Ditulis oleh starawaji di/pada Juli 22, 2009
Tumbuh disekitar awan hitam, dengan bunga-bunga cinta mekar bersama lahirnya bias-bias kedamaian, diam dalam benak jiwa yang merekah, melihat angan lepas jauh, tidur dalam jiwa yang menangis, meratap, merintih, mengelak, dan bersedu. Tetesan air mata lahir membasahi hingar bingar kehidupan kota. Curahan jiwa membakar sela-sela mimpi insani, ruang gelap jadi rintihan tangisan kepada sang khalik. Mimpi, angan-angan, cita-cita terseret cahaya awan yang baru berpijar. Menghilangkan mimpi, membuyarkan hasrat dan harapan yang menggebu.
Urat nadi kehidupanku lenyap tersapu arus puing-puing sang predator. Jantung kotaku diam dan diam. Kabut kebencian selimuti amarah. We love indonesia
Star awaji for mega kuningan
Ditulis dalam kehidupan masyarakat | Bertanda: Bom di indonesia, teror bom, Teroris | Leave a Comment »
Ditulis oleh starawaji di/pada Juli 22, 2009
Tumbuh disekitar awan hitam, dengan bunga-bunga cinta mekar bersama lahirnya bias-bias kedamaian, diam dalam benak jiwa yang merekah, melihat angan lepas jauh, tidur dalam jiwa yang menangis, meratap, merintih, mengelak, dan bersedu. Tetesan air mata lahir membasahi hingar bingar kehidupan kota. Curahan jiwa membakar sela-sela mimpi insani, ruang gelap jadi rintihan tangisan kepada sang khalik. Mimpi, angan-angan, cita-cita terseret cahaya awan yang baru berpijar. Menghilangkan mimpi, membuyarkan hasrat dan harapan yang menggebu.
Urat nadi kehidupanku lenyap tersapu arus puing-puing sang predator. Jantung kotaku diam dan diam. Kabut kebencian selimuti amarah. We love indonesia
Star awaji for mega kuningan
Ditulis dalam kehidupan masyarakat | Bertanda: Bom di indonesia, teror bom, Teroris | Leave a Comment »