Starawaji's Blog

Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu

  • DOWNLOAD FULL APLIKASI

  • Tranlate language

  • Terima kasih kunjungannya

  • pengunjung

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 23 pengikut lainnya.

  • Bookmark and Share
  • counter

  • para komentator

    alghazaliefarizi on Agama terdiri dari dua ba…
    Umar rahman on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    komarudin on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    sakad on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    Muhammad Habibie on Islam dan perkembangan zaman d…
    Abdul Kholiq Hasan on Pengertian Kedisiplinan
    kapten pergerakan on PENGERTIAN TATA TERTIB
    Sukarno Putra Naga on pt.yasunaga pt. nippon seiki b…
    hariri wahyudi on METODE MENGAJAR PENDIDIKAN…
    Febri jaka hendra on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    suefah on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    nurrachman on Jumlah huruf dalam Al Qur…
    Faizal on Lowongan kerja Pt. Yasunaga…
    HABIB ATHOILLAH on Faktor-faktor yang mempengaruh…
    Ari Waluyo on Lowongan kerja Pt. Indonesia N…
  • Tulisan Teratas

  • RSS indoforum

  • RSS berita aktual

  • RSS liputan 6

  • NimbuZZ

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Add to Technorati Favorites
  • depdiknas

  • twitter

  • Top Rated

  • Prinsip dasar kurikulum

    Posted by starawaji pada Mei 21, 2009

     

    Untuk membangun kurikulum yang proporsional, dinamis, dalam perspektif pendidikan Islam, perlu diperhatikan beberapa prinsip dasar kurikulum yaitu,

    1. Prinsip filosofis

    Muatan kurikulum harus mampu mencerminkan pesan moral nilai keilmiahan yang bernuanssa religious. Dengan konsep ini, muatan kurikulum diharapkan mampu untuk mengarahkan pribadi peserta didik untuk memiliki kepribadian yang konstruktif dinamis bagi kepentingan seluruh manusia, muatan materi yang dikembangkan bukan hanya berorientasi pada aspek kognitif dan psikomotorik saja yang lebih dominan, akan tetapi juga lebih menekankan pada aspek afektif, sebagai refleksi dari kedua aspek sebelumnya.

    1. Prinsip integralistik psikologis

    Kurikulum yang dikembangkan perlu untuk diformulasikan secara proporsional. Muatan yang ditawarkan harus disesuaikan dengan kapasitas dinamika potensi yang dimiliki peserta didik.

    1. Prinsip sosiologis

    Kurikulum harus bersifat adaptif-dialogis, sesuai dengan tuntutan masyarakat, nilai religious, dan perubahan zaman yang semakin maju dan kompleks. Untuk itu materi kurikulum yang ditawarkan harus senantiasa ditinjau dan diformulasikan seirama dengan kepentingan manusia dalam menghadapi zamannya.

    1. Cakupan materi kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insane, yang meliputi aspek psikis, fisik, sosial, budaya, maupun intelektual,

     

     

    Dikutup dari :

    Syamsul Nizar, dengan judul buku : dasar-dasar pemikiran pendidikan Islam. Halaman 176-177

    Terbitan gaya media pratama, Jakarta tahun 2001

     

     

     

     

    About these ads

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d blogger menyukai ini: