Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 23 pengikut lainnya.

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi on Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie on Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan on Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan on PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga on pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi on METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman on Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH on Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo on Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Posts Tagged ‘tokoh-tokoh tasawuf’

    Sejarah perkembangan Tasawuf

    Posted by starawaji pada November 21, 2009

    A. Sejarah Tasawuf
    • Tasawuf pada
    abad I dan II Hijriah
    belum menjadi lembaga
    tetapi
    pelaksanaannya
    dilaksanakan secara
    sendiri-sendiri, baru pada
    abad III
    H, dikembangkan
    oleh para guru rohani
    dan berkembang menjadi
    lembaga tarekat.
    Pada abad ini
    kecendrungan tasawuf
    yang berkembang
    adalah tasawuf
    sunni (berorientasi pada
    akhlak)dan tasawuf
    filsafat
    (berorientasi
    pada akhlak dengan
    campuran kajian
    filsafat). Abad II
    Hijirah adalah
    peralihan zuhud ke
    tasawuf.
    • Abad II Hijirah adalah
    peralihan zuhud ke
    tasawuf. Tokoh: Imam
    Jafar Ash Shadiq, Hasan
    al Bashri.
    • Abad V, VI, VII H
    tumbuh dan berkembang
    tasawuf amali (Tokoh-
    tokohnya: Abdul Qadir
    Jaelani, Ahmad bin Ali
    Abul Abbas Ar Rifa ’i, Abu
    An Najib As Suhrawardi
    dll).Pokok ajarannya
    adalah dari Rasulullah
    SAW melalui jalur para
    sahabat yang diteruskan
    oleh para tabi ’in.
    • Periode dari abad VII
    sampai sekarang
    (mutaakhirin) adalah
    sebagai kelanjutan dari
    periode sebelumnya.
    • Nilai atau ajaran dalam
    tasawuf merupakan
    puncak pengamalan dari
    akhlak. Pada masa Nabi
    SAW, kata tasawuf belum
    dikenal, yang dikenal
    adalah istilah zuhud,
    wara’. Abu Hasan Al-
    Fusyandi mengatakan”
    Hari ini tasawuf hanya
    sekedar nama tetapi
    tidak ada bukti. Pada
    jaman Rasulullah SAW,
    taswuf ada buktinya tapi
    tidak ada namanya. ”
    B. Asal-usul kata
    tasawuf (ada 3
    pendapat untuk itu)
    • Ash-shuf (Arab)— bulu /
    kain wol yang kasar.Nabi
    SAW bersabda. “
    Hendaklah kamu
    memakai baju bulu, agar
    memperoleh manisnya
    iman dalam hatimu ”.
    • Ahl ash-shuffah—
    kelompok sahabat yang
    tidak punya tempat
    tinggal dan tinggal
    diserambi masjid
    • Teoshophos(Yunani)—
    Teo (Tuhan) + Shophos
    (Hikmah /
    Kebijaksanaan) catatan:
    dalam hal Teosophie ini pokok
    pengkajian agama adalah
    berdasarkan pada kemampuan
    otak dalam berfikir, sehingga
    Teosophie lebih cenderung
    merupakan filsafat daripada
    tasawuf
    C. Definisi tasawuf
    • Sikap mendekatkan diri
    pada Tuhan.
    • Ilmu tentang cara
    memperoleh
    pengetahuan dari Allah
    agar dibukakan hijab.
    Qaf (22 )” Aku singkapkan
    selimut yang menutupi
    matamu, kemudian pada
    hari ini matamu menjadi
    tajam ”.
    • Berhubungan dengan
    pandangan realitas, Al
    Baqarah (115 )” Kemana
    kau palingkan wajahmu,
    disanalah wajah Allah. ”
    inilah yang
    dimaksud tauhid sejati,
    bahwa tiada sesuatu di
    dunia ini,
    kecuali
    didalamnya terdapat
    wajah/kekuasaan/
    keagungan Allah.
    Tasawuf sendiri
    berhubungan dengan
    Ihsan.
    D. Tasawuf dan
    tarekat
    • Tarekat berasal dari
    bahasa arab
    (thariiqatun) yang
    artinya jalan, cara,
    metode, sistem, aliran ,
    haluan. (Jin : 16)
    • Menurut istilah
    tasawuf, tarekat adalah
    perjalanan seseorang
    salik (pengikut tarekat)
    menuju Tuhan dengan
    cara mensucikan diri
    atau perjalanan harus
    ditempuh secara rohani,
    untuk mendekatkan diri
    pada Allah SWT.
    • Taswuf adalah ilmunya,
    sedangkan tarekat
    adalah metodologi
    pengamalannya.
    E. Pokok-pokok
    ajaran Tasawuf dan
    tujuannya
    • Siapa yang mengenal
    dirinya pasti akan
    mengenal Tuhannya.
    • Makrifat adalah tujuan
    dari Tasawuf.
    • Tiga tahap menuju
    makrifat:
    - Takhalli—pengosongan,
    yaitu dikosongkannya
    pengaruh nafsu setaniah
    dari diri pelaku tasawuf
    - Tahalli—mengisi/
    menghias, yaitu mengisi
    hati dengan Nur Illahi,
    sehingga diri terhias
    dengan amalan baik,
    - Tajalli—terbuka /
    tersingkap, yaitu
    terbukanya hijab
    pengenalan akan Allah
    SWT
    F. Tasawuf dan
    syariat, tarekat,
    hakikat, makrifat
    • Hubungan dengan
    syariat:
    “Tasawuf adalah jiwa
    yang memberikan power,
    sedangkan syariat adalah
    saluran dari power
    itu. ”
    -Segala aktifitas
    syariat harus dijiwai oleh
    hati yang ikhlas
    mendapat ridha ’
    dari Allah SWT
    sehingga berguna bagi
    umat (tujuan syariat).
    Kebersihan hati
    berhubungan dengan
    tujuan tasawuf yaitu
    sikap hati yang taqwa
    yang selalu
    ingin dekat dengan
    Allah.
    • Hubungan dengan
    tarekat:
    Tasawuf merupakan
    ilmu, tarekat itu
    metodologi pengamalan,
    suluk adalah
    pelaksanaannya, dan
    zikirullah adalah isinya.
    • Hubungan dengan
    hakikat:
    Pencapaian dari
    tasawuf adalah mencapai
    suatu kebenaran yang
    mutlak(hakikat) yang
    tumbuh dari pengamalan
    tarekat, dengan 3
    macam
    tingkat/macam:
    – terbukanya hijab.
    – bersih dan kosongnya
    hawa nafsu.
    – mudah dalam
    melaksanakan amal
    saleh.
    • Hubungan dengan
    makrifat
    Dalam tasawuf,
    makrifat adalah
    mengetahui Allah SWT
    dari dekat, yaitu dengan
    hati sanubari.
    Pengetahuan tentang
    Allah dibagi 3 (Zunnun
    Misri)
    - pengetahuan orang
    awan –tanpa
    memerlukan pembuktian
    logika cukup
    - dengan kalimat
    syahadat.
    - Penegtahuan ulama —
    memerlukan dalil dan
    logika. Kedua
    pengetahuan ini disebut
    ilmu, bukan makrifat.
    - Pengetahuan makrifat
    adalah pengetahuan
    akibat disingkapnya tabir
    (kasyf) oleh Allah akibat
    keikhlasan beribadat dan
    kesungguhan mencintai
    Allah.
    • Dalam hal ini pengaruh
    otak dan pengelihatan
    mata sudah hilang.
    Menurut Al Qusyairi ada
    3 alat dalam diri manusia
    untuk berhubungan
    dengan Allah:
    - kalbu (qalb/the
    heart) untuk mengetahui
    sifat Tuhan
    – roh (ruh/the spirit)
    untuk mencintai Tuhan
    – Sirr (Sirr/hati
    sanubari, inmost ground
    of the soul) untuk
    melihat Tuhan.
    G. Maqam dalam
    Tasawuf
    Tingkat diri
    Nafsani:
    1. Nafsul ammarah: watak
    diri jasadi-mengikuti
    hawa nafsu syahwat —
    takabur, loba, iri,
    pemarah, bakhil,
    khianat, munafik
    2. Nafsul lawwamah:
    menyadari akibat
    perbuatannya, tapi tidak
    mampu mengekang diri.
    3. Nafsul Muthma’innah:
    bersih dari sifat tercela
    dan terisi sifat terpuji
    dan sempurna.
    4. Nafsul Mulhamah: jiwa
    yang telah mendapat
    ilham dari Allah, berupa
    ilmu, tawadhu, menjadi
    berakhlak terpuji, sabar,
    tabah dan ulet ’
    5. Nafsul Radhiyah: jiwa
    yang ridla akan
    ketetapan dari Allah dan
    menyerahkan diri
    sepenuhnya pada Allah.
    6. Nafsul Mardliyyah:
    Maqam wali Allah —
    tingkat yang dimuliakan
    oleh Allah, siapapun tak
    bisa menghinakan.
    7. Nafsul Kamilah: jiwa
    yang telah menjadi
    sempurna —ilmu yang
    diperoleh adalah ilmu
    ladunni, dalam kondisi ini
    ruh selalu dekat dengan
    Allah.
    H. Tokoh-tokoh
    Tasawuf
    • Hasan Al Bashri
    • Ibrahim ibn Adham
    • Rabi’ah Al Adawiyah.
    • Imam Al Ghazali
    • Abu Yasid Al Busthami
    • Dzun Nun Al Mishry
    • Abdul Qadir Jailani
    • Abul Hasan Ali Asy
    Syazili
    • Bahauddin Naqsyabandi

    Posted in kehidupan masyarakat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

     
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.