Direktur Rumah Sakit Omni
International, Bina Ratna menyatakan
manajemen siap meminta maaf
kepada Prita Mulyasari, terdakwa
pencemaran nama baik rumah sakit
yang beralamat di Serpong, Kota
Tangerang Selatan, Banten itu. “Saya
orang pertama yang akan menjabat
tangan Prita untuk minta maaf,” ujar
Ratna di Tangerang, Jumat (11/12).
Ia mengatakan, pihak Omni beritikad
baik untuk tidak ingin memperpanjang
masalah ini. Ratna mengaku, kasus ini
merupakan pelajaran bagi RS Omni,
pihaknya akan mengambil hikmah
dan membuka pintu damai dengan
Prita. “Meski sudah ada draf
perdamaian dari Depkes yang kami
setujui, tetapi draf itu masih menjadi
bahan pertimbangan Ibu Prita. Karena
itu, Omni lebih dulu mengambil sikap
untuk menghentikan kasus ini agar
kedua belah pihak bisa berdamai,”
jelas Ratna.
Ratna menjelaskan, pintu perdamaian
sesunguhnya sudah lama dibuka oleh
manajemen RS Omni dengan Prita
lewat beberapa kali pertemuan yang
difasilitasi Pemerintah Kota Tangerang
Selatan. Termasuk, proses
perdamaian yang juga difasilitasi
Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dan
Pengadilan Tinggi (PT) Banten.
Terkait dengan proses sidang yang
masih berlanjut, prinsipnya Omni
menghargai proses hukum. “Kami
berharap upaya yang kami lakukan ini
dapat menjadi pertimbangan majelis
hakim dalam sidang nanti,” ujar Ratna.
Prita Mulyasari didakwa karena
mencemarkan nama baik RS Omni
melalui surat elektronik yang disebar
luaskan kepada sejumlah rekannya.
PT. Banten akhirnya memutuskan
Prita harus membayar ganti rugi
sebesar RP 204 juta kepada RS Omni.
(Ant)
Yahoo-Microsoft Kerjasama saingi Google
Ditulis oleh starawaji di/pada Desember 7, 2009
Kedua Perusahaan besar, yakni Yahoo
dan Microsoft mengumumkan
kerjasama mereka di bidang pencarian
internet, untuk menghadapi rival berat
mereka yang sekarang mendominasi,
Google. Keduanya telah meneken
kontrak kerjasama selama 10 tahun,
Microsoft akan mempersenjatai situs
web Yahoo dengan mesin telusur
baru mereka yang tangguh: Bing,
sementara Yahoo akan memperkuat
lini penjualan iklan online Microsoft.
“Melalui kesepakatan dengan Yahoo,
kami akan mempersembahkan lebih
banyak inovasi di bidang pencarian,
memberikan nilai yang lebih baik bagi
para pengiklan, serta memberikan
pilihan sebenarnya bagi pengguna
internet, karena selama ini pasar
didominasi oleh pemain tunggal
(Google – red),” ujar CEO Microsoft,
Steve Ballmer, Seperti dilansir BBC/
VIVAnews.
Yahoo akan menyerahkan kontrol atas
mesin pencarinya kepada Microsoft
dan akan mendapatkan 88 persen
keuntungan dari seluruh penjualan
iklan pencarian di situsnya hingga lima
tahun ke depan. Selain itu, Yahoo juga
memiliki hak untuk menjual iklan di
beberapa situs Microsoft.
Sementara Yahoo mengatakan,
bahwa perjanjian ini membawa
keuntungan bagi pengguna Yahoo
maupun bagi para pengiklan.
“Kerjasama ini membawa banyak
manfaat bagi Yahoo, pengguna kami,
dan industri. Saya yakin ini akan
membangun fondasi untuk era baru
unovasi berinternet serta
pengembangannya,” ujar CEO Yahoo,
Carol Bartz.
Namun, di lain sisi, perjanjian ini
membawa konsekuensi yang
mengkhawatirkan bagi karyawan
Yahoo. Pasalnya, dengan kerjasama
ini, tim pencarian Yahoo akan
terancam pengurangan karyawan
dalam beberapa tahun ke depan.
Beberapa staf akan ditransfer ke
Microsoft, lainnya bisa jadi tetap
tinggal di Yahoo, namun perjanjian ini
membuat Yahoo akan menjadi
kelebihan SDM dari yang diperlukan.
Menurut analis teknologi Rob Enderlee,
dengan perjanjian ini Yahoo
diperkirakan bakal meningkatkan
operasi tahunan hingga US$500 juta
atau sekitar Rp 5 triliun, dan
mencadangkan US$ 200 juta ke dalam
bentuk tabungan. Kendati demikian,
Google akan tetap mendominasi 65
persen pangsa pasar, sementara
kombinasi pasar gabungan Yahoo
dengan Microsoft akan merebut
sekitar 30 persen.
Perjanjian Yahoo-Microsoft sendiri
sudah dijajaki sejak lama. Awalnya
Microsoft menaksir Yahoo dan
menawarkan akuisisi terhadap Yahoo
senilai US$47,5 miliar, pada Januari
2008. Namun tawaran itu ditolak oleh
Yahoo, karena CEO sekaligus pendiri
Yahoo, Jerry Yang menginginkan
harga yang lebih tinggi.
Atas penolakan ini, Jerry dikecam oleh
para pemegang saham, hingga
akhirnya mengundurkan diri dari
posisinya. Namun, Microsoft keburu
tak bernafsu lagi untuk mengkuisisi
Yahoo dan menarik tawarannya.
Dengan hadirnya CEO Yahoo baru,
Carol Bartz akhirnya keduanya
mencapai kesepakatan kerjasama
untuk menapaki babak baru untuk
melawan dominasi Google.
Ditulis dalam kehidupan masyarakat | Bertanda: microsoft, google, yahoo, mesin pencari | 2 Komentar »























