Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • KEPALA SEKOLAH

    Posted by starawaji pada Maret 1, 2009

    A. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR

    1. Tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan

    Supervisi adalah aktivitas untuk menentukan kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Melihat definisi tersebut, maka tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa ia hendaknya pandai meneliti, menari, dan menentukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehinga tujuan-tujuan pendidikan di sekolah itu semaksimal mungkin dapat tercapai. Ia harus dapat meneliti dan menentukan syarat-syarat yang mana yang telah ada dan mencukupi yang perlu diusahakandan dipenuhi.

    2. Prinsip-prinsip dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

    Dari uraian diatas dapat kita ketahui, betapa banyak dan besarnya tanggung jawab kepala sekolah sebagai supervisor. Moh. Rifai, M.A., mengemukakan pendapatnya, bahwa seorang kepala sekolah seharusnya memperhatikan pri9nsip-prinsip berikut:

    a. Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif.

    b. Supervisi harus didasarkan padakeadaan dan kenyataan yang sebenarnya.

    c. Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya.

    d. Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman pada guru-guru

    e. Supervisi harus didasarka pada hubungan professional, dan bukan pribadi.

    1

    f. Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru-guru dan pegawai sekolah.

    g. Supervisi tidak besifat mendesak (otoriter).

    h. Supervisi tidak boleh didasarka atas kekuasaan pangkat, dan kedudukan pribadi.

    i. Supervisi tidak boleh mencari-cari kesalahan dan kekurangan.

    j. Supervisi tidak terlalu cepat mengharapkan hasil, dan tidak boleh lekas merasa kecewa.

    k. Supervisi hendaknya bersifat preventif, koreksi, dan kooperatif.

    Jika hal-hal tersebut diatas diperhatikan dan benar-benar dilaksanakan oleh kepala sekolah, agaknya dapat diharapkan semua sekolah dapat menjadi maju dan berkembang menjadi alat yang benar-benar memenuhi syarat untuk mencapai tujuan pendidikan. Akan tetapi kesanggupan dan kemampuan seorang kepala sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

    1) Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada

    2) Besar kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah.

    3) Tingkatan dan jenis sekolah, (SMP, STM, SMEA, atau SKKA)

    4) Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia.

    5) Kecakapan dan keahlian kepala sekolah.

    Diantara faktor-faktor yang lain, faktor ini yang paling terpenting. Bagaimanapun baiknya situasi dan kondisi yang tersedia, jika kepala sekolah itu sendiri tidak mempunyai kecakapan dan keahlian yang diperlukan, semuanya tidak akan ada artinya. Sebaliknya, adanya kecakapan dan keahlian yang dimilikioleh kepala sekolah, segala kekurangan yang ada akan menjadi perangsang yang mendorongnya untuk selalu berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya.

    2

    3. fungsi kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran.

    a. Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah dalam menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

    b. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah.

    c. Bersama-sama guru mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntunan kurikulum.

    d. Berusaha memepertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah.

    e. Membina hubungan kerja sama sekolah dengan BP-3 atau POMG dan instansi-instansi lain.

    f. Menghadiri rapat atau pertemuan organisasi-organisasi professional, seperti PGRI, dan Ikatan Sarjana Ppendidikan.

    g. Mendiskusikan tujuan-tujuan dan filsafat pendidikan dengan guru-guru.

    3

    h. Mendiskusikan metode-metodedan tehnik-tehnik dalam rangka pembinaan dan pengembangan proses belajar mengajar.

    i. Membimbing guru-guru dalam menyusun program catur wulan atau program semesteran.

    j. Membimbing guru-guru dalam memilih dan menilai buku-buku untuk perpustakaan sekolah.

    k. Membimbinh guru-guru dalam menganalisis dan menginterpretasi hasil tes dan penggunaannya bagi perbaikan proses belajar mengajar.

    l. Melakukan kunjungan kelas atau classroom visitation dalam rangka supervise klinis.

    m. Mengadakan kunjungan observasi bagi guru-guru demi perbaikan cara mengajarnya.

    n. Mengadakan pertemuan-pertemuan individual dengan guru-guru tentang masalah-masalah yang mereka hadapi.

    o. Menyelenggarakan manual atau bulletin tentang pendidikan.

    p. Berwawancara dengan orang tua murid dan pengurus BP-3 atau POMG tentang hal-hal pendidikan anak mereka.

    4. Teknik-teknik supervise.

    a. Teknik perorangan

    1) Mengadakan kunjungan kelas

    2) Mengadakan kunjungan observasi

    4

    3) Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari diri seorang murid dan mengatasi masalah yang timbul pada siswa.

    4) Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah.

    b. Teknik kelompok.

    1) Mengadakan pertemuan dan rapat (meetings)

    2) Mengadakan diskusi kelompok (group discussions)

    3) Mengadakan penataran-penataran (inservice training)

    Satu Tanggapan to “KEPALA SEKOLAH”

    1. MAHYUN said

      Wah banget materinya Mas, tks!
      Jayalah Pendidikan Indonesia!

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: