Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • DIBALIK HONOR ANGGOTA KKPS

    Posted by starawaji pada April 10, 2009

    DIBALIK HONOR KPPS PEMILU 2009

    hari rabu tanggal 8 april, hampir semua orang yang masuk dalam anggota KKPS sibuk untuk melakukan acara persiapan kegiatan pesta demokrasi Indonesia yang kedua setelah tahun 2004. Kelihatan sekali disetiap TPS masing-masing mulai untuk mempersiapkan segala sesuatunya, bagi kami yang ada disekitar daerah yang agak kepelosok desa mulai mencari perlengkapan pendukung yang diperlukan dalam mensukseskan pesta demokrasi tersebut, dari pagi kami berangkat menuju sebuah kebon yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami, kami coba bicara pada seorang pemilik kebun untuk meminta sedikit pohon bambu untuk dijadikan bahan tiang dalam mendirikan tenda, tapi menolak dia meminta kami harus membayar atau membelinya, dalam hati saya berpikir, kalau uang saya gunakan untuk membeli bambu ini mana cukup untuk keperluan yang lain, sedangkan jatah untuk kegiatan tersebut tidak begitu banyak, sebelumnya sih saya berharap kalau bapak tadi yang punya kebun akan memberikan bambunya tanpa adanya bayaran, ya… istilahnya ngasih gitu, tapi yah apa boleh buat beliau tidak memberikannya, akhirnya kami semua mencari ide yang lain, saat itu suasana hujan rintik-rintik yang membuat kita semua males keluar untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan, dalam pikiran saya, sekarang hujan dari tadi pagi sampai siang ini belum juga reda, bagaimana kalau sampai sore hari hujan tidak reda, atau bahkan hujan akan kembali turun besok, melihat surat suara yang begitu besar, saya khawatir kalau sampai-sampai besok benar-benar hujan turun, pasti semuanya bakalan repot. Melihat kondisi seperti itu saya coba kasih saran kepada ketua KKPS untuk melakukan penyontrengan disebuah ruangan, mereka setuju untuk melakukan penyontrengan disebuah ruangan, tapi dalam benak mereka bertanya apakah ada di kampung ini yang mempunyai ruangan atau aula yang bisa digunakan untuk kegiatan pesta terbesar demokrsi di Indonesia ini. Maklumlah kami berada di kampung yang tidak mempunyai fasilitas gedung, kami bukan hidup di kota yang mempunyai segalanya. Kebetulan saya ingat, ketika dulu ada acara peilihan lurah setempat, mereka dulu menggunakan sebuah halaman sekolah, ingat tentang sekolah, saya coba usul kepada ketua, bagaimana kalau ruang kelas saja yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyontrengan, ya menghindari hujan sebenarnya, ternyata mereka langsung tertarik untuk menggunakan ruang kelas tersebut, segala sesuatu yang kita harapkan itu tidak mudah untuk dilalui, buktinya setelah kami semua mendatangi sekolah tersebut, pihak kepala sekolah melarang untuk menggunakan ruanganan kelas mereka dijadikan sebagai tempat atau acara pemungutan suara, dengan berbagai macam alasan, tapi saya coba untuk bicara kepada pihak sekolah, Bu (karena kepala sekolahnya perempuan) kegiatan ini adalah permintaan dari pemerintah untuk melakukan pemungutan suara, otomatis ini adalah untuk kepentingan Negara, sedangkan sekolah merupakan bangunan yang dimiliki oleh Negara, jadi sama-sama ini merupakan kepentingan Negara, bagaimana seandainya besok hujan dan kita hanya punya tenda yang sederhana, otomatis kita akan terganggu bahkan kemungkinan surat suara akan rusak terkena air, setelah panjang lebar kami memaparkannya, akhirnya pihak sekolah mau memberikan fasilitas ruangan sekolahnya untuk pemungutan suara, walaupun sebelumnya kami harus meminta surat rekomendasi dari kecamatan setempat, baru beliau mau mengijinkannya. Siang itu juga kami satu team mulai membereskan ruangan dan melay-out bagian-bagiaan yang akan digunakan, mulai dari meja dan kursi siswa, terus fasilitas-fasilitas yang akan di pergunakan besok. Ternyata sekolah tersebut mempunyai skat ruang antara kelas yang satu dengan kelas yang lain, ini menjadi keuntungan bagi team karena lebih mudah dalam mengatur lay-out nya, hampir semua peralatan yang kita butuhkan termasuk kursi dan meja kita gunakan langsung dari meja dan kursi siswa, jadi tidak begitu sulit dalam menentukan lay-out dan pemakain alat-alat yang digunakan, jadi sekitar jam 16:00 semua sudah beres termasuk alat pengeras suara dan pemasangan cara-cara penyontrengan pada dinding-dinding ruang kelas pada pemilu kali ini. Sekitar 17:45 kotak suara datang, kotak suara didistribusikan dari kecamatan langsung ketiap-tiap KKPS. Malamnya kami satu team mulai melakukan prepare terhadap semua berita acara yang ada, mulai dari pengisian data-data dan penandatangan ketua dan anggota KKPS dalam lembar berita acara (bukan penulisan hasil perolehan suara tapi hanya penulisan data tentang KKPS saja), malam itu juga banyak yang datang menghampiri kami, baik dari PPS maupun dari calon saksi dari masing-masing partai politik, tidak ketinggalan juga bapak dari kepolisian yang datang untuk mengamankan lancarnya proses demokrasi ini, sekitar jam 00:10 terdengar suara derungan motor, tidak lama setelah suara motor berhenti, terdengar“assalamualaikun….” kami pun menjawabnya”,”wa-alaikum salam”,”, saat itu kami lagi benar-benar capek sekali, disamping kerjaan untuk pengisian data berita acara (bukan penulisan hasil perolehan suara tapi hanya penulisan data tentang KKPS saja) belum selesai dan sangat kelelahan, eh ternyata yang datang adalah bapak lurah, beliau sengaja datang untuk memastikan apakah di TPS ini sudah siap untuk melakukan kegiatan pemungutan suara pemilihan calon legeslatif, kemudian beliau bilang “wah tempat yang bagus, tidak memerlukan adanya tenda”, jadi kalau turun hujan ditempat ini tidak akan terganggu, kemudian beliau memasukan tangannya kedalam saku celana dan mengambil uang puluhan ribu dua lembar, ini, katanya buat beli kopi sama makanan kecil-kecilan. Setelah itu teman kami keluar untuk mencari makanan, tapi tidak lama kemudian beliau pergi, maklum udah larut malam, mau istirahat. Akhirnya kami hanya sampai jam 01:35, dan kami semua harus menjaga tempat tersebut disamping linmas, selanjutnya kami semua mencari tempat untuk tidur disekolahan tersebut (sekolahannya agak jauh dari pemukiman masyarakat dan sepi), namanya juga bukan tempat tidur walaupun kami semua sudah coba untuk pejamkan mata, tapi susah untuk tidur, ya kami semua hanya coba tidur saja dengan memejamkan mata ala kadarnya agar besok, yang sebenarnya inti dari semuannya ini tidak terganggu, bagi saya ini sesuatu yang sangat berisiko, karena saya belum juga bisa tidur, walaupun saya sudah sempat ganti-ganti tempat tidur (maksudnya alas yang digunakan untuk tidur), pertama saya bebaring dikursi yang panjang, kemudian saya pindah diatas meja tempat untuk bilik suara, diatas meja itu ada lampu neon yang ukurannya 40 watt, walaupun susah saya sempat tertidur sebelum akhirnya saya pulang kerumah sekitar pukul 04:25. Tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, sayapun bersiap-siap dan mengambil wudhu dirumah dan langsung berangkat ke Masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjama`ah, selesai shalat saya pun berdo`a kepada Allah agar saya diberikan kemudahan dalam menyelesaikan urusan ini dan selalu diberikan perlindungan oleh-Nya, banyak surat di Al-qur`an dan hadis yang menyatakan bahwa shalat subuh berjama`ah itu banyak manfaatnya bagi manusia. Saya pun pulang dan merebahkan tubuh ditempat tidur sebentar kemudian saya bangun lagi dan mandi, selesai mandi saya pun sarapan agar kondisi saya tetap terjaga atau tetap fit. Sekitar jam 06:00 saya pun berangkat ketempat pemungutan suara, disana teman-teman kami sudah siap dengan kemeja batiknya dan celana hitam panjang, ternyata para saksi pun sudah ada yang datang bahkan calon pemilih pun sudah ada yang datang, jam 07:00 kami semua masuk keruangan baik dari saksi maupun masyarakat yang datang, ketua membuka acara tersebut dengan mengucap sumpah anggota KPPS, dilanjutkan dengan

    pembukaan kotak suara dan penghitungan ulang jumlah suara yang masuk dari kecamatan. Setelah semua beres proses demokrasipun dimulai, pada pemilih pertama adalah seorang nenek yang sudah tua renta bahkan ia sempat dibantu untuk berjalan menuju ketempat bilik suara, begitulah demokrasi, nenek yang sudah tua pun berharap akan adanya perubahan yang baik di negeri ini,walaupun sebenarnya kita tidak tahu apakah nenek ini menyontreng dengan sah atau tidak, semakin lama semakin banyak pengunjung yang datang untuk melakukan pemilihan calon-calon legeslatif yang ia percaya bisa merubah negeri ini, yang paling pusing ketika seorang ibu bawa anak bayinya yang masih kecil dan menangis tidak henti-henti, akhirnya ketua KPPS memutuskan untuk mendahulukan ibu-ibu yang bawa anak kecil dan orang yang kondisinya kurang begitu sehat, sekitar jam 11: 45 hampir semua orang sudah melakukan penyontrengan, kecuali mereka yang berhalangan masih ada di tempat/daerah lain. Akhirnya jam 12:00 ketua KPPS menutup kegiatan pemungutan suara, dan kami pun beristirahat sejenak untuk makan siang dan shalat duhur. Sekitar jam 13:00 kami mulai untuk membuka kotak suara, yang pertama dari DPR pusat kemudian DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten, dan mulai melakukan penghitungan suara. Sungguh sangat disayangkan sekali kenapa komisi pemilihan pemilu untuk tahun 2009 ini mengunakan pulpen kecil warna merah, sehingga pada saat proses penghitungan sangat kesulitan dalam mencari centengannya, apalagi kalau pemilih penyentengnya dengan tanda titik, sudah dipastikan tidak bisa kelihatan oleh anggota KPPS jika dibandingkan dengan kertas suara yang sangat lebar, mata ini sepertinya lelah bener harus melihat kesana kemari untuk mencari centrengan tersebut, ibaratnya mencari jarum dalam tumpukan jerami, ini benar-benar sangat disayangkan, bisa merugika suara yang sah jadi tidak sah, yak arena tidak kelihatan, saya berharap kedepan tidak seperti ini, karena ini bisa menghambat dalam proses penghitungan suara, kami saja yang di sini selesai melakukan penghitungan sekitar jam 21:00 dengan jiwa pemilih sebanyak 453 orang. Sekitar pukul 01;00 kami selesai dalam proses penulisan berita acara dan langsung mennyerahkannya ke PPS setempat, setelah semua beres kami semua pun pulang, dan sekitar jam 01:45 sayapun tidur. Ternyata besoknya masih ada kerjaan lagi, yaitu membereskan ruang kelas sekolah bekas tempat dilangsungkannya pemungutan suara. Jadi kalo dipikir-pikir dengan honor 200 ribu saya rugi banget, karena harus kerja siang malam yang hampir mencapai 3 hari. Kalau ditempat saya bekerja ini bisa didapat hanya dengan satu hari lembur saja dengan berangkat jam 6 pagi kemudian pulang jam 10 malam. Tapi sesungguhnya bukan itu yang sebenarnya saya maksudkan/harapkan, saya ini warga Indonesia yang ada di Indonesia harus rela mengorbankan diri kita walaupun dengan bayaran sedikit bahkan tanpa bayaran. Ingat para pejuang dulu yang berjuang tanpa pamrih, jadi kita sebagai warga Negara yang baik harus mendukung kegiatan pemerintah, tapi yang bersifat positif dalam memajukan negeri ini agar kita benar-benar menikmati hidup yang sesungguhnya. Amie..n !!!

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: