Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Kemana anak-anak mereka ?

    Posted by starawaji pada April 29, 2009

     

    Sore itu saya turun dari sebuah bus , saya lihat dikejauhan belum nampak sebuah sepeda motor yang biasa digunakan untuk menjemput saya pulang kerumah. Setiap pulang saya selalu dijemput ole adik saya, biasanya sebelum saya sampai diperempatan, saya kirim SMS konfirmasi dulu keadik saya, kalau hari ini saya pulang sore, dan minta untuk dijemput sekarang. Kadang motor saya pakai sendiri untuk berangkat kerja, itupun kalau saya ada perlu setelah pulang kerja, tapi itupun sangat jarang, kecuali pada saat bulan puasa Ramadhan, selalu saya bawa karena tidak enak dengan adik saya yang harus buka puasa di jalan. Adikku selalu setia untuk menjemput saya, walaupun sedang turun hujan yang sangat deras, ia selalu datang. Disamping untuk menjemput saya motor ini juga digunakan untuk sekolah adik saya, walaupun itu berisiko, tapi untuk menhemat pengeluaran biaya sekolah yang semakin mahal, jadi orang tua tidak perlu untuk mengeluarkan uang transport untuk sekolah, tapi hanya memberikan uang jajan saja, karena untuk uang bensin saya yang membayarnya.

    Setelah beberapa menit saya menunggu, akhirnya dia datang juga, kemudian saya lihat monitor bensin sudah mendekati angka nominal, saat saya pegang stangnya lecet (bekas ada gesekan), mungkin bekas jatuh dalam benak saya berfikir, tapi saya tidak bertanya pada adik saya tentang itu semua, kemudian saya pun berangkat untuk mengisi bensin yang sudah hampir kosong denagn meninggalkan adik saya diperempatan tadi. Dalam perjalanan saya merasa kesal dan mencoba melampaskan kekesalan saya dengan memutar gas sampai penuh, motorpun semakin melesat kencang,tapi dalam benak saya berpikir, apa artinya semua ini ?. malahan ini akan memperparah keadaan, bagaimana kalau seandainya terjadi kecelakaan? Dan lain sebaginya. Akhirnya saya saar dan menurunkan putaran gas, tak lama saya sudah sampai di POM Bensin, saya langsung menuju mushola yang berada di ujung POM, kemudian saya berwudhu danmenunaikan shalat maghrib. Setelah saya shalat saya langsung berdoa kepada Allah untuk selalu memberi petunjuk, dan selalu melindungi saya dan kedua orang tua saya, serta saudara-saudara saya dari berbagai mara bahaya, setelah selesai saya langsung mengisi bensin, kemudian saya langsung menghampiri adik saya. Dalam perjalan saya bertanya kepada adik saya, “ini motor kenapa lagi?” (maklum ia sering jatuh dari motor), ia pun menjawab, “ tadi ketika sedang berhenti, saya lupa untuk menurunkan standar, jadi motornya roboh” ya… udah, makanya segala sesuatu itu perlu diperhatikan dan diingat, jangan ceroboh, sambung saya. Ia kak, katanya. Malam itu saya mampir ke WarNet dulu, kurang lebih 1 jam 15 menit saya berada dalam warnet. Sebenarnya saya pengen merubah tampilan background facebok saya, tapi tidak bisa dirubah, karena fasilitas dalam warnet ini tidak ada program aplikasi FireFox. Ya…, jadi gagal untuk merubah tampilan facebook saya, disamping itu saya juga bantuin teman saya untuk merubah tampilan poto profilenya. Tentunya saya dikasih paswordnya dulu sama dia. Setelah semuanya selesai, saya pun pulang, dalam perjalanan Handphone saya bordering. Sayapun angkat, tapi terputus.kemudian berdering kembali, kemudia saya angkat, ini nomor baru dalam fikirku, “assalamualaikum…!!!, wa`alaikum ssalam, jawabku, ia pun bertanya,” kamu lagi dimana? Jam segini belum pulang. Apakah kamu baik-baik saja?, ia aku dan adikku baik-baik saja, dan sekarang kami lagi ada didalam perjalanan untuk pulang, sebentar lagi saya sampai di rumah. Ya..!! udah kalau tidak apa-apa, wasalamualaikum, wa`alaikum salam, jawabku. Ternyat dari suaranya, dia adalah anak dari kakanya ayah saya, mungkin ini ada kaitannya dngan keterlambatan saya pulang, ibu sepertinya gelisah dengan keadaan anaknya yang belum juga sampai kerumah, biasanya kalau menjemput itu tidak lebih dari satu jam, tapi ini melebihi dari satu jam. Ya.. karena tadi saya mampir dulu kewarnet dan tidak bilang sama ibu, kalau saya bakalan pulang dengan telat. Sebenarnya di rumah ada dua Handphone, satu handphone punya saya sendiri yang s4ngaja saya tinggalin di rumah, da satu lagi punya adik saya, tapi semuanya tidak ada pulsanya, jadi kemungkinan ibu saya minta tolong kepada keponakannya untuk mencari kabar tentang saya dan adik saya.

    Maafkan saya ibu, saya telah membuatmu cemas dan gelisah, sampai-sampai ibu harus menunggu didepan jalan yang jaraknya hampir seratus meter dar rumah. Maafkanlah anakmu ini yang telah berbuat dosa, dan membuat ibu khawatir. Begitu besar jasa-jasamu ibu, dari kandungan, melahirkan, batita, balita,masa sekolah, masa remaja, bahkan saya sampai dewasa, engkau selalu perhatian dan selalu memberikan kasih sayang, sampai-sampai engkau rela mengorbankan segalanya untukku (anakmu), saya sangat bangga masih mempunyai seorang ibu, dia adalah segalanya dalam hidupku, yang selalu sabar untuk membina diriku sehingga saya seperti ini, tapi saya sedih melihat orang-oran tua (ibu) yang ada dip anti jompo dan di jalan-jalan, tanpa ada yang peduli. Dimanakah sebenarnya anak-anak mereka?, tidakkah kita sadar betapa besar perjuangan seorang ibuuntuk anaknya, tapi apa balasan yang anak berikan kepadanya?. Kita tahu bahwa jasa-jasa seorang ibu tak akan pernah terbalaskan, tapi kenapa tidak untuk kita sedikit memberikan kebahagiaan kepada mereka. Ada hadist yang menyatakan “syurga itu berada di telapak kaki ibu”, jadi betapa sentralnya seorang ibu, sampai-sampai urusan syurga ada pada diri seorang Ibu.

    Wa`allahu a`lam.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: