Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Dasar Pembelajaran

    Posted by starawaji pada Mei 2, 2009

    Dasar Pembelajaran Dasar adalah landasan berpijak atau tegaknya sesuatu agar sesuatu tersebut tegak kokoh berdiri. Dasar suatu bangunan yaitu fondamen yang yang menjadi landasan bangunan tersebut agar bangunan itu tegar dan kokoh berdiri. Demikian pula dasar pembelajaran yaitu fondamen yang menjadi landasan atau asas dalam menjalankan kegiatan pembelajaran. Dasar pembelajaran secara garis besar ada tiga yaitu: Al-qur`an, As-sunnah, dan perundangan yang berlaku di Negara kita. 1) Al-qur`an. Islam adalah agama yang membawa misi umatnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. Al-qur`an merupakan landasan paling dasar yang dijadikan acuan dasar hukum tentang pembelajaran. Firman Allah tentang pembelajaran dalam Al-qur`an Surat Al Baqarah ayat 31, yang berbunyi sebagai berikut :                 Artinya : Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” Ayat ini menjelaskan bahwa untuk memahami segala sesuatu belum cukup kalau hanya memahami apa, bagaimana serta manfaat benda itu, tetapi harus memahami sampai ke hakikat dari benda itu. Dengan penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa Islam menegaskan supaya manusia itu menemukan jati dirinya sebagai insan yang bermartabat, maka ia harus menyelenggarakan pengajaran. 2) As-sunnah Rasulullah saw. mengatakan bahwa beliau adalah juru didik. Dalam kaitan dengan ini M. Athiah al Abrasyi mengatakan: Pada suatu hari Rasulullah keluar dari rumahnya dan beliau menyaksikan adanya dua pertemuan pertama orang-orang yang berdoa kepada Allah ‘Azza wajalla, mendekatkan diri kepada-Nya, dalam pertemuan kedua orang sedang memberikan pelajaran. Langsung beliau bersabda: أمّا هَؤُلاَءِ فَيَسْئَلونَ الله فإِنْ شاءَ أعطا هُمْ وَإن شاءَ مَعَنَهُمْ أَمَّاهَؤلاَءِ فيُعَلّمُوْنَ النَّاسَ وإنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلّمًا Artinya : “ Mereka ini (pertemuan pertama), minta kepada Allah, bila Tuhan menghendaki maka ia akan memenuhi permintaan tersebut, dan jika ia tidak menghendaki maka ia tidak akan dikabulkannya. Tetapi golongan kedua ini, mereka mengajar manusia, sedangkan saya sendiri diutus untuk juru didik.” Setelah itu beliau duduk pada pertemuan kedua ini. Praktek ini membuktikan kepada kita suatu contoh terbaik betapa rasul mendorong orang belajar dan menyebarkan ilmu secara luas dan suatu pujian atas keutaman juru didik. Dari penjelasan tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa Rasulullah menjunjung tinggi kepada pendidikan dan memotifasi agar berkiprah kepada pendidikan dan pengajaran. Di samping sebagaimana tersebut di atas Rasulillah saw. Sendiri memerintahkan kepada orang-orang kafir yang tertawan akibat perang Badar, apa bila ia ingin bebas supaya terlebih dahulu mereka mau menghajar 10 orang Islam. Sikap Rasul seperti tersebut atas merupakan fakta bahwa Islam sangat mementingkan adanya pendidikan dan pengajaran. Rasulullah saw. Bersabda: مَنَْ كََتَمَ عِلْمًا اَلْجَمَهُ اللهُ بِلجَامٍ مِنَ النَّار  روا٥ابن ما جة  Artinya : “barang siapa yang menyembunyikan ilmunya maka Tuhan akan mengekangnya dengan kekang berapi.” Dari hadis ini dapat di ambil kesimpulan bahwa Rasilullah saw. Mewajibkan kepada umatnya untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. 3) Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. a) UUD 1945, Pasal 31. Ayat 1 berbunyi : Tiap-tiap Warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Ayat 2 berbunyi : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran Nasional, yang diatur dengan undang-undang. b) UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 11 ayat 6 disebutkan : “Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan”.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: