Pesta demokrasi telah usai, sebuah pesta rakyat yang berjalan dengan jujur, aman, dan damai. Rakyat indonesia berhasil menjadi pemenang, dan siap menjalani hidup dengan aman dan damai.
Sebelumnya beberapa lembaga survei telah membuat sebuah pernyataan bahwa proses pemilihan presiden dilaksanakan hanya sekali saja, sesuai dengan prosentase perolehan suara masing-masing capres.
Kemarin akhirnya mengumumkan hasil penghitungan suara secara manual, dan pasangan calon presiden susilo bambang yudhoyono unggul diurutan pertama, kemudian diikuti pasangan mega-prabowo, kemudian disusul pasangan jusup kala-wiranto. Pada saat penandatanganan hasil pemilu pilpres, kubu pasangan mega-prabowo tidak hadir, jadi hanya ada dua pasangan saja yang menandatangani hasil pilpres.
Karena pasangan sby-budiono memperoleh lebih dari 51 %, yaitu sekitar 60%, maka proses pemilihan presiden hanya dilakukan dalam satu putaran saja. Meskipun kubu mega-prabowo enggan menandatangani hasil pemilu, yang katanya banyak kecurangan dan masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Tapi kalau menurut saya, DPT sebenarnya tidak bermasalah, bahkan KPU membolehkan KTP sebagai surat panggilan. Kalau kita lihat juga dilapangan, ternyata banyak yang sudah terdaftar dalam DPT, tapi tidak melakukan penyontrengan.
Kita selalu berharap ada perubahan hidup yang lebih baik
Banyak janji-janji yang dilontarkan oleh para calon membuat kita ragu, karena kebanyakan janji yang dilontarkan membuat semuanya palsu
Tapi mudah-mudahan ada perbaikan yang positif.























