Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • PENGARUH STANDAR KELULUSAN SISWA TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

    Posted by starawaji pada Mei 2, 2009

    Hari pertama di suatu pagi yang masih gelap, terlihat dikejauhan sekumpulan anak muda dengan berseragam sekolah berwarana putih abu-abu, mereka sedang duduk disebuah halte tempat pemberhentian bus. Tidak biasanya dalam hari-hari ini saya melihat pemandangan yang seperti itu. Dipagi yang masih buta dan benar-benar sangat gelap saya merasa heran dan sedikit bingung dengan perubahan itu semua. Bukan hanya anak sekolah saja yang kelihatan sedang duduk di halte tapi banyak juga yang kelihatan hilir mudik kendaraan roda 2 dan roda 4 melintasi jalan raya di depan halte ini, memang tak seperti biasanya terutama untuk roda 2 yang sibuk hilir mudik dari masing-masing arah. Tak lepas dari pandangan saya dua orang bapak dengan pakaian seragam dinas hijau dan membawa sebuah tas dan dipangku diantara keduanya. Hari semakin terang anak-anak yang berseragam putih abu-abu sudah tidak ada lagi pada tempatnya, sepertinya mereka sudah berangkat ketempat tujuannya masing-masing. Hari itu senin 20 april 2009 bertepatan dengan hari pertama ujian nasional yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pemerintah telah menetapkan untuk standar kelulusan tahun ini mencapai 5.5 atau naik sekitar 0.25 dari tahun lalu, yaitu 5.25. pada standar dengan nilai rata-rata 5.25 saja banyak yang tidak lulus dalam menempuh ujian akhir nasional, walaupun sebenarnya banyak sekali terjadi kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan ujian akhir, terbukti dengan banyaknya berita-berita tersebar melalui berbagai macam media, dari media cetak sampai media elektronik, hampir semua media membicarakan tentang standar kelulusan bagi siswa/siswi sekolah. Pagi ini memang tidak seperti biasanya, sebelumnya rat-rata siswa berangkat kesekolah sekitar jam setengah 7, tapi pada saat itu jam setengah 6 pun sudah berangkat kesekolah, bahkan ada yang jam 5 pagi sudah meninggalkan rumah untuk berangkat kesekolah. Setiba mereka di sekolah, mereka disibukan dengan persiapan-persiapan ujian yang hari itu sudah ada didepan mata mereka, tapi mereka sibuk bukan untuk membaca buku mata pelajaran yang hari itu akan diujikan, akan tetapi mereka sibuk untuk menyalin kunci jawaban yang teman-teman mereka sebarkan, saya juga kurang tahu awalnya dari mana kunci jawaban itu, apakah mereka beli dari oknum-oknum tertentu dan menyebarkannya atau dari guru mereka yang sengaja ingin membantu kelulusan anak didik mereka. Sayapun mencoba untuk mencari kabar, dan mulai bertanya kesana kemari, dan sayapun mulai untuk mendapatkan jawabannya, dari info yang saya dapat, para siswa memperoleh jawaban dari pihak sekolah, yaitu guru yang mengajar mereka. Setelah saya bertanya kepada sang guru kenapa anda melakukan ini semua?. Beliau menjawab, saya sangat kasihan pada mereka, mereka sudah susah payah untuk mengeluarkan banyak biaya untuk bisa bersekolah, tapi pada saat akhir yang paling ditunggu-tunggu justru hasilnya sangat mengecewakan, itupun bisa terjadi pada anak yang dibilang rajin dan lumayan berpengetahuan, disamping itu, ada satu ego dari semua guru tentang image sekolahnya, yang tidak ingin dicap oleh masyarakat sebagai sekolah yang kurang berkualitas, karena tidak bisa untuk menciptakan siswa-siswi yang pintar dan berkualitas, artinya kalau ada siswa yang tidak lulus di sekolah tersebut, maka sistem di sekolah itu dianggap kurang bagus, sehingga berpengaruh terhadap minat calon siswa yang hendak masuk ke sekolah tersebut. Pada hari yang kedua, tak lagi terlihat anak-anak yang berseragam sekolah duduk dalam halte, lama saya menunggu, tapi belum juga kelihatan, saat sang raja siang mulai bangun, barulah mereka kelihatan, sepertinya mereka sengaja untuk datang lebih lambat dari hari pertama, sayapun mencoba datang untuk menghampiri mereka, dan bertanya soal hari kemarin yang mereka datang lebih awal dari pada hari ini. Kenapa nak? Kemarin datangnya sangat pagi, bahkan masih gelap kamu sudah ada disini, tapi sekarang kamu baru datang, sudah siang lagi?. Sang anakpun menjawab, kemarin saya dan teman-teman saya sengaja untuk datang lebih awal karena takut tidak kebagian kunci jawaban, begitu jawaban sang anak. Pada hari yang ketiga pelaksanaan ujian. Para siswa datang lebih santai, mereka seolah tidak peduli atau terpengaruh dengan standar kelulusan yang mencapai 5.5. Dari pengalaman yang sudah-sudah biasanya orang yang datang telat di hari pertama kemungkinan untuk tidak lulusnya sangat besar jika dibandingkan dengan siswa yang berangkat lebih awal dari biasanya, jadi mereka berusaha untuk datang lebih awal dari biasanya. Hal yang sama saya juga dapatkan dari ujian untuk tingkat SMP, tapi untuk SMP rata-rata para guru memberikan kunci jawaban pada saat ujian sedang berlangsung. Saya melihat banyak nilai negatifnya dari pada positifnya, apakah pemerintah akan mempertahankan untuk selalu menggunakan standar kelulusan yang dari tahun ketahun nilai untuk standar kelulusan semakin meningkat atau naik sedangkan siswa yang tidak lulus pun dari tahuh ketahun semakin bertambah. Pelaksanaan standar kelulusan yang dirasa semakin berat, akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang negative terhadap pelaksanaan ujian nasional. Akibat banyaknya siswa yang tidak lulus dalam tiap tahunnya membuat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya, sehingga nilai diatas rata-rata 5.5 menjadi siswa yang tidak kompeten. Dari sini kita memperoleh kesimpulan bahwa para guru/oknum yang tidak bertanggung jawab mengajarkan tentang kehidupan korupsi, siswa akan menggunakan cara-cara ini pada saat ia kesusahan, mereka menggunakan uang sebagai jalan pintas, dan ini benar-benar mengajarkan tentang kehidupan yang korup, saya khawatir, korupsi akan semakin berkembang, padahal pemerintah sudah susah payah untuk menghilangkannya. Jadi haruskah standar kelulusan dipertahankan, kalau kualitas moral, nilai, sikap anak lulusannya ancur?. Nilainya saja yang besar tapi pengetahuannya nol besar, ingat korupsi akan hilang dari tanah air Indonesia, jika dibasmi sampai keakar-akarnya (didikan dibangku sekolah) wa`allahu a`lam. Tag Ujian nasional, standar kelulusan tahun 2009, pelajar, korupsi, sekolah, nama baik, murid, guru, disiplin, ujian, ulangan, remedial, tes, kecurangan, lulus, lulusan tahun 2009, SMA, SMP, pelajar, terlambat ujian, nyontek, nyalin, jawaban soal ujian, kunci jawaban

    4 Tanggapan to “PENGARUH STANDAR KELULUSAN SISWA TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA”

    1. UN di beberapa tempat justru memicu kecurangan

    2. asri said

      UN buka satu2 nya solusi!

    3. asri said

      UN bukan satu2 nya solusi!

    4. lili said

      UAN dapat di jadikan ukuran keberhasilan pendidikan namun tidak menjadi standar untuk lulus tidaknya siswa….. walaupun dalam POS UAN dijelaskan bahwa bukan cuma UAN penentu tapi juga UAS namun tetap saja dalam pelaksaanaannya UAN lulus dulu baru UAS mengikuti… jadi tetap aja UAN penentu kelulusan….

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: