Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi di Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie di Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan di Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan di PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga di pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi di METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman di Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH di Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo di Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Pendidikan Agama Islam

    Posted by starawaji pada Februari 3, 2009

    Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang berasaskan ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik, agar nantinya setelah selesai dari pendidikan itu ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan tentang ajaran-ajaran Agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran Agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak . Istilah Pendidikan Agama Islam tidak bisa di samakan dengan istilah pengajaran agama Islam, karena Pendidikan Agama Islam bukanlah satu mata pelajaran, tapi lebih merupakan seperangkat ajaran tentang hidup yang telah diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Di samping itu, pembelajaran Agama Islam di Sekolah tidak terbatas pada transfer ilmu pengetahuan tentang agama Islam (pengajaran) saja, tapi mencakup penanaman nilai-nilai Agama kepada peserta didik.
    Pendidikan Agama Islam sangat di butuhkan dalam Dunia Pendidikan, baik mulai tingkat usia dini sampai beranjak usia tua. Dengan
    mengglobalnya budaya-budaya Barat yang semakin merajalela dikalangan para pemuda dan pemudi Islam, dikhawatirkan akan melemahkan nilai- nilai keimanan dan kepribadian Islam yang telah dicontohkan oleh baginda nabi besar Muhammad SAW kepada seluruh umatnya.
    Akhlak sebagai pondasi dasar dari perilaku umat Islam semakin ditinggalkan, mereka telah terjebak dengan gaya kehidupan masyarakat modern yang lebih condong kearah gaya hidup Westernisasi, dengan mengadopsi gaya hidup jenis “TYPE OF STYLE” artinya para remaja sekarang hanya mengikuti atau mencontoh orang-orang luar dari sisi negatifnya, mereka mengimplikasikannya sebagai suatu kebanggaan, sebagai contoh meminum minuman yang mengandung alkohol dan mengkonsumsi obat –obatan yang berdosis tinggi. Seharusnya para remaja sadar betapa bahayanya masa depan mereka, untuk itu mereka harus memandang orang luar dari segi kehidupannya yang bergaya hidup “TYPE OF MIND” yaitu gaya hidup yang menonjolkan semangat kerja yang tinggi dan penuh dengan ambisi untuk menjadi yang terbaik dari segi kemapanannya. Akhlak yang merupakan cermin dari kepribadian seorang muslim, yang seharusnya dijadikan sebagai pola tingkah laku masyarakat muslim dalam bersosialisasi dengan kehidupan masyarakat, sekarang sangat sulit untuk ditkembangkan, karena para pemuda sekarang lebih memilih kebebasan hidup yang sesaat yang bisa merusak mental dan jiwa mereka, apalagi pada zaman sekarang ini, semakin marak peredaran NARKOBA, dalam kehidupan Remaja yang bisa merusak masa depan kehidupan mereka, begitu juga dengan nasib bangsa ini. Pendidikan Agama Islam sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, dengan bekal ilmu yang cukup, manusia akan banyak berpikir dan menilai apa yang baik dan apa yang buruk. Pendidikan Agama Islam wajib diberikan kepada generasi muda, peran orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan dan pengawasan anak-anaknya, sebagaimana dalam hadist berikut.
    كُلُ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرة فأبَوَاهُ يُهَوِدَانِهِ أوْيُنَصِرَانِهِ أوْيُمَجِسَانِهِ
    Artinya:
    “setiap anak yang di lahirkan itu dalam keadaan suci, hanya orang tuanyalah yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani, dan Majusi”.

    Pendidikan Agama Islam, memberikan harapan bagi penerus-penerus pemeluk agama Islam untuk mengembangkan pengetahuanya dengan mempelajari buku-buku yang semakin banyak di pasaran. Ada juga perkembangan yang cukup baik dari kemajuan Pendidikan Agama Islam dikalangan anak-anak Indonesia, terutama yang berada di daerah BANTEN. Berdirinya sekolah-sekolah yang berbasis Islam, seperti Play Group untuk anak-anak usia dini, yang diajarkan tentang baca tulis Al-qur`an, begitu juga dengan Taman Kanak-Kanak yang berbasis Islam, sampai sekarang Sekolah Dasar dan seterusnya, mulai menggiatkan pendidikan yang berasaskan Islam. Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal yang semakin melimpah, baik negeri maupun swasta, semakin memberikan kebebasan bagi generasi pemeluk Islam untuk lebih leluasa dalam menilai kualitas pendidikan, sebagai variabel atau tolak ukur dalam pencapaian suatu keberhasilan dalam proses belajar mengajar, sehingga diharapkan untuk generasi-generasi Islam lebih maju dan lebih berkembang, sehingga masyarakat muslim dapat merubah hidupnya lebih sejahtera.
    Allah SWT menganugerahkan akal dan pikiran kepada seluruh umatnya. Dengan demikian, seluruh manusia mempunyai kewajiban untuk memeliharanya, salah satu caranya adalah menggunakan akal dan pikiran dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, ilmu yang didapat, digunakan sebagai bekal untuk memahami kekuasaan Allah untuk kepentingan dan kemaslahatan kehidupan manusia, sehingga masyarakat akan semakin sadar terhadap fungsi dan kedudukan-Nya. Selain itu, dengan menuntut ilmu pengetahuan, wawasan dan pengetahuan akan semakin bertambah.
    Ajaran Islam mewajibkan kepada seluruh umatnya supaya menuntut ilmu pengetahuan, seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdul Barri.

    طلبُ الْعِلْمِ فريْضَة عَلىَ كُل مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
    Artinya:
    “Menuntut Ilmu adalah fardlu bagi setiap Muslim dan Muslimat”.
    (H.R. Ibnu Abdul Barri).

    Dari hadist ini diperoleh pengertian, bahwa Agama Islam memandang penting ilmu pendidikan bagi seluruh umatnya untuk menjadi orang yang berilmu, dan berpengetahuan, untuk membangun segala kemaslahatan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Menyelami hakekat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh masyarakat pada zaman dahulu, baik yang berhubungan dengan aqoid dan ibadat, maupun yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala hal kebutuhan hidup. Dalam hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menyatakan bahwa:

    مَنْ اَرَادَالدُّّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ اَرَادَالأَخِرَةَ فعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ اَرَادَاهُمَا فَعَلَيْهِ بالْعِلْمِ,
    Artinya:
    “Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, maka wajiblah ia untuk memiliki ilmunya. Dan barang siapa yangmenginginkan (selamat dan bahagia) di akhirat, maka wajiblah ia untuk mempelajari ilmunya.Dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, maka wajiblah ia untuk memiliki ilmu dari kedua-duanya” ( H.R. Bukhari dan Muslim).

    Seseorang tidak mungkin dapat mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, jika tidak mengenal atau mengetahui dan mempelajarinya
    terlebih dahulu. Dengan demikian, menuntut ilmu agama Islam hukumnya fardlu `ain, dan adakalanya wajib kifayah.
    Ilmu yang wajib `ain di dipelajari oleh mukallaf, yaitu ilmu yang perlu diketahui untuk meluruskan aqidah yang wajib dipercayai oleh seluruh muslimin, dan perlu yang diketahui untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang difardlukan atasnya, seperti shalat, zakat, dan haji. Disamping itu perlu juga dipelajari ilmu akhlak untuk mengetahui adab sopan santun yang perlu kita laksanakan dan tingkah laku yang harus kita tinggalkan.
    Ilmu yang wajib kifayah hukum mempelajarinya, adalah ilmu-ilmu yang hanya menjadi pelengkap, misalnya ilmu tafsir, ilmu hadist, dan sebagainya. Ilmu Pendidikan Agama Islam wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah, dan berdosa bagi orang-orang yang sengaja meninggalkannya. Dan Allah akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah Swt.
    ….         
    Artinya:
    “. . . Allah mengangkat darajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberap derajat.” (Q.S. Al Mujadalah, 58:11).
    Ayat di atas menerangkan bahwa Allah SWT memberikan keistimewaan kepada orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat. Kewajiban menuntut ilmu itu tidak hanya bersifat sementara (hanya pada waktu di bangku sekolah), tetapi hendaknya di lakukan secara terus menerus selama hayat masih di kandung badan (pendidikan seumur hidup ). Seperti dalam hadist yang di riwayatkan oleh Muslim, yang artinya “Tuntutlah ilmu sejak dalam buaian sampai liang lahat” Menurut hadist tersebut bisa ditarik kesimpulan, bahwa seluruh umat muslim diperintahkan untuk menutut ilmu pengetahuan sejak usia dini sampai ajal menjemput. Bisa dikatakan juga bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia, dengan kata lain, bahwa proses Pendidikan Agama Islam terjadi sepanjang hidup manusia, yaitu sejak manusia itu di lahirkan sampai manusia itu mati, atau sering menyebutnya dengan istilah “Long life education”. Apabila setiap muslim telah mempelajari tentang ilmu pendidikan agama Islam, maka ia akan mengetahui batas-batas antara yang halal dan yang haram, yang hak dan yang batil. Allah akan membedakan orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan orang-orang yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan, seperti yang di jelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Az- Zumarayat, ayat 9.

                
    Artinya:
    “katakanlah wahai Muhammad!. Adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.?, sesungguhnya yang dapat meyadari itu hanyalah orang yang mempunyai fikiran “ (Q.S. Az Zumarayat , 39:9)
    Berdasarkan penelitian pendahuluan, di jumpai Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Negeri Binangun masih rendah, hal ini di sebabkan kurangnya kedisiplinan dari pada Guru, kedisiplinan siswa-siswinya, sarana dan prasarna yang terbatas, dukungan orang tua yang masih rendah, kondisi lingkungan yang kurang mendukung, dll.
    Kurangnya semangat dari siswa dan siswi Di SD Negeri Binangun dalam hal belajar, berpengaruh besar terhadap keberhasilan dalam proses belajar mengajar, akibatnya para guru dalam melakukan pembelajaran menjadi kurang efektif. Dampaknya guru-guru menjadi malas mengajar, dan hanya memberi tugas-tugas kepada muridnya. Hal ini dapat melemahkan dari pada kedisiplinan guru. Akibatnya efektivitas dari pembelajaran di SD Negeri Binangun kurang bagus, terutama untuk pembelajaran agama Islam.
    Rendahnya moral dari para siswa dalam kehidupan sehari-sehari adalah akibat dari kurang efektivnya proses belajar mengajar dalam bidang pendidikan agama Islam. Siswa-siswi tidak terkontrol dalam kehidupanya, mereka bisa terjebak dalam pergaulan bebas, dan penyalahgunaan obat-obat terlarang (NARKOTIKA).

    2 Tanggapan to “Pendidikan Agama Islam”

    1. Asep Manar said

      terima kasih … tulisan bapak sangat membantu saya dalam menyelesaikan penyususnan skripsi, mudah-mudahan kebaikan bapak dibalas oleh Allah SWT AMiiin ….

    2. nurlela said

      Trima kasih atas penjelasannya smg bisa membantu saya,tapi kalau bisa ada refnya.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: