Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • SHALAHUDDIN AL AYYUBI

    Posted by starawaji pada Maret 22, 2009

    SHALAHUDDIN AL AYYUBI, PAHLAWAN PERANG ISLAM DALAM RATUSAN PERTEMPURAN

    Tulissan ini saya tulis buat para civika STAISA Shalahuddin Al ayyubi JAKARTA sebagai pengetahuan bagi mereka semua agar tahu siapa sebenarnya shalahuddin Alayyubi yang di jadikan sebagai nama dari universitas ini. Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua amieeeeee…..n…..!!!!!!!!!!!!

    Shalahuddin Al ayyubi berasal dari bangsa kurdi, beliau mempunyai seorang ayah yang beranama Najmuddin ayyub dan seorang paman yang bernama Asadudin Syirkuh, mereka hijrah muntuk meninggalkan kampung halamannya di dekat Danau FAN kemudian pindah lagi kedaerah Tikrit IRAK. Shalahuddin Al ayyubi dilahirkan di daerah tikrit Irak, tepatnya di sekitar benteng Tikrit pada tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi penguasa di daerah Seljuk di tikrit, saat itu ayah dan pamannya mengabdi pada Imaduddin Zanky. Beliau adalah seorang gubernur sejuk untuk daerah kota Mousul , Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut daerah Balbek, Libanon pada tahun 534 H/1139 H. Najmuddin ayyub (ayah dari Shalahuddin Al ayyubi) diangkat menjadi gubernur balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud, selama di Balbek inilah Shalahuddin Al ayyubi mengisi masa mudanya dengan menekuni tekhnik berperang, strategi, maupun politik, setelah itu Shalahuddin Al ayyubi melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempeljari ilimu Teologi Suni selama sepuluh tahun. Dalam lingkungan kerajaan Istana Nuruddin Mahmud beliau di angkay menjadi seorang Wazir atau seorang konselor pada tahun 1169 H

    Disana beliau mewarisi peranan sulit untuk mempertahankan kerajaan mesir dari penyrerbuan kerajaan Latin Jerusalem I, posisi awalnya sangat menegangkan. Tidak seorangpun yang menyangka beliau bisa bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak Khilafah mendapat perlawanan dari wazirnya, sebagai pemimpin dari prajurit asing Syiria, dia juga tidak memiliki control dari prajurit Syah Mesir yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al- Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September tahun 1171, Shalahuddin Al ayyubi mendapat pengumuman Imam dengan nama Al-Mustadi. Kaum suni yang paling penting Abbasid khalifah di Baghgdad. Ketika upara sebelum shalat jum`at da kekuatan kewenangan sengan mudah memecat garis keturuna lama. Sekarang Shalahuddin Al ayyubi menguasai Mesir dari tapi secara resmi beliau bertindak sebagai wakil dari Nuruddin yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasaid. Shalahuddin Al ayyubi merevitalisasi pereknomian mesir, mengorganisir kekuatan ulang militer, dan mengikuti nasehat ayahnya, menghindari koflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah beliau menjadi pemimpin asli Mesir dia menunggu sampai kematian Nuruddin, sebelum memulai beberapa tindakan militer yang serius, yang pertama melawan daerah muslim yang lebh kecil, lalu mereka mengarahkan untuk melawan para prajurit Salib timur tengah tahun 1190 M. Wilayah kekuasaan Shalahuddin Al ayyubi pada tahun 1187 -1189 M sudah sangat luas.

    Dengan kematian Nuruddin tahun 1174 M, beliau menerima gelar sultan Mesir, di sana beliau memproklamirkan kemerdekaa dari kaum Seljuk, dan beliau terbukti sebgai penemu dari Dinasti ayyubid dan mengembalikan ajaran Suni ke Mesir. Beliau memperlebar wilayah sampai kesebelah Barat di Maghreb, dan ketika paman beliau pergi ke NIL untuk mendamaikan beberapa pemberontak dari bekas pendukung Fatimia, lalu beliau melajutkan ke daerah laut merah untuk menaklukan Yunani, beliau juga di sebut sebagai waliullah yang artinya teman Allah bagi kau muslim Suni.

    Dari usia belasan tahun Shalahuddin Al ayyubi selalu bersama ayahnya di medan pertempuran melawan tentara perang salib atau menumpas pemberontakan terhadap pemmpin sultan Nuruddin Mahmud, ketika Nuruddin berhasil merebut kota Damaskus pada tahun 549 H/1154 M maka keduannya ayah dan anak telah mennjukan loyalitas yang tinggi kepada pimpinannya. Dalam tiga pertempurandi Mesir bersama-sama pamannya Asaduddin melawan tentara perang Salib dan berhasil mengusirnya dari mesir pada tahun 559 -564 H / 1164-1168 M. Sejak Itu Asaduddin pamanya diangkat menjadi perdana mentri khilafah Fathimiyah, setelah pamannya meninggal, jabatan perdana mentri di percayakan khilafah kepada Shalahuddin Al ayyubi.

    Shalahuddin Al ayyubi berhasil mematahkan serangan tentara salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan serangan perang salib kedua terhadap mesir, Sultan Nuruddin memerintahkan Shalahuddin Al ayyubi mengambil kekuasaan dari tangan Khilafah Fathimiyah dan mengembalikan kepada khilafah Abbasiah di Baghdad mulai bula September tahun 567 H/1171 M, setelah khalifah Al `Adid, Khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenunya di tangan Shalahuddin Al ayyubi.

    Sultan Nuruddin meningal tahun 659 H/1174, Damaskus diserahkan pada putranya yanga masih sangat kecil yaitu Sultan Salih Imail di damping oleh saorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putra-putra Nuruddin, da wilayah kekuasaan Nuruddin terpecah-pecah. Shalahuddin Al ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi beliau mendapa perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan adanya persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al ayyubi dan melawannya dan menyatakan diri sebagai Raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperuas wilayahnya sampai Maosul, Irak bagian utara.

    Dikemudian hari Shalahuddin Al ayyubi menjaDI Wazir pada tahun 1169, beliau menerima tugas yang sangat sulit untuk mempertahankan Mesir dari serangan Raja Latin Jerusalem, Kususnya Amalric I. kedudukanya sangat sulit awalnya, sedikit orang yang beranggapan bahwa ia akan berada cukup lama berada di Mesir, karena sebelumnya telah banyak terjadi pergantia kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir yang disebabkan adanya bentrok yang terjadi anatara anak-anak khalifah untuk Wazir, sebagai pemimpin dari pasukan asin yaitu Suriyah, beliau juga tidak memiliki kekuasaan atas pasukan syi`ah mesir yang masih berada dibawah khalifah lemah Al-Adid.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: