Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Email Subscription

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    starawaji di Pengertian Kedisiplinan
    mei hasibuan di Gara-gara Tiga biji Kakao Nene…
    mei hasibuan di Microsoft Office 2010 versi be…
    mei hasibuan di Tanda-tanda kedatangan Imam…
    Romy rismawan teja di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Wiznu di LEADING JOB IN PT. YASUNAGA…
    Septi di Pengertian Kedisiplinan
    YENI SRI WAHYUNI di Pengumuman hasil tes cpns depa…
    Amirudin di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Romy Rismawan Teja di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Cara Membuat Blog di Inilah Pidato Lengkap SBY Soal…
    starawaji di Cerpen
    starawaji di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Romy Rismawan Teja di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Romy Rismawan Teja di Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Sepuluh Marinir ASTumbang di HutanBanyuwangi

    Ditulis oleh starawaji di/pada Oktober 21, 2009

    Sepuluh prajurit Marinir
    Amerika Serikat atau
    United States Marine
    Corps (USMC) harus
    dievakuasi akibat
    kelelahan saat menjalani
    latihan bertahan hidup di
    dalam hutan Selogiri,
    Banyuwangi, Jawa Timur,
    Selasa (20/10).
    Staf Dinas Penerangan
    (Dispen) Korps Marinir
    Lettu (Mar) Mardiono
    melaporkan sejak Senin
    hingga Selasa, tercatat 10
    prajurit Marinir
    AS tumbang dan tidak
    sanggup melanjutkan
    latihan survival akibat
    kelelahan dan tidak tahan
    dengan cuaca tropis.
    “Misalnya, Ranus (26) yang
    berpangkat BFC dan
    kelahiran California,
    merupakan salah satu dari
    10 Prajurit Marinir
    Amerika yang terpaksa
    harus dievakuasi tim
    medis dari Korps Marinir
    Indonesia,” katanya,
    didampingi rekannya
    Serda Mar Kuwadi.
    Latihan Survival itu diikuti
    362 Marinir Amerika yang
    dipandu 16 pelatih, tiga
    interpreter (penerjemah),
    empat personel
    komunikasi, dan lima
    Prajurit Regu Pandu
    Tempur (Rupanpur) Korps
    Marinir TNI AL.
    Kegiatan survival ini
    merupakan bagian dari
    rangkaian Latihan
    bersama (latma) Marinir
    Amerika dan Indonesia
    yang bertajuk
    “Interoperability Field
    Training Exercise (IIP/FTX)
    2009″ di Situbondo dan
    Banyuwangi, 17-24
    Oktober 2009.
    Latma yang dikomandani
    Kolonel Marinir Nur
    Alamsyah itu dilakukan di
    empat tempat, yaitu di
    Pantai Banongan,
    Puslatpur Marinir
    Karangtekok, Kecamatan
    Banyu Putih, Situbondo,
    Pasewaran, dan hutan
    Selogiri Banyuwangi.
    Di Selogiri, 362 Prajurit
    Marinir Amerika yang
    menjelajahi hutan liar itu
    dibagi menjadi dua
    gelombang yang setiap
    gelombang dibagi menjadi
    lima tim dengan
    didampingi pelatih dan
    dokter dari Korps Marinir
    TNI AL.
    Satu per satu tim
    diberangkatkan masuk ke
    dalam hutan, tetapi
    panitia sudah menyiapkan
    rintangngan dan jebakan
    ranjau yang dipasang
    sedemikian rupa sebagai
    tantangan, sehingga
    sesekali terdengar suara
    ranjau yang meledak dari
    balik rerimbunan hutan.
    Ledakan itu membuat
    para prajurit kalang
    kabut, namun mereka
    tetap saling berkoordinasi
    dalam satu komando
    dengan komandan
    regunya.
    Sebelum menjalani perang
    di dalam hutan, para
    prajurit Marinir Amerika
    itu dibekali beberapa
    pengetahuan dan
    wawasan terkait cara
    bertahan hidup di dalam
    hutan. “Mereka juga kami
    ajari bagaimana cara
    makan tumbuh-tumbuhan
    di hutan, menghadapi
    hewan di antaranya ular
    dan beberapa jenis
    binatang buas,” kata
    Kepala Tim (Katim)
    Survival Kapten Marinir M
    Machfud.
    Pelatih lainnya, Pelda
    Marinir Mujiono
    mempraktikkan
    bagaimana cara yang
    benar dalam menjinakkan
    ular. Beberapa prajurit
    Marinir Amerika juga ada
    yang mencoba makan
    beberapa jenis tumbuhan
    liar. Dengan bekal logistik
    yang terbatas, seorang
    tentara memang dituntut
    bertahan hidup. Setiap
    gelombang Latihan
    Survival itu memakan
    waktu empat hari empat
    malam.
    “Mereka menghadapi
    tantangan berat, meski
    mereka membawa
    perlengkapan tempur
    seperti senapan laras
    panjang M.16 A4, GPMG,
    senjata canggih lainnya
    yang dilengkapi dengan
    infra merah, peralatan
    komunikasi yang cukup
    canggih, dan alat digital
    petunjuk posisi di bumi
    (Global Positioning
    System/GPS),” katanya.

    Tinggalkan Balasan

    XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>