disebabkan kesempatan kerja yang sempit?
    Kalau mau mendapatkan uang untuk makan, bukankah orang harus berusaha. Bukan kah Allah sudah menjanjikan rezeki akan datang kalau manusia mau berusaha.
    Herbert Applebaum, seorang antropolog mendefinisikan bekerja, ”bekerja adalah suatu aktifitas produktif yang mengakibatkan perubahan fisik dan sosial pada lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi hanya profesional sejati yang berhak mendapatkan imbalan bila dia telah memberikan nilai tambah.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: