Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Murahnya nyawa manusia dalam gelapnya malam

    Posted by starawaji pada April 19, 2009

    MURAHNYA NYAWA MANUSIA DALAM GELAPNYA MALAM

    Sore yang cerah sekelompok anak muda berkumpul dalam sebuah teras rumah, dengan ciri khasnya masing-masing mereka menampilkan sebuah gaya nan apik, tapi menjijikan mata kita, dengan atribut yang serba hitam, dengan sepatu yang kotor dan dekil, celana jins yang sudah dimodif pendek dan ketat dengan tampilan rambut yang sangat kusam dan tak terurus, ini menjadi trend anak-anak muda sekarang, enggak tahu sebenarnya dia anak orang mampu atau bukan atau anak yang kurang kasih sayang orang tua atau bukan, yang pasti mereka berkumpul bersama-sama dalam trotoar jalanan kota. Malampun menjelang, dengan terdengar suara adzan yang begitu indah, tapi mereka tetap asyik dalam jalanan trotoar kota, dengan gitar di tangan mereka mengalunkan lagu- lagu klasik yang mereka anggap sebagai lagu nasionalisme dari kehidupan mereka. Sorepun berlalu dengan begitu cepatnya, banyak dari sebagian mereka membawa sebuah sepeda motor yang kalau kita lihat itu sangat berbentuk bukan layaknya motor dengan berbabagai fungsinya, malam semakin larut dan jalan kota pun semakin ramai oleh orang-orang yang tidak tahu waktu (malam itu untuk tidur). Mereka berjalan mengelilingi lintasan kota dalam gelapnya malam sambil bernyayi-nyanyi dan berjoged-joged di temani rauman suara derungan motor-motor bebek yang berkeliaran di sekitarnya. Malam semakin larut dan semakin larut dipojok sudut jalan sebuah gang ada seorang kakek yang sedang duduk termenung dan mengantuk dengan radio kotak disampingnya, ia mendengarkan suara siaran radio dari stasiun daerah, terdengar dari bilik warungnya alunan suara music dangdut, para pemuda pun datang menghampiri bapak yang sedang asyik mendengarkan alaunan suara music dangdut dari radio kotaknya. Pemuda itupun kemudian bertananya “Pak ada minuman yang biasa”, sang bapak yang sudah tua dan mengantuk itupun menjawab, “ia nak tentu saja ada”, campur ya pak dengan porsi seperti biasa, sahut pemuda tadi. Dengan cekatan sang bapak tua itupun meracik sebuah minuman yang anak pesan, setelah selesai minuman itupun diserahka kepada anak pemuda tadi, dipnggiran jalan trotoar sang teman sudah menunggu kedatangan minuman yang mereka pesan. Dalam suasana yang meriah dan sangat ramai, jalanan itu pun penuh dengan sepeda motor, malam itu, atau bahkan setiap malam itu mereka selalu mengadu nyali mereka untuk mencoba lintasan jalan kota yang semakin malam semakin sepi, dan kebebasan mereka pun semakin sempurna. Dari ujung Barat ada sekitar 3 motor yang saling susul, mereka adu kecepatan dalam lintasan jalan kota, padahal malam itu sebenarnya masih ada kendaraan yang hilir mudik melintasi jalan itu, kebanyakan mobil-mobil antar jemput karyawan yang melintas pada saat itu, keramaian semakin menjadi ketika para bikers tersebut mulai meraum-raumkan motornya, dan semua orang bersorak-sorak. Di samping jalan segerombolan anak pemuda mulai melakukan pesta (teman saya bilang “meating”), dengan beberapa gelas plastic(bekas gelas minuman ) mereka mulai menuangkan racikan sang bapak tua tadi, mereka satu per satu mulai menenggaknya, dan mereka pun terlihat pada mabuk, sambil melihat atraksi sepeda motor yang melintas didepan matanya. Tak lama kemudian 4 sepeda motor melaju dengan kencang sekali, layaknya Rosi (sang idola mereka) mereka meliuk-liuk dijalanan kota tak pandang apakah itu ada lampu merah atau tidak, diperempatan yang ketiga datang sebuah bus jemputan karyawan melintas, tak ayal lagi keempat orang itu pun menghantam badan samping bus, dan mereka pun terbanting keaspal dan saling bergelantingan, terlihat dari mulut, telinga, dan hidungnya keluar darah segar yang mengalir membanjiri aspal dijalanan kota, kepala mereka semua pada bergerak (kaya iklan minuman di tv “brrrr….brrrr…..brrrr”) sambil mengeluarkan cairan warna merah. Tak lama kemudian mereka pun terdiam tak bergerak, sepertinya mereka sudah tak bernyawa. Empat jiwa melayang dengan sia-sia, massa Allah. seolah-olah nyawa ini dapat dibeli, mereka mempermainkannya dengan begitu saja. Setelah berlangsung kejadian kecelakaan tersebut, selang beberapa menit, anak-anak pemuda yang sedang mabuk dipinggiran jalan pada muntah, mereka semua mengigau dan tak tahu maksud, kemudian anak-anak pemuda tadi satu per satu mulai jatuh ketanah, dan pingsan tak sadarkan diri, sampai pagi rombongan anak-anak tadi belum juga sadar, terlihat dari mulut mereka masih mengeluarkan cairan bekas racikan minuman yang semalam mereka minim, pagi yang begitu cerah, kebiasaan masyarakat kota diwaktu libur di pagi hari mereka melakukan olah raga kecil-kecilan sambil berlari dan berjalan santai untuk meregangkan otot-otot persendian setelah hampir seminggu mereka bekaerja, masyarakat yang melihat sekelompok anak pemuda yang masih tertidur dengan cairan di mulutnya langsung melaporkannya kekepolisian setempat, kabar ada kabar mereka sudah meninggal karena over dosis, tenyata minuman yang mereka pesan dari bapak tua yang kelihatan ngantuk tadi salah racik, pak tua itu salah memasukan campuran yang lain, sehingga efeknya sangat terasa bagi saraf manusia, disamping itu ternyata mereka juga mengkonsumsi sebuah ogat yang dilarang peredarannya oleh badan POM. Mereka semua tewas sangat mengenaskan, tanpa adanya kalimat Allah yang mereka bawa, naudzubillah. Masa Allah dalam satu malam ada sekitar empat di tambah satu rombolan anak muda yang tewas dengan sia-sia, begitu murahnya harga nyawa manusia menurut mereka, sehingga mereka mempermainkannya. Ya Allah aku selalu berlindung kepadamu jauhilah berbuatan-perbuatan yang merugikan ini dan penuh dosa ini, berikanlah hambamu selalu jalan yang telah engkau rido`I, dan selalu diberi petunjuk agar hambamu ini selalu dalam naunganMu, Amieen……….!!!

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: